Bupati Bengkulu Utara Akan Bangun Ulang Pustu dan Dorong Puskesmas Rawat Inap di Pulau Enggano
Kantor-Berita.Com, Bengkulu Utara|| Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan. Dalam kunjungan kerja ke Pulau Enggano, Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.AP, menegaskan akan segera membangun kembali tiga Puskesmas Pembantu (Pustu) yang saat ini dalam kondisi rusak dan tak layak pakai.
Adapun tiga desa yang menjadi prioritas pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) adalah Desa Banjarsari, Desa Kaana, dan Desa Kahyapu, yang berada dalam wilayah administratif Kecamatan Enggano.
BACA JUGA: Relokasi Pedagang Pantai Panjang Dimulai Agustus, Pemkot akan Bangun Tugu sebagai Ikon Baru Wisata
Bupati Arie mengungkapkan bahwa pembangunan ulang Pustu di tiga desa ini merupakan langkah konkret untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, saat ini masyarakat di Pulau Enggano masih menghadapi keterbatasan akses, terutama karena jarak tempuh ke fasilitas kesehatan utama sangat jauh dan sulit dijangkau.
“Layanan kesehatan dasar harus hadir di setiap desa. Ini bukan lagi wacana, tapi kebutuhan yang mendesak. Dengan dibangunnya kembali Pustu di Banjarsari, Kaana, dan Kahyapu, masyarakat tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan pelayanan dasar,” ujar Arie saat meninjau langsung kondisi lapangan, (18/7/25).
BACA JUGA: Kemumu Suro Festival 2025: Bengkulu Utara Angkat Budaya Lokal dan Dorong Ekonomi Kreatif
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Arie juga merespons keluhan masyarakat mengenai sistem rujukan BPJS Kesehatan yang hanya bisa digunakan di fasilitas kesehatan tingkat lanjut di Provinsi Bengkulu. Hal ini sangat memberatkan warga Enggano yang tinggal di wilayah terluar dan harus menempuh perjalanan laut yang panjang jika harus dirujuk.
Sebagai solusi, Pemkab Bengkulu Utara mencanangkan peningkatan status Puskesmas Enggano menjadi Puskesmas Rawat Inap dengan kapasitas minimal 15 kamar rawat dan 2 ruang isolasi atau karantina.
“Kita ingin masyarakat Enggano bisa mendapatkan layanan rawat inap menggunakan BPJS langsung di sini, tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di kota. Ini adalah komitmen nyata dari pemerintah daerah untuk menghapus kesenjangan layanan kesehatan antara daratan dan kepulauan,” tegas Bupati Arie.
BACA JUGA: Desa Maju Makmur Gelar Musyawarah Ketahanan Pangan 2025, Libatkan BUMDes dan Warga
Langkah ini akan segera ditindaklanjuti dengan audiensi bersama Menteri Kesehatan guna mempercepat perwujudan fasilitas rawat inap dan peningkatan status layanan kesehatan di pulau tersebut.
Selain Pustu dan Puskesmas, pemerintah juga menargetkan peningkatan kapasitas Rumah Sakit Bersalin (RSB) Enggano. Dalam rencana jangka menengah, fasilitas tersebut akan diubah menjadi Rumah Sakit Pratama, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Rumah Sakit Pratama merupakan fasilitas kesehatan dengan layanan dasar namun memiliki kemampuan rawat inap dan layanan gawat darurat. Keberadaan rumah sakit ini sangat penting bagi Enggano yang secara geografis terpencil, terluar, dan terisolir, terutama saat kondisi cuaca ekstrem melanda.
BACA JUGA: Sekolah Rakyat 200 Miliar Siap Dibangun, Bengkulu Prioritaskan Anak Pra-Sejahtera
Tak hanya pembangunan fisik, ketersediaan sumber daya manusia dan sarana penunjang juga menjadi perhatian utama pemerintah. Oleh karena itu, Bupati Arie juga mencanangkan pembangunan rumah dinas tenaga kesehatan (nakes) di sekitar Puskesmas Enggano agar dokter dan perawat dapat menetap dengan nyaman.
Selain itu, sarana layanan seperti poli gigi yang saat ini belum tersedia juga akan dilengkapi.
“Kita tidak bisa bicara peningkatan kualitas layanan kesehatan jika tenaga medis tidak didukung tempat tinggal dan sarana yang memadai. Rumah dinas akan dibangun agar dokter tidak hanya datang saat diperlukan, tetapi bisa menetap dan siaga setiap saat,” Tutup Arie. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: Rio











