Pembangunan Sekolah Rakyat Rp502 M di Kaur Digarap BUMN, Dimulai Akhir Desember

Pembangunan Sekolah Rakyat
Foto: Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Balai Prasarana Strategis, serta kepala dinas dan kepala bidang terkait, Camat Tetap, Kepala Desa Cucupan, serta perwakilan kontraktor yang tergabung dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat, saat meninjau langsung lahan yang akan segera dibangun Sekolah Rakyat (SR) Senin (22/12/25), (Ft/Ist).

Pembangunan Sekolah Rakyat Rp502 M di Kaur Digarap BUMN, Dimulai Akhir Desember

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Balai Prasarana Strategis, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah melakukan identifikasi lapangan dan pemeriksaan bersama lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, Senin (22/12/25).

Peninjauan lapangan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I, jajaran kepala dinas dan kepala bidang terkait, Camat Tetap, Kepala Desa Cucupan, serta perwakilan kontraktor yang tergabung dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Kegiatan ini menjadi langkah awal memastikan kesiapan lahan, teknis pembangunan, serta koordinasi lintas pihak agar proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai rencana.

||BACA JUGA: Wabup Kaur: Koperasi Harus Jadi Motor Ekonomi Desa

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program pemerintah pusat yang bertujuan menyediakan fasilitas pendidikan terpadu, modern, dan inklusif, terutama bagi daerah yang membutuhkan peningkatan akses dan mutu pendidikan. Kabupaten Kaur menjadi salah satu daerah penerima program ini, bersama Kota Bengkulu, dengan pendanaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025–2026.

Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cucupan merupakan momentum penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kaur. Ia menyebut proyek ini tidak hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga menyiapkan ekosistem pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda.

||BACA JUGA: Pemkab Kaur Lakukan Rotasi Jabatan, Dorong Efektivitas dan Kinerja ASN

“Lahan ini merupakan lahan milik pemerintah daerah dengan luas sekitar 13,5 hektare. Dari total lahan tersebut, sekitar 7,6 hektare akan digunakan khusus untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Abdul Hamid saat ditemui di lokasi peninjauan.

Abdul Hamid menjelaskan bahwa proses pekerjaan fisik pembangunan Sekolah Rakyat akan dimulai pada 26 Desember 2025. Pemerintah daerah berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti di lapangan.

“Tanggal 26 Desember ini menjadi awal dimulainya pekerjaan oleh pihak kontraktor. Kami berharap tidak ada hambatan maupun permasalahan di kemudian hari, baik dari sisi teknis maupun nonteknis,” katanya.

||BACA JUGA: Bupati Bengkulu Utara Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat ke Kemensos RI

Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan proyek berskala besar seperti Sekolah Rakyat.

“Kami sudah menyampaikan kepada camat dan kepala desa agar terus berkomunikasi dengan masyarakat. Jangan sampai ada kendala di lapangan yang bisa menghambat proses pembangunan,” ujar Abdul Hamid.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur melibatkan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP dan PT Masco Energi. Kedua perusahaan tersebut tergabung sebagai kontraktor pelaksana proyek.

||BACA JUGA: AHY Turun ke Bengkulu, Tinjau Renovasi Sekolah Rakyat untuk Anak Tak Mampu

Abdul Hamid menyebut keterlibatan BUMN menjadi jaminan tersendiri bagi kualitas dan ketepatan waktu pembangunan. “Sekolah Rakyat terintegrasi Kabupaten Kaur ini langsung dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan dan PT Masco Energi BUMN,” ujarnya.

PT Pembangunan Perumahan memenangkan kontrak pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur dan Kota Bengkulu dengan nilai total mencapai Rp502 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBN tahun 2025–2026 dan akan direalisasikan secara bertahap.

Lingkup pekerjaan pembangunan Sekolah Rakyat mencakup pembangunan 18 gedung dengan desain modern dan ramah lingkungan. Bangunan tersebut dirancang untuk memenuhi standar keamanan, kenyamanan, serta mendukung proses belajar mengajar yang optimal.

||BACA JUGA: Sekolah Rakyat 200 Miliar Siap Dibangun, Bengkulu Prioritaskan Anak Pra-Sejahtera

Selain pembangunan gedung utama, proyek ini juga mencakup pekerjaan struktur modern, sistem Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP), serta berbagai fasilitas pendukung kawasan. Fasilitas tersebut meliputi lapangan olahraga, sistem drainase, ruang terbuka hijau, akses jalan internal, hingga penyediaan furnitur sekolah.

Corporate Secretary PT Pembangunan Perumahan, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa perusahaan menerapkan standar kualitas tinggi dalam setiap tahap pembangunan.

“PT PP menghadirkan pendekatan konstruksi terintegrasi, mulai dari pondasi tiang pancang, struktur beton mutu tinggi, sistem MEP yang efisien, hingga fasilitas kawasan yang mendukung proses belajar mengajar secara optimal,” ujar Joko Raharjo dalam keterangan tertulis, diterima Kantor-Berita.Com beberapa waktu yang lalu.

||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Akan Dirikan Sekolah Rakyat Gratis dengan Asrama untuk Warga Tidak Mampu

Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur dirancang dengan konsep bangunan modern yang memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Penggunaan material berkualitas, sistem tata air yang baik, serta pengelolaan kawasan yang terencana menjadi bagian dari konsep pembangunan.

PT Pembangunan Perumahan juga menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara ketat selama proses konstruksi. Hal ini bertujuan memastikan proyek berjalan aman bagi pekerja maupun lingkungan sekitar.

“Kami mengedepankan efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan. Seluruh metode konstruksi dirancang agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” kata Joko Raharjo. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *