Foto: Pemerintah Desa Maju Makmur, menggelar musyawarah desa untuk membahas persiapan kegiatan ketahanan pangan tahun anggaran 2026. Musyawarah ini dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Juli 2025, dan berlangsung di Balai Desa, (Ft/Ist).
Desa Maju Makmur Gelar Musyawarah Ketahanan Pangan 2025, Libatkan BUMDes dan Warga
Kantor-Berita.Com, Mukomuko|| Pemerintah Desa Maju Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, menggelar musyawarah desa untuk membahas persiapan kegiatan ketahanan pangan tahun anggaran 2026. Musyawarah ini dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Juli 2025, dan berlangsung di Balai Desa Maju Makmur dengan semangat kolaboratif antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat.
Musyawarah ini bertujuan menyusun rencana strategis dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat desa, sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk memperkuat sektor pangan nasional dari akar rumput, yakni desa. Dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan ancaman perubahan iklim, pembangunan pangan desa menjadi prioritas utama agar masyarakat tetap bisa menikmati akses pangan yang cukup, aman, dan bergizi.
Foto: Pemerintah Desa Maju Makmur, pada saat menggelar musyawarah desa untuk membahas persiapan kegiatan ketahanan pangan tahun anggaran 2026, acara berlangsung di balai desa pada hari kamis, (3/6/25), (ft/Ist).
Musyawarah desa dipimpin langsung oleh Kepala Desa Maju Makmur, Hetis Triyanto, yang didampingi oleh Sekretaris Desa, Kasnok, serta dihadiri oleh perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), unit usaha desa, dan perwakilan masyarakat dari berbagai lapisan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Hetis Triyanto menyampaikan pentingnya perencanaan matang agar kegiatan ketahanan pangan tahun 2025 benar-benar memberikan manfaat yang luas dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Kita ingin Desa Maju Makmur menjadi desa yang mampu menyediakan pangan bagi warganya secara mandiri. Oleh karena itu, perencanaan kegiatan ketahanan pangan ini harus partisipatif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tegas Hetis Triyanto.
Program ketahanan pangan desa dirancang untuk memperkuat produksi lokal, mendorong pertanian organik, pemanfaatan pekarangan, peternakan mandiri, hingga pengembangan pasar pangan lokal.
Musyawarah ini menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan gagasan dan masukan, seperti pengembangan lahan produktif milik desa, pengadaan bibit unggul, program ternak desa, serta pengolahan hasil pertanian lokal berbasis UMKM.
Salah satu unit penting yang dibahas dalam musyawarah adalah peran BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dalam mendukung program ketahanan pangan. Melalui unit usaha yang dikelola secara profesional, BUMDes diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi dan penyedia sarana produksi pertanian, seperti pupuk, alat pertanian, dan pemasaran hasil panen warga.
“Kita perlu sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan BUMDes agar program pangan desa berjalan maksimal. BUMDes bisa menjadi distributor bibit, pembeli hasil panen, hingga penyedia pelatihan pertanian modern,” ujar Sekretaris Desa Kasnok. (**)
Sering Dilanda Genangan, Desa Sukaraja Usulkan Pembangunan Saluran Irigasi Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Sukaraja, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan saluran…
Budaya Gotong Royong Tetap Hidup, Warga Sukaraja Bersihkan Lingkungan Masjid Kantor-Berita.Com|| Semangat gotong royong masih menjadi budaya yang terus dijaga masyarakat Desa Sukaraja, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan. Hal itu…
LPHB Bongkar Dugaan Kejanggalan SPMB SMPN 2 Kota Bengkulu, Minta Audit Menyeluruh Kantor-Berita. Com|| Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu menuai sorotan. Direktur Eksekutif…
Musdes RKPDes 2027 Desa Gajah Mati Bahas Prioritas Pembangunan Desa Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Gajah Mati, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan Pembangunan Desa dalam rangka…