Arsjad Rasjid: Proses Demokrasi Pemilihan Presiden 2024 Dimulai dengan Cedera Serius, Sejarah Mencatat Ini
KANTOR-BERITA.COM, JAKARTA – Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid, menyampaikan sekilas mengenai proses demokrasi dalam Pemilihan Presiden 2024. Arsjad Rasjid berasumsi bahwa proses demokrasi pada Pilpres 2024 dimulai dengan cedera serius, mengacu pada putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK). Sebelumnya, MKMK telah mengeluarkan putusan yang menyatakan adanya pelanggaran etik yang dilakukan oleh Ketua MK Anwar Usman terkait dengan putusan mengenai batasan usia minimal calon presiden dan wakil presiden.
Arsjad Rasjid awalnya mengungkapkan apresiasinya terhadap putusan MKMK yang mengungkap pelanggaran etik yang terjadi. Namun, dia juga menekankan bahwa meskipun telah terbukti pelanggaran etik, putusan MKMK terkait dengan syarat usia calon presiden dan wakil presiden tetap sah dan berlaku.
BACA JUGA: Ganjar Pranowo Hormati Keputusan MKMK, Semua Orang Bisa Menilai Sendiri
“Dengan kata lain, rakyat harus menerima bahwa proses demokrasi dalam pemilihan presiden ini dimulai dengan cedera serius, dan sejarah akan mencatat peristiwa ini,” ungkap Arsjad dalam pernyataannya setelah rapat di Gedung TPN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Rabu (8/11/2021). 2023).
Namun Arsjad Rasjid menyatakan bahwa TPN tidak akan terjebak dalam dinamika politik saat ini. Tim Pemenangan Nasional, menurutnya, akan tetap berjuang untuk meraih kemenangan bagi pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang bertujuan untuk mewakili kepentingan rakyat melalui proses yang demokratis.
“Mas Ganjar dan Prof Mahfud berkomitmen penuh untuk menjaga demokrasi Indonesia,” tegas Arsjad.
Lebih lanjut, Arsjad Rasjid meminta agar setiap warga Indonesia tetap aktif dalam menjaga demokrasi. Dia mendorong masyarakat untuk memantau dan mengawasi proses pemilihan presiden dan kampanye, serta memastikan bahwa proses pengambilan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) berlangsung secara bebas tanpa campur tangan pihak mana pun.
BACA JUGA: Mendikbudristek dan 29 Mitra Strategis, Kampanye Sekolah Sehat untuk Anak-anak Indonesia
“Ia menyampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama menjaga demokrasi, mengawasi dan mengamankan proses pemilihan presiden dan kampanye, serta menyatukan proses pengambilan suara di TPS,” ujarnya.
Arsjad Rasjid juga memberikan dorongan kepada masyarakat untuk tidak takut menghadapi tekanan atau tantangan dalam menjalankan peran mereka dalam menjaga demokrasi. Dia menegaskan bahwa TPN akan memberikan dukungan dan perjuangan bersama masyarakat dalam memastikan bahwa proses demokrasi berjalan lancar dan adil.
“Ini adalah seruan kepada kita semua untuk bersatu dan menjaga demokrasi,” tutup Arsjad Rasjid. (**)
Editor: (KB1) Share
Mangcek
Dilansir dari Sindonews.com











