Abrasi Pantai di Air Dikit Kabupaten Mukomuko, Apriansyah: Perlu Penangan Cepat

Abrasi Pantai Air Dikit
Foto: Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko bersama Satlantas Polres Mukomuko melakukan Pembersihan Badan Jalan Lintas, akibat Gelombang Air Laut yang telah mencapai Badan Jalan beberapa waktu yang lalu, (ft/Dok/Ist).

Abrasi Pantai di Air Dikit Kabupaten Mukomuko, Apriansyah: Perlu Penangan Cepat

KANTOR-BERITA.COM, MUKOMUKO|| Kondisi abrasi pantai di sekitar pesisir Air Dikit, Kabupaten Mukomuko semakin memprihatinkan, terutama dengan naiknya air laut akhir-akhir ini yang mengakibatkan genangan air dan kerusakan pada Jalan Raya Lintas. Pemerintah daerah telah aktif berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu untuk mengatasi masalah ini, mengingat kewenangan penanganan berada pada kedua instansi tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, menjelaskan bahwa kondisi abrasi yang sangat parah dan telah menjadi perhatian serius pemerintah Daerah.

BACA JUGA: Pemerintah Kabupaten Mukomuko Akan Terima Jalan Inpres dari BPJN Juni 2024

“Kami juga telah mengajukan peningkatan tinggi talud untuk mengurangi dampak ombak yang mencapai daratan,” ujarnya Apriansyah pada Hari Rabu (26/6/24).

Penanganan Abrasi Pantai Air Dikit segera diperlukan mengingat potensi putusnya jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Barat dan Bengkulu akibat terus menerjangnya ombak dan genangan air laut. Langkah-langkah sebelumnya telah dilakukan di pesisir Desa Air Dikit, seperti pembuatan talud, pemasangan balok beton, dan perbaikan jalan nasional yang penting.

BACA JUGA: Pemkab Mukomuko Tingkatkan Keamanan Jembatan Desa Cinta Asih dengan Perbaikan Plat Besi

Namun, beberapa titik masih memerlukan perhatian khusus, terutama di gorong-gorong tempat air mengalir dari darat ke laut, “Pemasangan talud tidak selalu mungkin dilakukan di semua titik, terutama di gorong-gorong yang berfungsi sebagai saluran air, Ini menjadi titik masuknya air laut yang kemudian merusak jalan tanpa ada penghalang yang memadai,” tambah Apriansyah.

Apriansyah juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan setiap kejadian terbaru, termasuk saat gelombang pasang menghantam daratan dan merusak warung-warung di sekitar pantai serta menggenangi jalan raya, kepada BWSS dan Balai Pelaksana Jalan Nasional.

“Kami berharap langkah penanganan dapat segera dilaksanakan mengingat eskalasi kerusakan yang terjadi,” ungkapnya.

BACA JUGA: Soal Jalan Setia Budi, Tak Ada yang Disalahkan, Afriansyah: Tim PUPR Provinsi Bisa Turun Lapangan Bersama

Kesadaran akan eskalasi kerusakan ini semakin meningkat, dan penanganan yang cepat dan tepat dari kedua balai tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh abrasi pantai ini.

”Kami memahami bahwa pihak balai memiliki pemahaman dan pengetahuan yang lebih mendalam dalam menangani masalah ini, Kami berharap kerjasama ini dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk melindungi infrastruktur dan masyarakat setempat,” pungkas Apriansyah. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Budi Utoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *