Faham Syah Ajak Mahasiswa Bengkulu Jadi Pengawas Aktif Pemilu 2024 di OSMB UT
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Faham Syah, menjadi pemateri dalam kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Universitas Terbuka Bengkulu, yang diselenggarakan pada Sabtu, (14/9/24), Kegiatan tersebut diadakan di Hotel Santika Bengkulu dan dihadiri oleh sekitar 500 mahasiswa baru. Kehadiran Faham Syah di acara ini memberikan warna tersendiri karena ia membawa topik yang sangat relevan dengan tahun politik, yakni peran mahasiswa dalam pengawasan partisipatif pada Pemilihan Serentak 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Faham Syah mengangkat tema “Peran Mahasiswa dan Strategi Pengawasan Partisipatif pada Pemilihan Serentak 2024”. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai generasi muda yang kritis dan berpendidikan untuk turut serta dalam menjaga integritas pemilu melalui pengawasan partisipatif. Pengawasan partisipatif ini adalah cara agar mahasiswa dan masyarakat umum bisa terlibat langsung dalam proses demokrasi, memastikan bahwa pelaksanaan pemilu berjalan dengan jujur, adil, dan transparan.
BACA JUGA: Bawaslu Kota Bengkulu Sebut: Pelanggaran Serius Pencatutan Nama oleh Pasangan Calon Perseorangan
Dalam presentasinya, Faham Syah juga mengingatkan pentingnya mahasiswa untuk memastikan bahwa mereka telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Apakah kalian semua sudah terdaftar sebagai pemilih?” tanya Faham kepada peserta dengan penuh antusias.
Ia menegaskan bahwa hak memilih merupakan bagian fundamental dari hak asasi setiap warga negara. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan aktif memeriksa status mereka sebagai pemilih melalui situs resmi KPU atau layanan lainnya yang telah disediakan.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Dukung Bawaslu dengan Pinjamkan Gedung untuk Pemilukada
Faham juga menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif bukan hanya tugas dari lembaga resmi seperti Bawaslu, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Ia mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam mengawasi jalannya pemilu dengan memanfaatkan berbagai platform yang tersedia. Melalui pengawasan ini, mahasiswa diharapkan bisa menjadi agen perubahan yang memastikan proses pemilu bebas dari kecurangan.
Ia mengungkapkan beberapa strategi pengawasan partisipatif yang dapat diterapkan oleh mahasiswa. Pertama, dengan aktif melaporkan pelanggaran pemilu yang mereka saksikan langsung di lapangan. Mahasiswa bisa melaporkan segala bentuk kecurangan, mulai dari politik uang, penggunaan fasilitas negara oleh calon tertentu, hingga kampanye hitam. Kedua, Faham mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk mengawasi dan memberikan informasi kepada masyarakat luas mengenai pemilu. Penggunaan teknologi ini diyakini bisa mempercepat dan memperluas jangkauan pengawasan.
BACA JUGA: Transparansi Informasi Pemilu: Bawaslu Provinsi Bengkulu Sampaikan Laporan Layanan Informasi Publik
Lebih jauh, Faham Syah mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa keterlibatan dalam proses pengawasan pemilu adalah bagian dari pendidikan politik yang penting. Melalui keterlibatan langsung, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teknis pemilu, tetapi juga mendapatkan wawasan lebih luas mengenai sistem demokrasi, dinamika politik, serta peran warga negara dalam menjaga stabilitas negara.
Setelah pemaparan materi, Faham Syah tidak hanya memberikan teori, namun juga melakukan interaksi langsung dengan para peserta melalui sesi tanya jawab. Sesi ini disambut antusias oleh mahasiswa yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai strategi pengawasan pemilu, hak-hak mereka sebagai pemilih, dan bagaimana mereka bisa terlibat aktif dalam proses demokrasi. Untuk lebih menyemangati para peserta, Faham Syah juga mengadakan sesi doorprize bagi mahasiswa yang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukannya. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











