Foto: Petani dari desa Dusun Baru lagi menunggu angkutan untuk membawa hasil bumi, saat disambangi oleh awak media, pada hari rabu, (10/9/25), (Ft/Ist).
Hasil Bumi Melimpah, Warga Kecamatan Seginim Terganjal Infrastruktur Rusak
Kantor-Berita.Com, Bengkulu Selatan|| Kecamatan Seginim, salah satu wilayah penting di Kabupaten Bengkulu Selatan, memiliki luas 56,68 km² dan terbagi menjadi 22 desa dan kelurahan. Dengan jumlah penduduk sekitar 18.168 jiwa, wilayah ini sebenarnya menyimpan potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan hortikultura. Namun, potensi tersebut tidak berkembang optimal akibat terbatasnya akses infrastruktur dasar, terutama jalan dan jembatan.
Seginim dikenal sebagai salah satu lumbung pertanian di Bengkulu Selatan. Hampir seluruh warganya menggantungkan hidup pada sawah, perkebunan jagung, sayuran hortikultura, dan perikanan darat. Desa-desa di Seginim, seperti Durian Seginim (7,68 km²), Muara Danau (6,64 km²), Banding Agung (2,98 km²), Padang Lebar (2,13 km²), dan Dusun Baru (1,08 km²), memiliki lahan subur yang menjadi penopang perekonomian warga.
Foto: Tampak salah satu motor milik warga terperosok di jembatan penghubung yang telah rusak, pada hari rabu, (10/9/25), (Ft/Ist).
Sayangnya, hasil bumi yang melimpah sering terhambat untuk dipasarkan karena infrastruktur penghubung antardesa yang masih minim. Jalan desa sebagian besar rusak, sementara beberapa jembatan yang menjadi jalur vital kini kondisinya rusak parah.
“Potensi alam kami besar, tapi karena akses jalan dan jembatan rusak, hasil pertanian sulit keluar ke pasar. Biaya transportasi jadi tinggi menggunakan Ojek Motor, sementara harga jual panen turun,” keluh seorang petani dari Desa Dusun Baru, pada hari Rabu, (10/9/25).
Kondisi ini diperparah oleh kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang membatasi kemampuan daerah untuk melakukan pembangunan infrastruktur secara menyeluruh. Menurut sejumlah aparat desa, pemangkasan anggaran membuat pemerintah daerah kesulitan mengalokasikan dana untuk proyek strategis, termasuk pembangunan jembatan permanen yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kami paham kondisi fiskal pemerintah, tapi kebutuhan masyarakat di desa-desa Seginim sangat mendesak. Infrastruktur dasar seperti jembatan tidak bisa ditunda lagi, karena menyangkut keselamatan warga,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat.
Salah satu persoalan paling mendesak adalah jembatan penghubung desa yang berada di Seberang Air Nipis, belakang Desa Dusun Baru. Jembatan ini merupakan jalur tercepat penghubung antara Dusun Baru, Padang Lebar, dan Muara Danau. Namun, kondisinya kini ambruk dan membahayakan.
Menurut Kepala Desa Dusun Baru, Husnaniah, jembatan penghubung tersebut sebenarnya sudah lama dikeluhkan warga. Beberapa kali dilakukan perbaikan darurat secara swadaya oleh masyarakat, tetapi daya tahannya tidak lama. Kondisi itu kerap menimbulkan kecelakaan bahkan korban jiwa.
“Jembatan ini sangat vital, tapi sekarang sudah rusak, Pernah ada warga yang jatuh hingga kehilangan nyawa saat melintas. Kami sudah berusaha memperbaiki seadanya dengan kayu dan bambu, tapi itu tidak cukup aman,” tegas Husnaniah.
Jembatan di Seberang Air Nipis bukan hanya sekadar penghubung antar desa, tetapi juga urat nadi kehidupan warga. Petani menggunakannya untuk membawa hasil panen ke pasar, sementara warga yang sakit harus melintasinya ketika menuju puskesmas atau rumah sakit.
Melihat kondisi tersebut, warga berharap agar pemerintah segera membangun jembatan penghubung permanen yang lebih kokoh dan aman. Keberadaan jembatan permanen akan mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi warga.
“Kalau ada jembatan permanen, akses hasil pertanian lebih lancar. Petani bisa membawa hasil panen ke pasar dengan cepat dan biaya transportasi menurun. Perekonomian desa pasti akan meningkat,” ungkap Husnaniah.
Pembangunan jembatan permanen di Seberang Air Nipis bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan urgensi mendesak demi keselamatan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Jika pemerintah segera bertindak, maka Seginim bukan hanya mampu menggerakkan perekonomian lokal, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Bengkulu Selatan secara keseluruhan. (**)
Sering Dilanda Genangan, Desa Sukaraja Usulkan Pembangunan Saluran Irigasi Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Sukaraja, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan saluran…
Budaya Gotong Royong Tetap Hidup, Warga Sukaraja Bersihkan Lingkungan Masjid Kantor-Berita.Com|| Semangat gotong royong masih menjadi budaya yang terus dijaga masyarakat Desa Sukaraja, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan. Hal itu…
LPHB Bongkar Dugaan Kejanggalan SPMB SMPN 2 Kota Bengkulu, Minta Audit Menyeluruh Kantor-Berita. Com|| Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu menuai sorotan. Direktur Eksekutif…
Musdes RKPDes 2027 Desa Gajah Mati Bahas Prioritas Pembangunan Desa Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Gajah Mati, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan Pembangunan Desa dalam rangka…