Buka Puasa Bersama, Gubernur Kalbar Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat
KBRN1,KALBAR|| Di tengah semangat menyambut bulan suci Ramadan, Kalimantan Barat kembali memperlihatkan kekompakan dan kebersamaan melalui acara Ramah Tamah dan Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan di Aula Pendopo Gubernur. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, (06/3/25), dan berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat serta aparat pemerintah dalam satu wadah untuk berbagi kehangatan dan kepedulian.
Acara yang diadakan di Aula Pendopo Gubernur Kalbar ini menghadirkan kehadiran sejumlah tokoh penting. Di antaranya, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, hadir secara langsung untuk menunjukkan dukungan institusional terhadap nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang sangat melekat pada bulan Ramadan. Kehadiran beliau memberikan semangat dan kepercayaan diri bahwa keamanan serta kesejahteraan masyarakat selalu menjadi prioritas bersama.
BACA JUGA: Peduli Sosial, Polda Kalbar Bagikan Takjil Gratis Bulan Suci Ramadhan Kepada Masyarakat
Rangkaian acara pun dimulai dengan sambutan hangat yang disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dan Wakil Gubernur Krisantus. Mereka membuka acara dengan penuh antusiasme, mengajak seluruh peserta untuk menyatukan hati dan pikiran. Menurut Gubernur Ria Norsan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antara pejabat Forkopimda, Pemerintah Provinsi, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa keberadaan momen seperti ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan serta memperkuat rasa persatuan di tengah tantangan zaman.
Acara buka puasa bersama kali ini tidak hanya dihadiri oleh pejabat tinggi dan aparat pemerintah, tetapi juga melibatkan para ASN Pemprov Kalimantan Barat, tokoh masyarakat, serta anak-anak dari panti asuhan. Keterlibatan berbagai elemen ini membuktikan bahwa momen Ramadan mampu menyatukan semua lapisan masyarakat dalam satu tujuan, yaitu berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan sosial. Peserta yang datang pun tampak antusias menyambut setiap rangkaian acara, mulai dari sesi berbuka puasa, diskusi santai, hingga pembagian santunan untuk anak-anak yatim piatu.
BACA JUGA: Gubernur Kalbar Ria Norsan Fokus Normalisasi Sungai untuk Cegah Banjir
“Kita berkumpul di sini untuk saling mendekatkan hati, menguatkan persatuan, dan tentunya berbagi berkah di bulan yang mulia ini, Kami ingin memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat mendapatkan kesempatan untuk berbagi kebahagiaan, terutama di bulan yang penuh berkah ini” Ujar Gubernur Norsan
Gubernur bersama tim langsung menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim piatu yang berada di beberapa panti asuhan di wilayah Pontianak. Walaupun jumlah santunan yang diberikan tidak terlalu banyak, pihak penyelenggara berharap bahwa apa yang diberikan tersebut dapat membantu meringankan beban dan menambah semangat anak-anak untuk terus berjuang.
BACA JUGA: Satgas Pangan Polda Kalbar: Pantau Harga Bahan Pokok dan Cegah Penimbunan di Pasar Pontianak
“Santunan ini kami berikan dengan sepenuh hati, meskipun jumlahnya terbatas, namun kami yakin keikhlasan akan membawa berkah bagi yang menerimanya,” Kata Gubernur Ria Norsan.
Gubernur Ria Norsan menambahkan, Tradisi buka puasa bersama telah lama mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia, khususnya di bulan Ramadhan. Kegiatan ini bukan sekadar ajang untuk mencicipi hidangan lezat setelah seharian menahan lapar, tetapi juga sebagai momentum untuk berbagi kebaikan dan membangun relasi sosial yang lebih erat Di Kalimantan Barat, acara ini diadakan dengan tata cara yang penuh khidmat dan keindahan budaya lokal.
BACA JUGA: Pangdam XII/Tanjungpura: Dorong Transformasi TNI AD Pada Acara Serah Terima Asrendam & Asintel
“Di tengah riuh rendah aktivitas sehari-hari, momen buka puasa bersama memberikan kesempatan bagi kita semua untuk berhenti sejenak, merenung dan menyatukan hati, Aktivitas ini mengajarkan nilai keikhlasan dan rasa syukur, mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan dan untuk terus berbagi dengan sesama. Dengan begitu, Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk menahan lapar, tetapi juga sebagai waktu yang menyatukan perbedaan menjadi satu kesatuan yang harmonis,” Tutup Ria Norsan. (Yan’S).











