Pemkot Bengkulu Kembangkan Pantai Panjang, Targetkan Lonjakan PAD Pariwisata

PAD Pariwisata
Foto: Asisten I Pemerintah Kota Bengkulu, Dr. Eko Agusrianto, (Ft/Ist).

Pemkot Bengkulu Kembangkan Pantai Panjang, Targetkan Lonjakan PAD Pariwisata

Kantor-Berita.Com, Kota Bengkulu|| Kawasan wisata Pantai Panjang di Kota Bengkulu kini menjadi fokus utama Pemerintah Kota dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sektor Pariwisata. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny Tobing, pemerintah kota berkomitmen untuk menata, mengelola, dan mengembangkan kawasan ini secara optimal.​

Asisten I Pemerintah Kota Bengkulu, Dr. Eko Agusrianto, menyatakan bahwa penyerahan pengelolaan Pantai Panjang dari Pemerintah Provinsi kepada Pemerintah Kota Bengkulu merupakan peluang besar untuk memaksimalkan potensi pariwisata sebagai sumber PAD. Eko menekankan bahwa sektor pariwisata kini menjadi sumber utama penerimaan daerah, menggantikan ketergantungan pada sektor minyak. Sebagai contoh, Kabupaten Badung di Bali memiliki APBD sebesar Rp 10,7 triliun, dengan Rp 9,7 triliun berasal dari PAD sektor pariwisata. Sementara itu, Kota Bengkulu memiliki APBD sekitar Rp 1,2 triliun, dengan proyeksi peningkatan sebesar Rp 200 miliar dalam lima tahun ke depan, angka yang masih tergolong kecil.​

BACA JUGA: Walikota Dedy Wahyudi Tegas Revitalisasi Pantai Panjang: Bongkar Lapak Liar, Wujudkan Wisata Tertib dan Indah

Eko menyoroti bahwa Kota Bengkulu bukanlah kota transit, melainkan kota tujuan. Oleh karena itu, konsep pengembangan pariwisata yang diusung oleh Wali Kota Dedy Wahyudi harus didukung bersama. Langkah-langkah seperti menyusun kalender acara tahunan dapat menarik wisatawan untuk datang ke Bengkulu sebagai destinasi wisata.​

Potensi wisata di Kota Bengkulu sangat menjanjikan. Pantai Panjang, dengan pasir putihnya yang luas dan ombak yang cocok untuk berselancar, merupakan salah satu pantai terindah di Indonesia. Selain itu, terdapat danau dan situs sejarah yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Target pasar tidak hanya wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara.​

BACA JUGA: Dua Minggu Diambil Alih Pemkot, Pantai Panjang Bengkulu Kini Lebih Bersih dan Tertata

Terkait investasi, Eko menjelaskan bahwa minat investor tergantung pada konsep pengembangan yang ditawarkan oleh pemerintah kota. Jika Pantai Panjang dikelola dengan baik dan tertata rapi, maka investor akan tertarik untuk berinvestasi di kawasan tersebut.​

Pemerintah Kota Bengkulu telah merancang berbagai strategi untuk mengelola aset wisata Pantai Panjang. Salah satunya adalah mengundang investor dari luar kota maupun luar negeri untuk mempercepat optimalisasi wisata. Wali Kota Dedy Wahyudi menyatakan bahwa melibatkan pihak ketiga dalam pengelolaan pariwisata sangat penting untuk mencapai standar modern dan menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.​

BACA JUGA: Pantai Panjang Bengkulu Ditata Ulang, Wali Kota Dedy Siapkan Anggaran Besar

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah perlu melakukan penataan wisata kuliner, penataan pedagang kaki lima, peningkatan keamanan kawasan pantai, serta pembangunan sarana dan prasarana olahraga pantai. Penataan pedagang kaki lima harus dilakukan secara manusiawi tanpa mengabaikan hajat hidup para pedagang. Pemerintah dapat membangun dan memberikan tempat khusus bagi para pedagang, serta membongkar warung-warung yang semrawut dan tidak memenuhi standar kebersihan dan penerangan untuk wisata.​

Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mempercepat investasi di sektor pariwisata dan perdagangan. Mereka menawarkan investasi di bidang perikanan tambak dan laut, serta menata pulau terluar seperti Pulau Enggano yang memiliki destinasi investasi perikanan maupun pariwisata potensial.​ (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *