Banjir di Kota Pontianak: Pj Wali Kota Imbau Peringatan Dini dari BMKG
KBRN1 NASIONAL, PONTIANAK|| Penjabat Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Suryanto, menekankan pentingnya perhatian serius terhadap peringatan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi banjir akibat air pasang dan curah hujan tinggi, Langkah ini menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Pontianak untuk mengurangi dampak negatif yang dapat terjadi.
Menurut Edi, BMKG telah memberikan peringatan dini mengenai peningkatan risiko air pasang tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir pada Desember 2024, Dua hari terakhir, fenomena air pasang sudah mulai terlihat, dan ini menjadi perhatian besar baik bagi pemerintah maupun masyarakat.
BACA JUGA: Pj Gubernur Kalbar Salurkan Bantuan Atasi Kerawanan Pangan Akibat Banjir
“BMKG mengingatkan bahwa Desember 2024 dan khususnya 5 Januari 2025 adalah periode dengan risiko tinggi air pasang, Hal ini harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin terjadi,” ujar Edi Suryanto, Jumat (20/12/24).
Edi menambahkan bahwa kondisi ini akan semakin kompleks jika air pasang tinggi bersamaan dengan hujan lebat, Kombinasi tersebut berpotensi menyebabkan air meluap ke rumah-rumah warga dan jalan-jalan utama, Oleh karena itu kesiapan semua pihak sangat diperlukan.
BACA JUGA: Pembangunan Trotoar Jalan Gajah Mada Pontianak, Fasilitas Modern Estetis dan Nyaman
Sebagai upaya penanganan, Pemerintah Kota Pontianak telah menyusun beberapa langkah strategis untuk mengantisipasi fenomena alam tersebut, Salah satu prioritas utama adalah optimalisasi fungsi pintu air sebagai solusi jangka pendek dan panjang.
“Optimalisasi pintu air menjadi fokus utama kami saat ini, Hal ini penting untuk mengendalikan aliran air dan mencegah genangan yang berlebihan, Selain itu minggu ini kami akan melaksanakan gotong-royong membersihkan parit,” ungkap Edi.
BACA JUGA: RAPBD Kota Pontianak 2025 Disetujui DPRD dengan Anggaran Rp2,196 Triliun
Edi juga menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam pengelolaan air di Pontianak adalah kondisi parit yang mayoritas mengalami pendangkalan, Berdasarkan laporan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pontianak, pendangkalan ini menjadi hambatan utama dalam mengalirkan air menuju sungai atau laut.
“Dari laporan Dinas PU, mayoritas parit di Kota Pontianak mengalami pendangkalan, Masalah ini memerlukan perhatian serius, termasuk penyediaan alat berat untuk pengerukan, yang direncanakan akan dieksekusi tahun depan,” jelas Edi.
Selain itu, ia menyatakan bahwa pengerukan parit akan menjadi salah satu program prioritas pada 2025, Dengan adanya langkah ini, diharapkan sistem drainase kota dapat berfungsi lebih optimal dan mengurangi risiko banjir.
BACA JUGA: BKPSDM Sanggau Gelar Bimtek Manajemen Bencana untuk Tingkatkan Kompetensi Aparatur
Edi Suryanto mengimbau masyarakat Pontianak untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan dampak yang menyertainya, Ia menekankan bahwa penanganan masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari warga.
“Tugas kita bersama adalah meningkatkan kewaspadaan dan bekerja sama untuk mencegah dampak buruk akibat banjir, Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke parit bisa membantu,” tegas Edi. (**)
Editor: (KB10) Share
Pewarta: Yan’s











