Bupati Mukomuko Tinjau Proyek IPLT, Wujudkan Sanitasi Aman 2030

Proyek Sanitasi
Foto: Bupati Mukomuko, Choirul Huda, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ir. Apriansyah, ST., MT., turun langsung mendampingi tim Direktorat Sanitasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan monitoring lapangan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di wilayah Mukomuko, pada hari Rabu (29/10/25), (Ft/Ist).

Bupati Mukomuko Tinjau Proyek IPLT, Wujudkan Sanitasi Aman 2030

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sistem sanitasi daerah. Rabu (29/10/25), Bupati Mukomuko, Choirul Huda, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ir. Apriansyah, ST., MT., turun langsung mendampingi tim Direktorat Sanitasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan monitoring lapangan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di wilayah Mukomuko.

Fasilitas tersebut akan menjadi pusat pengolahan limbah tinja modern yang dirancang untuk melayani lima kecamatan di Kabupaten Mukomuko. Proyek strategis ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan sesuai dengan target Sanitasi Aman 2030 yang dicanangkan pemerintah pusat.

||BACA JUGA: Pelantikan PPPK, Bupati Mukomuko Ingatkan: Jabatan Adalah Amanah untuk Melayani

“Pembangunan IPLT ini merupakan bagian dari komitmen kita dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kami berharap pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu, sesuai spesifikasi, dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Bupati Choirul Huda di sela kunjungan lapangan.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Mukomuko tidak hanya fokus pada penyelesaian fisik proyek, tetapi juga menyiapkan sistem operasional yang berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan truk pengangkut tinja kepada Kementerian PUPR untuk tahun anggaran berikutnya.

||BACA JUGA: Mukomuko Dipercaya Bulog Bangun Gudang Logistik Pangan Nasional, Serap Hasil Panen Petani

“Kami sudah sampaikan usulan fasilitas truk tinja agar operasional IPLT nanti bisa optimal. Mudah-mudahan proposal tersebut dikabulkan, karena ini sangat dibutuhkan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tambah Bupati.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Ir. Apriansyah, ST., MT., menjelaskan secara rinci mengenai pentingnya keberadaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Menurutnya, IPLT merupakan fasilitas yang dibangun untuk mengolah limbah tinja dari tangki septik rumah tangga atau sumber penampungan lainnya agar aman sebelum dibuang ke lingkungan.

“IPLT dirancang untuk menerima, memisahkan, dan menguraikan lumpur tinja menggunakan proses fisik dan biologis. Tujuannya agar hasil pengolahan tidak membahayakan lingkungan maupun kesehatan masyarakat,” ungkap Apriansyah.

||BACA JUGA: Bupati Mutasi Pejabat Mukomuko, Dorong Pelayanan Publik Lebih Baik, Berikut Daftarnya

Ia menambahkan, kehadiran IPLT membawa dua manfaat besar bagi daerah: Melindungi lingkungan hidup – dengan mencegah pembuangan langsung limbah tinja ke sungai, tanah, atau sumber air yang dapat menyebabkan pencemaran. dan Menjaga kesehatan masyarakat – dengan mengolah limbah yang berpotensi menularkan penyakit agar aman dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar.

“Limbah tinja yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi sumber penyakit. Karena itu, pembangunan IPLT ini menjadi solusi nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ujar Apriansyah

Pembangunan IPLT di Mukomuko dirancang untuk melayani lima kecamatan utama yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi. Fasilitas ini diharapkan mampu menjangkau ribuan rumah tangga yang selama ini belum memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai.

||BACA JUGA: Sengketa Tapal Batas Desa di Mukomuko, Bupati Janji Penyelesaian Transparan

Dengan beroperasinya IPLT, proses penyedotan septic tank masyarakat akan dilakukan secara terjadwal dan profesional, sehingga tidak lagi dilakukan secara manual atau dibuang sembarangan. Hal ini akan membantu menekan risiko pencemaran air tanah dan menjaga kualitas lingkungan.

“IPLT Mukomuko nantinya akan menjadi fasilitas sanitasi terpadu yang dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain di Provinsi Bengkulu. Kami ingin memastikan setiap rumah tangga di lima kecamatan ini memiliki akses terhadap layanan sanitasi yang aman,” tutur Apriansyah.

Tim Direktorat Sanitasi Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR yang hadir dalam kegiatan monitoring menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Mukomuko. Mereka menilai proyek IPLT ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat infrastruktur dasar di bidang sanitasi.

||BACA JUGA: Gubernur dan Bupati Mukomuko Sepakat Perkuat Sinergi untuk Pemerataan Pembangunan

“Kami melihat progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Ke depan, yang perlu dikuatkan adalah pengelolaan dan keberlanjutan operasional agar fasilitas ini benar-benar berfungsi optimal,” kata perwakilan Direktorat Sanitasi. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Budi Utoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *