Pemkot Bengkulu Akan Dirikan Sekolah Rakyat Gratis dengan Asrama untuk Warga Tidak Mampu

Sekolah Rakyat Bengkulu
Foto: Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, (Ft/Ist).

Pemkot Bengkulu Akan Dirikan Sekolah Rakyat Gratis dengan Asrama untuk Warga Tidak Mampu

Kantor-Berita.Com, Kota Bengkulu|| Pemerintah Kota Bengkulu kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat. Kali ini, langkah besar itu diwujudkan dengan mempersiapkan pendirian Sekolah Rakyat, sebagai wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat kurang mampu di Kota Bengkulu.

Program ini akan menyasar peserta didik dari kelompok ekonomi terbawah, yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas. Tidak hanya disediakan ruang kelas, Sekolah Rakyat juga akan dilengkapi dengan boarding school atau asrama, sehingga siswa bisa belajar dan tinggal di lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang mereka.

BACA JUGA: Pantai Panjang Bengkulu Ditata Ulang: Pemkot dan Polda Gelar Aksi Bersih-Bersih Besar

Pendirian Sekolah Rakyat Kota Bengkulu akan dimulai di kawasan Sentra Darmaguna, tepatnya di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sumur Dewa, Kecamatan Selebar. Pemerintah kota bergerak cepat mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan agar pembangunan sekolah ini segera terlaksana.

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi langkah besar dalam memastikan pendidikan benar-benar bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA: Hadiah HUT RI ke-80: Kota Bengkulu Akan Miliki Rumah Sakit Khusus Mata Pertama

“Ini bentuk nyata negara hadir untuk masyarakat miskin, Kita siapkan pendidikan gratis, lengkap dengan asrama dan makanannya, Anak-anak dari keluarga kurang mampu akan kita prioritaskan,” Kata Dedy, Rabu, (16/4/25).

Pemerintah Kota Bengkulu tidak sendiri. Proyek ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Awalnya, rencana pembangunan sekolah rakyat mengharuskan Pemkot dan Pemprov menyediakan masing-masing 10 hektare lahan. Namun karena Kota Bengkulu merupakan ibu kota provinsi, Gubernur Bengkulu menyatakan siap menghibahkan seluruh lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan sekolah ini.

“Alhamdulillah, ini menunjukkan sinergi luar biasa, Pak Gubernur langsung menyiapkan lahannya, dan kami dari Pemkot fokus menjalankan dan mengelola sekolah ini dengan maksimal,” ujar Dedy.

BACA JUGA: Komisi Informasi Bengkulu Tangani 3 Sengketa Publik di Sidang Perdana 2025

Ia juga menegaskan, karena sudah ada lahan dari provinsi, maka Pemkot tidak akan membangun dua sekolah sekaligus. Pusat pendidikan ini akan menjadi satu dan menjadi rujukan nasional ke depannya.

Dalam keterangannya, Dedy mengajak langsung masyarakat untuk ikut terlibat aktif dalam program ini. Ia khusus mengajak warga Kota Bengkulu yang masuk dalam Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk segera mendaftarkan anaknya yang duduk di kelas 9 SMP (kelas 3 SMP) ke Sekolah Rakyat.

“Saya, Dedy Wahyudi, Walikota Bengkulu, mengajak seluruh warga Kota yang tidak mampu untuk mendaftarkan anaknya ke Sekolah Rakyat, Ini program dari Presiden Prabowo, Gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun, Semuanya ditanggung negara,” Ucap Dedy.

BACA JUGA: Pengangkatan Tenaga Ahli DPRD Bengkulu Tuai Sorotan, Kontra Efisiensi, Gubernur: Sekwan Sedang Dievaluasi

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menjelaskan bahwa meskipun Sekolah Rakyat ke depannya akan dibuka untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, saat ini pemerintah kota memfokuskan pembangunan dan pendaftaran untuk tingkat SMA terlebih dahulu.

“Untuk tahap awal, kita mulai dari tingkat SMA. Karena anak-anak SMP kelas 3 adalah kelompok rentan putus sekolah, Mereka butuh perhatian dan masa depan yang jelas,” ujar Sahat.

Sahat menambahkan bahwa kriteria utama penerima program ini adalah keluarga dari Desil 1 dan 2, yang merupakan kelompok 20% masyarakat termiskin berdasarkan data nasional, Kelompok ini meliputi masyarakat miskin ekstrem, miskin, dan rentan miskin.

BACA JUGA: Walikota Bengkulu Tegaskan Komitmen Hadirkan Kebahagiaan, jangan kecewakan Rakyat

Untuk warga yang berminat, berikut adalah persyaratan umum untuk Sekolah Rakyat tingkat SMA:

  1. Usia 16–21 tahun per 1 Juli 2025
  2. Lulusan SMP/MTs atau sederajat
  3. Memiliki Kartu Keluarga yang terdaftar minimal 1 tahun sebelum pendaftaran
  4. Termasuk dalam Desil 1 atau 2 menurut DTSEN
  5. Sehat jasmani dan rohani
  6. Bersedia tinggal di asrama
  7. Menyertakan Surat Tanggung Jawab Mutlak dari Orang Tua/Wali
  8. Memiliki prestasi akademik atau non-akademik (jika ada)

Sahat memastikan bahwa proses seleksi akan transparan dan profesional, berdasarkan data terpadu dari DTSEN yang sudah terintegrasi dengan data pokok pendidikan (Dapodik). (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *