Wabup Bengkulu Selatan Hadiri Rakornas ASN 2025, Dorong ASN Bergerak Cepat
Kantor-Berita.Com|| Wakil Bupati (Wabup) Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, menghadiri Rapat Koordinasi Kepegawaian Nasional (Rakornas) ASN 2025 yang digelar di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (19/11/25). Rakornas tahun ini mengusung tema “ASN Bergerak Bersama Wujudkan Asta Cita”, yang sejalan dengan delapan agenda pembangunan nasional sebagai pedoman kebijakan Presiden serta arah sinkronisasi visi dan misi seluruh kepala daerah di Indonesia.
Acara strategis ini dihadiri sejumlah tokoh penting tingkat nasional, mulai dari Ketua Komisi II DPR RI, Menteri Pertanian, Menteri Sosial, Wakil Menteri, para gubernur, bupati, wali kota, hingga pimpinan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPD/BKPSDM) dari seluruh Indonesia. Kehadiran para pemangku kebijakan pusat dan daerah tersebut menegaskan pentingnya percepatan reformasi manajemen aparatur sipil negara (ASN) sebagai ujung tombak pelayanan publik.
||BACA JUGA: Bengkulu Selatan Dukung Sensus Ekonomi 2026, Bupati Rifai Tekankan Sinkronisasi Data
Dalam Rakornas ASN 2025, pemerintah pusat menekankan bahwa ASN harus mampu bergerak cepat, berkolaborasi, dan memberikan pelayanan profesional dalam mendukung visi besar Asta Cita. Tema tersebut mencerminkan dorongan kuat agar ASN di seluruh wilayah mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman serta tantangan pembangunan nasional.
Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, menegaskan bahwa Rakornas bukan hanya ajang koordinasi, tetapi juga momentum penyamaan langkah antara pusat dan daerah. Menurutnya, ASN merupakan tulang punggung penyelenggaraan pemerintahan yang harus adaptif, disiplin, dan bekerja dengan standar kualitas tinggi.
||BACA JUGA: Bupati Rifai Tajudin dan BPKP Teken IEPK, Bengkulu Selatan Mantapkan Komitmen Antikorupsi
“Reformasi manajemen ASN tidak boleh lagi setengah hati. Kita harus memperketat disiplin, memperkuat integritas, dan memastikan pelayanan publik benar-benar dirasakan masyarakat. Tidak boleh ada lagi ASN yang berjalan di tempat, apalagi mogok di jalan. Kita harus bergerak cepat dan bekerja tepat sasaran,” Ujar Wabup Yevri.
Ia menambahkan, arah reformasi tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan bersama Bupati Rifa’i, untuk menghadirkan birokrasi yang bersih, responsif, dan berdaya saing.
Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Yevri juga menyoroti kondisi daerah yang saat ini berada dalam masa efisiensi anggaran. Ia menyampaikan bahwa meskipun dana pemerintah daerah harus digunakan secara lebih hati-hati, kecepatan dan ketepatan dalam penempatan serta pengembangan talenta ASN tidak boleh terhambat.
||BACA JUGA: Wabup Bengkulu Selatan Sambut Dokter Internsip PIDI III, Perkuat Layanan Kesehatan Daerah
“Daerah wajib beradaptasi cepat. Situasi efisiensi bukan alasan untuk memperlambat reformasi. Sebaliknya, kami justru mempercepat penataan ASN agar mampu bekerja lebih optimal. Pemetaan talenta harus dilakukan sehingga setiap ASN ditempatkan sesuai keahliannya,” kata yevri
Ia menegaskan bahwa Pemkab Bengkulu Selatan berkomitmen menjalankan prinsip pemerintahan yang efisien, efektif, dan fokus pada pelayanan publik. Komitmen itu diwujudkan melalui peningkatan kualitas SDM aparatur, penguatan sistem kinerja, serta pembinaan disiplin ASN secara berkala.
Dalam pernyataannya, Yevri Sudianto kembali menegaskan bahwa reformasi ASN merupakan bagian penting dari target besar Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan untuk mewujudkan daerah yang Beradat, Berakhlak, dan Berdaya Saing.
||BACA JUGA: Wabup Yevri Sudianto Tekankan Sinergi DPRD dan Pemkab dalam Pembahasan APBDP Bengkulu Selatan 2025
Ia menjelaskan bahwa ASN harus menjadi contoh etika, moral, dan perilaku yang mencerminkan nilai keberadaban. ASN juga diharapkan memiliki akhlak yang baik dalam menjalankan tugas pelayanan, serta memiliki kompetensi profesional agar mampu bersaing di level nasional.
“Kami di Bengkulu Selatan ingin menciptakan ASN yang mampu menunjukkan integritas, etos kerja, dan kemampuan yang relevan dengan tuntutan zaman. Kualitas pelayanan publik harus naik kelas, dan kami memastikan itu berjalan,” ucap Yevri.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan bahwa seluruh ASN memiliki target kinerja yang jelas dan terukur. Pembinaan dilakukan tidak hanya melalui sistem penilaian rutin, tetapi juga peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pendidikan khusus. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











