Erosi di DAS Sungai Selagan dan Manjuto Ancam Permukiman dan Infrastruktur Mukomuko

Erosi Sungai Selagan dan Manjuto
Foto: Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, (ft/Ist).

Erosi di DAS Sungai Selagan dan Manjuto Ancam Permukiman dan Infrastruktur Mukomuko

KANTOR-BERITA.COM, MUKOMUKO|| Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyoroti ancaman erosi di dua daerah aliran sungai (DAS), yaitu Sungai Selagan dan Sungai Manjuto, yang semakin mengkhawatirkan, Erosi ini tidak hanya mengancam permukiman warga, tetapi juga infrastruktur penting seperti jalan provinsi. Penanganan masalah ini diperkirakan membutuhkan anggaran hingga puluhan miliar rupiah.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, menjelaskan bahwa meskipun Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) Sumatera VII telah mengajukan anggaran ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, realisasi tindakan konkret masih belum terlihat.

BACA JUGA: BPBD Mukomuko Usulkan Status Tanggap Darurat untuk Longsor Sungai Manjuto di Desa Pondok Panjang

“Kami terus berkoordinasi dengan BWSS, tetapi hingga kini penanganan tanggul belum dianggap darurat, Anggaran yang diperlukan untuk menangani erosi di Sungai Manjuto, Desa Lubuk Gedang, mencapai puluhan miliar rupiah, begitu juga dengan Sungai Selagan di Pondok Batu,” ungkap Apriansyah pada Minggu (19/1).

Apriansyah menekankan bahwa tingginya biaya penanganan erosi disebabkan oleh panjangnya bantaran sungai yang memerlukan perlindungan, Pembangunan tanggul di kedua sungai ini sangat mendesak untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada permukiman dan infrastruktur di sekitarnya.

BACA JUGA: Bupati Seluma Tinjau Lokasi Abrasi Sungai di Cahaya Negeri dan Air Petai untuk Penanganan Darurat

“Anggaran besar dibutuhkan karena kita harus menangani bantaran sungai yang cukup panjang di setiap lokasi, Kami berharap ada kemajuan dalam waktu dekat agar masalah ini bisa segera diatasi,” Kata Apriansyah.

Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko terus berupaya mempercepat koordinasi dengan BWSS Sumatera VII untuk memastikan penanganan erosi segera dilakukan, Apriansyah menyatakan bahwa pemerintah daerah juga telah menyampaikan urgensi masalah ini ke berbagai pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

BACA JUGA: Wakil Bupati Seluma Bersilaturahmi ke BWS Sumatera VII Usulkan DAS dan Bronjong

“Kami tidak tinggal diam, Koordinasi terus kami lakukan agar tanggul pengaman sungai ini bisa segera dibangun, Masalah ini mendesak karena menyangkut keselamatan masyarakat dan keberlanjutan infrastruktur penting,” jelas Apriansyah.

Sementara itu, Kepala Desa Pondok Batu, Kecamatan Kota Mukomuko, Joni Susandra, mengungkapkan bahwa erosi di Sungai Selagan telah menyebabkan kerusakan tanggul pengaman yang berimbas pada jalan provinsi. Hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan kepastian mengenai realisasi pembangunan tanggul tersebut.

BACA JUGA: Abrasi Pantai di Air Dikit Kabupaten Mukomuko, Apriansyah: Perlu Penangan Cepat

“Kami belum mendapat informasi tentang kapan pembangunan tanggul ini akan direalisasikan, Masyarakat sangat berharap tahun ini ada langkah nyata untuk mengatasi masalah ini,” kata Joni.

Menurutnya, kondisi saat ini cukup mengkhawatirkan. Jarak antara tepi Sungai Selagan dan jalan provinsi hanya tersisa sekitar dua meter, sehingga jika erosi terus meluas, jalan provinsi yang menjadi akses vital warga dapat terputus.

“Jika jalan provinsi sampai rusak akibat erosi, aktivitas warga akan terganggu, Kita memerlukan langkah cepat untuk menangani masalah ini sebelum kondisinya semakin parah,” tegas Joni. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Budi Utoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *