Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan: PJ Walikota Pimpin Rakor Tim Penanggulangan Kemiskinan Kota Bengkulu
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Pada Senin (11/12), di ruang Hidayah I, kantor Walikota Bengkulu, Penjabat (Pj) Walikota, Arif Gunadi, memimpin rapat koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Bengkulu. Rakor ini dihadiri oleh Pj Sekda Eka Rika Rino, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, dan berbagai stakeholder terkait lainnya. Dengan tema ‘Evaluasi Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan, Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024’, Arif Gunadi menekankan peran aktif semua pihak dalam menekan angka stunting dan kemiskinan.
Dalam konteks ini, Arif Gunadi menginginkan agar berbagai program Pemkot difokuskan untuk menekan angka stunting dan mengurangi angka kemiskinan di Kota Bengkulu. Salah satu langkah yang diambil adalah meningkatkan peran puskesmas di berbagai kelurahan melalui posyandu untuk mendeteksi dini indikasi stunting pada anak-anak.
BACA JUGA: Sukses Program BPJS Gratis Pemkot Bengkulu: Dampak Positif pada Kesejahteraan dan Kemiskinan
“Posyandu di puskesmas itu difokuskan. Jika ada bantuan dari Baznas untuk orang tak mampu, tolong prioritaskan anak yang terindikasi stunting ini. Kita tidak ingin bantuan yang kita berikan tidak tepat sasaran. Secara keseluruhan, masalah ini menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.
Upaya ini diharapkan dapat menghasilkan penurunan yang signifikan baik pada angka stunting maupun kemiskinan di Kota Bengkulu. “Kami berharap pada tahun 2024, penurunannya signifikan. Apalagi dengan adanya fasilitas dan bantuan yang sudah kita serahkan dari program-program Walikota sebelumnya hingga sekarang yang tetap kita lanjutkan,” ujarnya.
BACA JUGA: Pentingnya Peran Kelurahan dalam Pembinaan Kampung Keluarga Berkualitas di Kota Bengkulu
Arif Gunadi juga berharap agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan menghadirkan program-program yang berkesinambungan dalam menekan angka stunting dan kemiskinan. “Kita harus fokus ke sana, seperti memberi bantuan ikan, memberi bantuan bibit-bibit pertanian, memberikan bantuan kepada usaha ekonomi mikro dan kecil, sehingga sasarannya pas untuk anak-anak stunting dan orang-orang miskin. Programnya jangan sampai tidak mengarah ke sasaran yang diinginkan,” tuturnya.
Sebagai informasi, program penanggulangan kemiskinan adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil, serta program lainnya yang bertujuan meningkatkan kegiatan ekonomi.
BACA JUGA: Pemerintah Kota Bengkulu dan PKH Bersatu Percepatan Penanganan Stunting
Angka kemiskinan di Kota Bengkulu pada tahun 2022 mencapai 15,73 persen, sementara kemiskinan ekstrem sebesar 5,63 persen. Angka stunting pada tahun yang sama mencapai 12,9 persen. Perjuangan bersama melalui rapat koordinasi ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam upaya menekan angka stunting dan kemiskinan di Kota Bengkulu. (**)
Editor: (KB1) Share
Mangcek











