Kota Bengkulu Siap Pertahankan Gelar Kota Paling Inovatif di Ajang IGA 2025

Ajang IGA 2025
Foto: Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi (Ft/Dok).

Kota Bengkulu Siap Pertahankan Gelar Kota Paling Inovatif di Ajang IGA 2025

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu kembali menatap panggung nasional dengan optimisme tinggi. Setelah empat tahun berturut-turut menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Innovation Government Award (IGA) yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, kini Kota Bengkulu bersiap mempertahankan gelar sebagai salah satu kota paling inovatif di Indonesia pada IGA 2025.

Ajang tahunan bergengsi tersebut menjadi barometer nasional bagi daerah dalam menciptakan terobosan dan inovasi pelayanan publik. Melalui kompetisi ini, pemerintah pusat menilai sejauh mana daerah mampu menghadirkan kebijakan yang kreatif, efektif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

||BACA JUGA: Seluma Matangkan Kerja Sama Pendirian Sekolah Laboratorium Pancasila

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga semangat inovasi di seluruh lini pemerintahan. Keyakinan itu ia sampaikan usai menyerahkan Penghargaan Inovasi Daerah (IGA) Tingkat Kota Bengkulu 2025 di Balai Kota Bengkulu, Kamis (9/10/2025).

“Kita pernah menjadi yang terbaik tingkat nasional, juara satu. Karena itu, kita punya tanggung jawab untuk terus menjaga semangat inovasi. Kota Bengkulu akan terus melangkah maju, karena inovasi sudah menjadi bagian dari budaya kerja pemerintah dan masyarakat kita,” ujar Dedy Wahyudi.

||BACA JUGA: Mukomuko Dipercaya Bulog Bangun Gudang Logistik Pangan Nasional, Serap Hasil Panen Petani

Sejak tahun 2021 hingga 2024, Kota Bengkulu secara konsisten berhasil menembus 10 besar nasional dalam kategori Kota Paling Inovatif. Capaian tersebut menandakan bahwa semangat inovasi bukan sekadar slogan, melainkan sudah mengakar dalam tata kelola pemerintahan di Bumi Rafflesia.

Menurut Dedy, keberhasilan Kota Bengkulu tidak lepas dari kolaborasi seluruh perangkat daerah yang terus berinovasi tanpa henti. Ia mengingatkan, inovasi bukan hanya tentang teknologi atau digitalisasi, tetapi lebih kepada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.

“Inovasi itu bukan hanya teknologi. Bisa saja bentuknya pelayanan yang lebih cepat, sistem birokrasi yang ringkas, atau kebijakan yang memberi manfaat langsung. Kuncinya ada pada kebermanfaatan,” tegas Dedy.

||BACA JUGA: Persaingan Ketat Jabatan Sekda Bengkulu: Delapan Pejabat Lolos Seleksi Administrasi, Lanjut ke Tahap Berikutnya

Beberapa program unggulan Pemkot Bengkulu menjadi contoh nyata penerapan inovasi yang berdampak sosial. Di antaranya:

  1. Gerakan Peduli Sesama (GPS) – inisiatif yang melibatkan ASN untuk membantu warga kurang mampu, sebagai bentuk kepedulian sosial yang terstruktur.
  2. Smart Bengkulu – sistem digital terpadu yang mengintegrasikan layanan publik berbasis elektronik, seperti perizinan, administrasi kependudukan, dan pengaduan masyarakat.
  3. Program Kampung Bahagia – gerakan sosial berbasis komunitas yang mengedepankan nilai gotong royong, kebersamaan, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu berupaya memastikan seluruh layanan publik berjalan cepat, transparan, dan efisien.

||BACA JUGA: Program Makan Bergizi Gratis Genap Setahun, Anak Sehat Ekonomi Daerah Tumbuh

Wali Kota Dedy Wahyudi menekankan, keberhasilan Kota Bengkulu dalam ajang Innovation Government Award tidak mungkin tercapai tanpa kerja sama lintas sektor. Ia menyebut, kolaborasi adalah kunci utama untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan.

“Kita bekerja bersama, bukan sendiri. Kolaborasi adalah kekuatan terbesar kita. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam gerakan inovasi daerah,” ujarnya.

Pemkot Bengkulu juga aktif menggandeng akademisi, komunitas kreatif, pelaku usaha, dan lembaga swasta dalam merancang serta mengimplementasikan program inovatif. Pendekatan kolaboratif ini membuat setiap ide baru memiliki ruang untuk tumbuh dan diterapkan secara nyata.

||BACA JUGA: Daerah Protes Pemotongan TKD: APPSI Minta Keadilan Fiskal, Bengkulu Terdampak Rp347 Miliar

“Setiap inovasi lahir dari gagasan kecil yang dikerjakan bersama. Kita ingin menciptakan ekosistem inovatif yang tidak hanya ada di pemerintahan, tetapi juga menjadi budaya masyarakat Bengkulu,” imbuh Dedy.

Salah satu langkah strategis yang diambil Pemkot Bengkulu adalah memperkuat sistem digitalisasi pelayanan publik. Melalui platform Smart Bengkulu, masyarakat kini dapat mengakses berbagai layanan pemerintahan secara cepat dan transparan.

Inovasi ini tidak hanya memangkas waktu dan biaya administrasi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja birokrasi. Layanan seperti e-Perizinan, e-Administrasi, hingga sistem aduan warga berbasis digital, menjadi bukti nyata transformasi layanan publik di daerah tersebut.

||BACA JUGA: Bappenas Resmi Luncurkan Master Plan Produktivitas Nasional 2025–2029, Tonggak Menuju Indonesia Emas 2045

“Transformasi digital adalah keniscayaan. Pemerintah harus hadir dengan sistem yang mudah, cepat, dan dapat diakses oleh siapa pun. Itu yang sedang kami bangun di Bengkulu,” jelas Dedy.

Pemkot Bengkulu juga mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus berinovasi sesuai bidangnya masing-masing. Setiap OPD diwajibkan memiliki minimal satu inovasi baru setiap tahun, baik dalam bentuk kebijakan, pelayanan publik, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kebijakan ini terbukti efektif mendorong lahirnya berbagai gagasan kreatif dari ASN muda di lingkungan Pemkot. Sejumlah program berbasis pelayanan publik bahkan berhasil direplikasi oleh pemerintah daerah lain sebagai contoh keberhasilan inovasi daerah.

||BACA JUGA: AHY Tegaskan Pentingnya Standar Konstruksi Bangunan Untuk Keselamatan Publik

“ASN harus menjadi motor perubahan. Jangan takut berinovasi, karena dari ide-ide kecil itulah lahir terobosan besar,” tutur Dedy Wahyudi.

Selain dari unsur pemerintah, masyarakat juga diberi ruang untuk menyampaikan gagasan inovatif melalui forum Bengkulu Innovation Forum, wadah komunikasi antara warga, akademisi, dan pemerintah. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *