Menteri UMKM Dorong Transformasi KAHMI Menuju Kewirausahaan Berbasis Ekonomi Halal dan Berkelanjutan
KANTOR-BERITA.COM, JAKARTA|| Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyerukan pentingnya transformasi organisasi seperti Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) agar lebih berorientasi pada kewirausahaan. Seruan ini disampaikan dalam sambutannya di acara Asian Islamic Fashion and Art (AIFA) yang digelar di Jakarta pada Senin (27/1/25).
Dalam pidatonya, Maman menegaskan bahwa paradigma organisasi berbasis politik sudah saatnya berkembang mengikuti perubahan zaman. Organisasi seperti KAHMI, menurutnya, harus beradaptasi dengan realitas baru dan menjadikan kewirausahaan sebagai fokus utama untuk mendukung perekonomian nasional.
BACA JUGA: UMKM dan AI: Transformasi Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Global
“KAHMI dan organisasi serupa tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan politik semata, Sudah waktunya untuk menggeser fokus pada gerakan kewirausahaan,” tegas Maman.
Ia menambahkan bahwa transformasi ini sejalan dengan visi Kementerian UMKM untuk meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia, Kewirausahaan dianggap sebagai fondasi penting dalam mendorong Indonesia menjadi negara maju, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti persaingan dengan produk impor yang sering kali lebih murah.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Dorong UMKM “Naik Kelas” Melalui Kemitraan Strategis dengan Usaha Besar
Transformasi ini bukan hanya soal adaptasi, tetapi juga langkah strategis untuk menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang tangguh.
Untuk mendukung transformasi kewirausahaan, Kementerian UMKM telah mengambil berbagai langkah konkret. Beberapa di antaranya meliputi: Penyederhanaan Akses Pembiayaan, Pelatihan untuk Meningkatkan Kapasitas Usaha, Perluasan Akses Pasar, Sistem Holding UMKM.
Dalam acara AIFA, Kementerian UMKM dan KAHMI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bertema “Supporting Halal and Green Economy in the International Fashion Industry.”
BACA JUGA: Bazar UMKM Kemenkeu 2024: Dorong Digitalisasi dan Globalisasi UMKM Bengkulu
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam mendorong kewirausahaan berbasis ekonomi halal dan ramah lingkungan. Penandatanganan MoU ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui kerja sama dengan Kementerian UMKM, anggota KAHMI diharapkan dapat diberdayakan untuk membangun jiwa kewirausahaan. Langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh dan mampu bersaing di era global.
BACA JUGA: Business Matching dan Sosialisasi Literasi Keuangan untuk Pelaku UMKM
Maman Abdurrahman menekankan bahwa UMKM harus menjadi tulang punggung perekonomian nasional, terutama dengan adanya tantangan global yang semakin kompleks. Transformasi organisasi seperti KAHMI menjadi krusial untuk mencapai tujuan ini.
“Transformasi ini akan memperkuat peran KAHMI dalam memberdayakan anggotanya dan menjadikan mereka pelaku usaha yang kompeten, sehingga mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga internasional,” ujar Maman. (**)
Editor: (KB1) Share
Kontibutor Jakarta Miftahul











