Bupati Seluma Tinjau Lokasi Abrasi Sungai di Cahaya Negeri dan Air Petai untuk Penanganan Darurat

Bupati Seluma Erwin Octavian
Foto: Bupati Seluma Erwin Octavian (Baju Biru) pada saat meninjau abrasi sungai Seluma desa Air Petai, (Ist/RA).

Bupati Seluma Tinjau Lokasi Abrasi Sungai di Cahaya Negeri dan Air Petai untuk Penanganan Darurat

KANTOR-BERITA.COM, SELUMA|| Bupati Seluma, Erwin Octavian, SE, didampingi oleh Asisten I, H. Hendarsyah, S.IP, MT, Asisten II, Almedian Saleh, ME, serta Kepala Dinas PU-PR, M. Saipullah, ST, M.Si, melakukan peninjauan lokasi abrasi sungai Nelas di Desa Cahaya Negeri dan abrasi sungai di Desa Air Petai, Kecamatan Sukaraja, Pada hari Selasa, 28 Mei 2024, Kegiatan ini dilakukan untuk melihat langsung dampak abrasi yang mengancam rumah-rumah penduduk dan badan jalan di dua desa tersebut.

Bupati Seluma Erwin Octavian menyampaikan bahwa peninjauan ini sangat penting mengingat kondisi abrasi yang semakin mengkhawatirkan. Di Desa Cahaya Negeri, abrasi sungai sudah mengancam pemukiman warga, sementara di Desa Air Petai, badan jalan yang penting bagi mobilitas penduduk mulai terancam rusak oleh erosi.

Bupati Seluma Erwin Octavian
Foto: Bupati Seluma Erwin Octavian (Baju Putih dan Topi Putih) pada saat meninjau abrasi sungai Seluma desa Cahaya Negeri, pada hari Selasa, (28/5/24), (Ist).

“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi abrasi yang terjadi, Kami membawa tim konsultan dari Dinas PU untuk melakukan perhitungan dan evaluasi langsung di lapangan,” ujar Bupati Erwin.

Tim konsultan dari Dinas PU-PR segera melakukan pengukuran dan analisis di lokasi yang terdampak abrasi. Hasil dari perhitungan ini akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun usulan yang akan disampaikan ke kementerian terkait atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bupati Erwin berharap dengan data yang akurat dan up-to-date, pemerintah pusat bisa segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi masalah abrasi ini.

BACA JUGA: Pemerintah Seluma Gelar Pertemuan Advokasi Pelayanan Kesehatan Bergerak untuk Masyarakat Terpencil

Selain itu, Bupati Erwin juga berbicara tentang pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengatasi masalah abrasi sungai ini. Ia menekankan bahwa partisipasi aktif dari warga sangat dibutuhkan, baik dalam hal menjaga kebersihan sungai maupun mendukung program-program pemerintah yang bertujuan untuk memperkuat tanggul dan struktur pengaman lainnya di sepanjang sungai yang rentan terhadap abrasi.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam penanganan abrasi ini, Kami berharap warga desa dapat ikut serta menjaga kebersihan sungai dan mendukung program-program yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah ini,” tambah Bupati Erwin.

BACA JUGA: Upaya Lestarikan Tenun Bumpak Seluma sebagai Warisan Budaya: Bupati Terima Kunjungan Tim DJKI

Selama peninjauan, Bupati Erwin dan timnya juga berkesempatan berdialog dengan warga setempat. Warga menyampaikan kekhawatiran mereka dan berharap pemerintah bisa segera mengambil tindakan yang konkret. Bupati Erwin berjanji bahwa pemerintah daerah akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah ini secepatnya.

” Kami mendengar kekhawatiran warga dan kami berjanji akan berusaha sebaik mungkin untuk segera mengatasi masalah ini, Pemerintah daerah berkomitmen untuk melindungi warga dan memastikan bahwa mereka tidak terancam oleh abrasi sungai, ” kata Bupati Erwin.

Kepala Dinas PU-PR, M. Saipullah, ST, M.Si, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyusun beberapa rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk penanganan abrasi sungai di wilayah tersebut. Rencana jangka pendek termasuk pemasangan batu pengaman di titik-titik kritis dan pembersihan saluran air, sementara rencana jangka panjang meliputi pembangunan tanggul permanen dan restorasi vegetasi di sekitar sungai.

BACA JUGA: Bupati Seluma Erwin Octavian Gelar Kegiatan Sapa Warga di Desa Taba

” Untuk jangka pendek, kami akan fokus pada pemasangan batu pengaman dan pembersihan saluran air, Sedangkan untuk jangka panjang, kami akan membangun tanggul permanen dan melakukan restorasi vegetasi di sekitar sungai, ” jelas Saipullah.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat setempat, sangat penting untuk keberhasilan program penanggulangan abrasi ini.

“Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan program penanggulangan abrasi ini berhasil, Semua pihak perlu bekerja sama agar masalah ini bisa diatasi dengan efektif,” tambah Saipullah. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Rego

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *