Kota Bengkulu Masuk Jajaran Kota Paling Inovatif, Dalam Ajang IGA 2025
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025, Rabu (10/12/25). Penghargaan bergengsi ini menempatkan Kota Bengkulu sebagai salah satu daerah dengan kinerja inovasi terbaik di Indonesia.
Pada ajang tersebut, Kota Bengkulu berhasil menyabet predikat Kota Sangat Inovatif Tahun 2025, sebuah pengakuan atas konsistensi dan keberhasilan pemerintah daerah dalam menghadirkan terobosan baru di bidang tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
||BACA JUGA: Kota Bengkulu Siap Pertahankan Gelar Kota Paling Inovatif di Ajang IGA 2025
Wali Kota Dedy Wahyudi menerima penghargaan tersebut secara langsung, didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah. Kehadiran jajaran pimpinan daerah menunjukkan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah.
Innovative Government Award (IGA) 2025 merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kemendagri. Program ini bertujuan memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten, maupun kota yang dinilai berhasil menciptakan dan menerapkan inovasi secara berkelanjutan.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Serukan Hapus Ego Sektoral di HUT Korpri ke-54
IGA tidak sekadar menilai jumlah inovasi, tetapi juga mengukur kualitas dan dampaknya terhadap masyarakat. Daerah yang meraih penghargaan dinilai mampu menciptakan solusi nyata atas permasalahan publik melalui pendekatan kreatif, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan warga.
Dalam pernyataan usai menerima penghargaan, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, Kota Bengkulu kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui Innovative Government Award 2025,” ujar Dedy.
||BACA JUGA: Kota Bengkulu Catat 274 Inovasi di IGA 2025, Target Tembus 3 Besar Nasional
Dedy menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol prestise, melainkan pengakuan atas proses transformasi yang telah dijalankan Pemerintah Kota Bengkulu dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, inovasi menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan transparan.
Ia menyebut, transformasi pemerintahan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada digitalisasi, tetapi juga pada perubahan budaya kerja aparatur, penyederhanaan birokrasi, serta peningkatan kualitas layanan yang langsung dirasakan masyarakat.
“Penghargaan ini bukan capaian pribadi. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemkot Bengkulu. Transformasi yang kita lakukan terbukti memberikan dampak nyata dan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat,” Kata Dedy.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Resmikan SI-Pukek, Aplikasi Monitoring Kinerja Berbasis Digital
Dedy Wahyudi menambahkan bahwa arah inovasi yang dibangun Pemerintah Kota Bengkulu selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat. Setiap terobosan diarahkan untuk mempermudah layanan, memangkas waktu birokrasi, meningkatkan transparansi, serta menciptakan rasa keadilan bagi warga.
Ia menilai, inovasi hanya akan bermakna jika benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, bukan hanya tercatat dalam laporan administratif.
“Kami ingin inovasi yang berdampak. Bukan sekadar angka atau dokumen, tetapi solusi nyata yang membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Dedy.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Akan Adopsi Model Pendidikan di Singapura
Dengan diraihnya penghargaan ini, Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya inovasi di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap OPD didorong untuk aktif menciptakan ide baru dan berani melakukan pembaruan.
Dedy menyatakan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga pemerintah daerah harus adaptif dan responsif. Tanpa inovasi, daerah akan tertinggal dalam persaingan nasional maupun regional.
“Penghargaan ini bukan garis akhir. Justru ini menjadi pemacu agar seluruh jajaran bekerja lebih kreatif dan berani berinovasi demi pelayanan publik yang semakin baik,” pungkas Dedy. (**)
Redaksi : (KB1) Bagikan
Pewarta : QQ











