Pantai Panjang Ditata, Pemkot Bengkulu Bangun 5 Gazebo Gratis Untuk Pengunjung

Pemkot Bengkulu Bangun 5 Gazebo Gratis Untuk Pengunjung Pantai Panjang
Foto: Pantai Panjang Ditata, Pemkot Bengkulu Bangun 5 Gazebo Gratis Untuk Pengunjung, (Ft/Ist).

Pantai Panjang Ditata, Pemkot Bengkulu Bangun 5 Gazebo Gratis Untuk Pengunjung

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu mulai merealisasikan penataan kawasan wisata Pantai Panjang dengan membangun lima unit gazebo percontohan yang dikelola langsung oleh pemerintah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi untuk menghadirkan fasilitas publik yang aman, nyaman, dan terbebas dari praktik pungutan liar yang selama ini dikeluhkan wisatawan.

Pembangunan gazebo percontohan tersebut menandai babak baru penataan Pantai Panjang, salah satu ikon wisata unggulan Bengkulu. Pemerintah kota menargetkan fasilitas ini menjadi standar resmi sarana wisata yang bisa digunakan masyarakat secara gratis, tanpa intimidasi biaya sewa yang tidak wajar.

||BACA JUGA: Pantai Panjang Bengkulu Tampil Baru, Simbol Kebangkitan Wisata Daerah

“Ini adalah langkah awal untuk membenahi Pantai Panjang. Kita ingin wisatawan merasa nyaman, aman, dan tidak lagi dibebani pungutan yang tidak sesuai aturan,” ujar Dedy Wahyudi dalam keterangannya, Rabu (24/12/25).

Selama beberapa tahun terakhir, Pantai Panjang kerap mendapat sorotan negatif akibat maraknya lapak dan pondok liar yang berdiri tanpa pengelolaan jelas. Banyak wisatawan mengeluhkan praktik oknum pedagang yang mematok tarif sewa pondok dengan harga tidak rasional.

||BACA JUGA: Pantai Panjang Dibersihkan Serentak, Semua OPD Diminta Buat Video Before-After

Tarif yang dikenakan bahkan bervariasi, mulai dari Rp150.000 hingga Rp200.000. Dalam kondisi tertentu, wisatawan mengaku diminta membayar hingga Rp1 juta hanya untuk duduk dan berteduh di pondok sederhana.

Praktik tersebut dinilai merusak citra pariwisata Bengkulu dan berpotensi menurunkan minat kunjungan wisatawan. Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kota Bengkulu memilih turun tangan langsung dengan menghadirkan fasilitas resmi yang dikelola negara.

“Pantai adalah ruang publik. Tidak boleh ada pihak yang merasa memiliki lalu memungut biaya semaunya kepada pengunjung,” tegas Dedy.

||BACA JUGA: Pantai Panjang Bengkulu Siap Tampil dengan Wajah Baru

Lima unit gazebo yang mulai dibangun ini dirancang sebagai fasilitas publik gratis. Siapa pun dapat menggunakannya tanpa harus membayar sepeser pun. Pemerintah kota juga memastikan gazebo tersebut akan memiliki penanda resmi sebagai aset daerah untuk mencegah klaim sepihak dari oknum tertentu.

Ke depan, gazebo-gazebo ini akan dilengkapi papan informasi yang menegaskan statusnya sebagai fasilitas milik pemerintah dan diperuntukkan bagi umum.

“Kita ingin masyarakat dan wisatawan tahu bahwa gazebo ini gratis. Tidak boleh ada yang mengklaim atau menarik pungutan,” kata Dedy.

||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Kembangkan Pantai Panjang, Targetkan Lonjakan PAD Pariwisata

Pemerintah kota juga akan melibatkan aparat terkait untuk memastikan pengawasan berjalan efektif dan fasilitas tersebut digunakan sesuai peruntukannya.

Pembangunan lima gazebo percontohan ini bukan tujuan akhir. Dalam rencana jangka panjang, Wali Kota Bengkulu menargetkan sebanyak 100 pondok wisata resmi akan berdiri di sepanjang garis Pantai Panjang pada tahun 2026.

Ratusan gazebo tersebut akan menggantikan lapak-lapak liar yang selama ini tumbuh tanpa aturan. Dengan fasilitas resmi yang tertata, pemerintah berharap Pantai Panjang memiliki wajah baru yang lebih rapi, bersih, dan ramah wisatawan.

||BACA JUGA: Walikota Dedy Wahyudi Tegas Revitalisasi Pantai Panjang: Bongkar Lapak Liar, Wujudkan Wisata Tertib dan Indah

“Penataan ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal keadilan dan kenyamanan. Semua pengunjung punya hak yang sama untuk menikmati pantai,” ujar Dedy.

Dedy Wahyudi menegaskan bahwa penataan Pantai Panjang tidak bertujuan mematikan mata pencaharian pedagang kecil. Sebaliknya, pemerintah ingin menciptakan ekosistem wisata yang lebih sehat dan berkeadilan.

Pedagang tetap diperbolehkan berjualan, namun harus mengikuti aturan yang berlaku. Dengan kawasan yang tertata, pemerintah berharap jumlah kunjungan wisatawan meningkat, sehingga dampak ekonomi bisa dirasakan lebih luas.

||BACA JUGA: Walikota Larang Berenang di Pantai Panjang, Izinkan Wisatawan Mandi di Pantai Zakat

“Kita ingin ekonomi lokal tumbuh dengan cara yang benar. Wisatawan nyaman, pedagang tertib, dan daerah mendapat citra positif,” ujarnya.

Pantai Panjang selama ini dikenal sebagai salah satu pantai terpanjang dan terindah di Pulau Sumatera. Namun, citra tersebut sempat tercoreng akibat berbagai persoalan tata kelola, mulai dari pungli, sampah, hingga fasilitas yang tidak memadai.

Melalui pembangunan gazebo resmi dan penataan menyeluruh, Pemerintah Kota Bengkulu berupaya mengembalikan marwah Pantai Panjang sebagai destinasi unggulan.

Penataan ini juga sejalan dengan visi besar Wali Kota Bengkulu untuk menjadikan kota ini lebih ramah wisatawan, tertib, dan berdaya saing.

“Kita ingin Pantai Panjang kembali menjadi kebanggaan Bengkulu. Jika wisata maju, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” kata Dedy. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *