Kemenag Kabupaten Kaur: 2 Madrasah Tahun 2025 akan Direhab Oleh Kementerian PUPR
KANTOR-BERITA.COM, KAUR|| Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kaur terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan di wilayahnya. Pada tahun 2024, Kemenag Kabupaten Kaur telah menerima dana pembangunan melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Proyek tersebut meliputi pembangunan: Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Luas, Ruang belajar baru di MTsN 1 Kaur, Gedung MIN 2 Beteng Harapan, yang kini berganti nama menjadi MIN 6 Kaur di Kecamatan Maje.
BACA JUGA: Pemerintah Resmi Keluarkan SEB Aturan Pembelajaran Selama Ramadan 2025
Kepala Kemenag Kabupaten Kaur, Muhammad Soleh, M.Pd, menyampaikan kabar baik bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Kaur akan mendapatkan rehabilitasi berat dua bangunan madrasah, MTsN 2 Kaur dan MTsN 5 Kaur.
Rehabilitasi ini akan didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di daerah.
BACA JUGA: Pj Sekda Kota Bengkulu Buka Lomba Bercerita SD dan MI: Latih Kemampuan Komunikasi Generasi Muda
“Insyaallah, tahun 2025 kita akan mendapatkan renovasi berat dari PUPR. Tentu ini akan berdampak positif pada mutu dan kualitas pendidikan di madrasah,” Kata Muhammad Soleh.
Muhammad Soleh menjelaskan bahwa perhatian terhadap infrastruktur madrasah di Kabupaten Kaur sangat diperlukan. Sebagian besar bangunan madrasah masih membutuhkan perbaikan signifikan untuk mendukung proses belajar-mengajar yang optimal.
BACA JUGA: Gubernur Bengkulu Pimpin Pembukaan Rapat Koordinasi BAN-PDM: Integrasi Akreditasi Pendidikan
“Kami sangat berharap pembangunan melalui pendanaan SBSN dan program PUPR terus berlanjut, karena banyak gedung madrasah di sini yang memerlukan perhatian serius,” ujar Muhammad Soleh.
Menurutnya, dengan adanya gedung baru yang representatif, masyarakat akan lebih percaya pada kualitas madrasah. Hal ini juga berpotensi meningkatkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di madrasah.
BACA JUGA: Mendikbudristek dan 29 Mitra Strategis, Kampanye Sekolah Sehat untuk Anak-anak Indonesia
Selain fokus pada pembangunan fisik, Muhammad Soleh juga menyoroti pentingnya efisiensi dalam pengelolaan dana pendidikan. Ia menegaskan bahwa madrasah di Kabupaten Kaur terus berupaya memaksimalkan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar tidak ada pungutan tambahan yang membebani masyarakat.
“Kami selalu berupaya memanfaatkan dana BOS semaksimal mungkin. Hal ini untuk memastikan tidak ada pungutan-pungutan lain di madrasah yang dapat membebani orang tua siswa,” Ungkap Muhammad Soleh.
BACA JUGA: Pembangunan SMAN 12 Kaur, Komitmen Gubernur Tingkatkan Akses dan Mutu Pendidikan
Untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan lancar, dua madrasah yang akan menerima rehabilitasi berat, yakni MTsN 2 Kaur dan MTsN 5 Kaur, telah menjalani survei lapangan oleh tim PUPR pusat. Survei ini bertujuan untuk menilai kondisi bangunan dan menentukan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam proses renovasi.
“Kami berharap rehabilitasi ini bisa terlaksana dengan baik, sehingga mutu pendidikan dan pelayanan di madrasah semakin meningkat,” tegas Muhammad Soleh. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











