Nanang: Polemik IPSI, KONI Pontianak Tunggu Keputusan Pengprov
Kantor-Berita.Com|| Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pontianak, H. Nanang Setia Budi, S.Sos, menegaskan bahwa lembaga yang ia pimpin bersikap netral dan tidak pernah melakukan intervensi terhadap kepengurusan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Pontianak periode 2021–2025. Penegasan ini disampaikan Nanang di tengah mencuatnya polemik internal yang tengah melanda organisasi pencak silat tersebut.
Pernyataan resmi itu ia sampaikan kepada awak media pada Kamis (11/12), sekaligus menjadi klarifikasi KONI Kota Pontianak atas sejumlah tuduhan yang berkembang di ruang publik. Menurut Nanang, KONI sama sekali tidak memiliki kepentingan untuk ikut campur dalam dinamika internal cabang olahraga mana pun.
||BACA JUGA: Pemerintah Pangkas DAU 2025 Efisiensi Anggaran, Ini Alokasi Dana untuk Bengkulu dan Kabupaten/Kota
“Kami tidak mencampuri urusan internal IPSI Kota Pontianak. KONI menjalankan tugas sesuai aturan organisasi, bukan intervensi,” tegas Nanang.
Nanang menjelaskan bahwa saat ini KONI Kota Pontianak masih menunggu balasan resmi dari Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Kalimantan Barat (Kalbar). Surat dengan nomor 561/KONI/PTK/2025 yang telah dikirimkan KONI berisi penjelasan lengkap mengenai permasalahan internal dan permintaan klarifikasi terkait status kepengurusan IPSI Kota Pontianak.
||BACA JUGA: Guru Swasta di Pontianak Wajib Ikut BPJS Ketenagakerjaan
Balasan dari Pengprov IPSI Kalbar tersebut, kata Nanang, akan menjadi acuan penting bagi KONI untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk soal rekomendasi resmi terhadap kepengurusan IPSI Kota Pontianak.
“Kami menunggu balasan surat. Bila sudah ada jawaban dari Pengprov IPSI Kalbar, barulah KONI Kota Pontianak dapat mengeluarkan rekomendasi resmi. Itu menjadi dasar kami bersikap,” jelas Nanang.
Ia menambahkan bahwa seluruh dokumen, kronologi, serta arsip surat masuk terkait polemik sudah disampaikan secara lengkap kepada Pengprov IPSI Kalbar. Dengan demikian, pihak provinsi memiliki semua informasi yang dibutuhkan untuk menggelar rapat pleno dan menghasilkan keputusan yang sah secara organisasi.
||BACA JUGA: Terapkan Melalui QRIS Pemkot Pontianak Optimalkan Pajak dan Retribusi Daerah
KONI Kota Pontianak memastikan bahwa keputusan final terkait status kepengurusan IPSI Kota Pontianak ada di tangan Pengprov IPSI Kalbar. Sebagai organisasi induk cabang olahraga di tingkat provinsi, Pengprov IPSI Kalbar memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sengketa internal, termasuk menetapkan langkah organisatoris lanjutan jika diperlukan.
“KONI tidak berwenang mengambil keputusan sepihak. Kami sudah memberikan data dan menyerahkan sepenuhnya kepada Pengprov IPSI Kalbar untuk memutuskan melalui pleno,” ujar Nanang.
Ia menegaskan bahwa KONI tetap konsisten mengikuti aturan, tidak berpihak pada salah satu kelompok, dan tidak memberikan ruang bagi kepentingan tertentu yang dapat memperkeruh suasana.
||BACA JUGA: Gubernur Kalbar Sudah Dua Kali Diperiksa, KPK Telusuri Aliran Dana ke Keluarga
“Sikap kami jelas: netral. Kami hanya menjalankan fungsi sebagaimana diatur dalam AD/ART KONI,” imbuh Nanang.
Nanang berharap seluruh pihak yang terlibat dalam polemik dapat menahan diri dan menjaga kondusivitas pembinaan olahraga di Kota Pontianak. Ia menekankan bahwa konflik berkepanjangan hanya akan merugikan atlet, pelatih, dan perkembangan cabang olahraga pencak silat secara keseluruhan.
“Harapan kami, kemelut ini bisa segera selesai. Kita ingin atlet tetap fokus berlatih dan IPSI kembali menjalankan pembinaan seperti sedia kala,” ujarnya.
||BACA JUGA: Kementerian PU Rombak Satker dan PPK BPJN Kalimantan Barat 2025: Ini Daftarnya
Ia menegaskan kembali bahwa hasil pleno dari Pengprov IPSI Kalbar akan menjadi dasar KONI Kota Pontianak dalam mengambil sikap tegas. Apa pun hasilnya, KONI memastikan akan mendukung keputusan resmi tersebut demi kepastian hukum dan keberlangsungan pembinaan atlet.
“Hasil pleno itulah yang menjadi dasar kami. Setelah itu, KONI akan mengambil langkah sesuai prosedur,” tegas Nanang
Nanang menegaskan bahwa KONI Kota Pontianak tidak ingin polemik internal IPSI mengganggu persiapan atlet pencak silat menghadapi berbagai kompetisi, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional. Ia meminta pengurus IPSI dan pihak terkait lainnya untuk tetap mendampingi atlet agar tidak terdampak suasana organisasi yang kurang kondusif.
||BACA JUGA: BMKG Kalimantan Barat Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Petir, 10 hari Kedepan
“Atlet kita banyak yang berprestasi. Jangan sampai mereka terganggu akibat konflik internal. Pembinaan harus terus berjalan,” ujar Nanang.
Nanang kembali mengingatkan bahwa KONI Kota Pontianak menunggu balasan resmi dari Pengprov IPSI Kalbar. Ia mendorong agar Pengprov segera mengadakan rapat pleno untuk memberikan kepastian terhadap kepengurusan IPSI Kota Pontianak yang kini menjadi sorotan berbagai pihak.
“Surat kami sudah disampaikan. Tinggal menunggu keputusan resmi dari Pengprov. Semoga segera ada kejelasan,” pungkas Nanang. (Yan’S).











