Kapolda Kalbar Sampaikan Kultum di Masjid Raya Mujahidin: Seruan untuk Menjaga Keamanan Selama Ramadan

Kuliah Tujuh Menit
Foto: Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Pipit Rismanto, di dampingi Pejabat Utama Polda Kalbar, pada acara Berbuka Bersama dan sekaligus Kultum di depan para Jamaah, acara berlangsung di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Pada malam Kamis, (06/3/25), (Ft/Ist).

Kapolda Kalbar Sampaikan Kultum di Masjid Raya Mujahidin: Seruan untuk Menjaga Keamanan Selama Ramadan

KBRN1, KALBAR|| Masjid Raya Mujahidin Pontianak kembali menyuguhkan suasana penuh makna di tengah perayaan Ramadhan. Malam itu, Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., tampil memberikan Kuliah Tujuh Menit (Kultum), Pada malam Kamis, (06/3/25), yang menggugah hati dan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengedepankan nilai kebaikan. Pesan-pesan yang disampaikan disertai ajakan untuk mencegah segala bentuk kemungkaran serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan keamanan di tengah bulan suci.

Dalam acara tersebut, Kapolda ditemani oleh Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Kalbar, Ny. Nila Pipit Rismanto, serta sejumlah pejabat utama Polda Kalbar. Di samping itu, kehadiran ketua LDIPM Masjid Raya Mujahidin dan para imam masjid turut melengkapi momen penuh makna ini. Tidak hanya pejabat dan tokoh keagamaan, masyarakat setempat pun hadir dengan antusias untuk melaksanakan ibadah Shalat Tarawih bersama. Kehadiran berbagai lapisan masyarakat dalam satu atap mengukuhkan bahwa momen Ramadan selalu menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat solidaritas sosial.

BACA JUGA: Buka Puasa Bersama, Gubernur Kalbar Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

Dalam Kuliah Tujuh Menit (kultum), Kapolda Kalimantan Barat menyampaikan pesan yang tegas dan jelas. Ia menekankan bahwa tugas Polri sejalan dengan peran ulama, yakni mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Menurutnya, peran aparat keamanan tidak hanya sebatas menjaga ketertiban, tetapi juga harus mampu memberikan contoh serta mendidik masyarakat untuk menjauhi perbuatan yang merugikan. Dengan bahasa yang lugas dan penuh keyakinan, beliau menyampaikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh Polri harus mendukung terciptanya suasana aman dan kondusif, terutama di bulan suci Ramadan.

Kapolda juga mengingatkan tentang peningkatan potensi gangguan keamanan selama Ramadan. Ia menyoroti beberapa isu penting seperti balap liar, tawuran, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, serta kejahatan lain yang sering kali melibatkan remaja.

BACA JUGA: Silaturahmi Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Jamallulael dan Media: Sinergi untuk Kemajuan Kalimantan Barat

“Analisis Polda Kalbar menunjukkan bahwa degradasi mental remaja dipicu oleh kurangnya perhatian keluarga, pengaruh pergaulan negatif, dampak media sosial dan minimnya pendidikan karakter,” ujar Irjen Pol. Pipit Rismanto.

Kapolda mengajak para orang tua dan pendidik untuk secara aktif memberikan contoh dan bimbingan yang baik. Pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan rumah dan terus diperkuat melalui kegiatan di sekolah dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan generasi muda dapat memiliki landasan moral yang kokoh, mampu menolak segala bentuk penyimpangan, dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.

BACA JUGA: Polda Kalimantan Barat Ungkap Kasus Importasi Ilegal Pakaian Bekas 36 Ton, Kerugian Negara Capai Rp7,3 Miliar

Di balik rangkaian kegiatan keagamaan tersebut, Kabidhumas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, menyatakan komitmen aparat kepolisian untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Menurutnya, momen Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat untuk mengajak semua elemen masyarakat bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kalimantan Barat.

“Polda Kalbar berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dan terbuka terhadap kritik serta saran demi mewujudkan Kalbar yang aman,” ungkapnya di hadapan para wartawan.

BACA JUGA: Kalimantan Barat Tetapkan 7 Desa Antikorupsi di Hakordia 2024

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa Polri tidak hanya fokus pada tugas-tugas operasional, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan dialog dan kerja sama dengan masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis dan terbuka, Polri berupaya membangun kepercayaan publik serta mendukung terciptanya iklim sosial yang harmonis. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi dan refleksi bersama, sehingga setiap masukan dari masyarakat dapat direspons dengan solusi yang tepat dan konstruktif. (Yan’S).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *