Festival Bangun Desa, Bangun Indonesia Jadi Pusat Gerakan Nasional

Bangun Desa Bangun Indonesia
Foto: KeMenteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemkab Seluma serta Jarjaran Forkominda, anggota DPD RI serta dari BNN RI pada pembukaan Festival Bangun Desa, Bangun Indonesia yang berpusat di Desa Bukit Peninjauan I, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, pada Minggu (16/11/25), (Ft/Ist).

Festival Bangun Desa, Bangun Indonesia Jadi Pusat Gerakan Nasional

Kantor-Berita.Com|| Festival Bangun Desa, Bangun Indonesia yang berpusat di Desa Bukit Peninjauan I, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, pada Minggu (16/11/25), berlangsung meriah dan menggugah semangat kolektif seluruh elemen masyarakat Bengkulu. Acara tersebut bukan sekadar perayaan budaya dan kebersamaan, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama membangun desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Festival ini dirangkaikan dengan kegiatan Konsolidasi Pemberdayaan Masyarakat serta Deklarasi Desa Bersinar (Bersih Narkoba) yang menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa. Selain masyarakat dari berbagai kecamatan, acara turut dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional, mulai dari Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Yandri Susanto, hingga Sekretaris Utama BNN RI Irjen Pol Tantan Sulistyana.

||BACA JUGA: Gubernur Helmi Sambut Kedatangan Mendes PDTT, Disuguhi Kuliner Tradisional

Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menekankan bahwa desa merupakan pilar utama dalam mewujudkan kemajuan daerah. Dirinya menyebut, percepatan pembangunan tidak akan mungkin tercapai tanpa adanya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga tingkat desa.

“Desa adalah fondasi pembangunan. Target pertumbuhan ekonomi 8 persen hanya bisa dicapai jika desa bergerak bersama pemerintah daerah. Kita harus gotong royong, dari provinsi hingga masyarakat di akar rumput,” tegas Helmi.

||BACA JUGA: Mendes PDT Tegaskan Ancaman Narkoba Masuk Desa, Perkuat Gerakan Gotong Royong

Helmi juga menegaskan bahwa Pemprov Bengkulu terus mengoptimalkan APBD berorientasi manfaat, yakni memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menargetkan bahwa dalam waktu tiga tahun, seluruh jalan kewenangan provinsi akan mulus, sehingga mobilitas warga lebih lancar dan pertumbuhan ekonomi desa semakin cepat.

Gubernur juga menyinggung pentingnya keberadaan desa sebagai pusat ekonomi baru. Dengan membangun desa, maka roda perekonomian daerah otomatis bergerak lebih cepat.

“Kalau desa maju, Bengkulu maju. Desa kuat, maka Indonesia akan kuat,” ujar Helmi dalam pidatonya.

||BACA JUGA: Pendamping Desa Diminta Jadi Penggerak Inovasi dan Kemandirian

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, dalam kesempatan itu juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat Seluma dan Bengkulu. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa bukan lagi program sektoral, melainkan gerakan nasional.

Sebagai putra daerah Bengkulu Selatan, Yandri menegaskan bahwa dirinya memiliki komitmen kuat untuk mendorong percepatan pembangunan desa di seluruh Indonesia, terutama di Sumatera bagian Selatan.

“Kita bukan superman, tetapi super team. Masa depan Indonesia ditentukan oleh kemampuan kita membangun desa bersama-sama,” katanya.

||BACA JUGA: Helmi Hasan: Pendamping Desa Adalah Motor Inovasi Masyarakat

Menurut Yandri, tagline “Bangun Desa, Bangun Indonesia” bukan sekadar slogan, melainkan arah besar pembangunan nasional yang menekankan pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan berbasis potensi lokal. Ia juga menambahkan bahwa setiap program Kemendes PDT membutuhkan gerakan bersama agar dampaknya lebih cepat dirasakan masyarakat.

“Pembangunan tidak bisa berjalan jika masyarakat tidak terlibat. Desa harus menjadi pusat kreativitas, pusat ekonomi, dan pusat pembentukan karakter bangsa,” lanjutnya.

Yandri juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Seluma yang hadir berduyun-duyun memenuhi area acara. Baginya, kehadiran warga dalam jumlah besar mencerminkan semangat kolaborasi dan optimisme terhadap masa depan desa.

||BACA JUGA: Helmi Hasan Terima Audiensi ABPEDNAS, Bahas Penguatan Pemerintahan Desa

Salah satu agenda penting dalam festival ini adalah Deklarasi Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Deklarasi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Utama BNN RI Irjen Pol Tantan Sulistyana, sebagai bentuk komitmen bersama menjadikan desa sebagai benteng utama dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Tantan menegaskan bahwa narkoba kini tidak hanya menyasar perkotaan, tetapi sudah mulai merambah wilayah pedesaan. Karena itu, desa harus diperkuat sebagai basis ketahanan keluarga dan masyarakat.

“Desa harus menjadi wilayah yang aman dari narkoba. Kita harus menciptakan lingkungan yang kuat, keluarga yang kuat, dan masyarakat yang sadar bahaya narkoba,” jelasnya.

||BACA JUGA: Pemprov Bengkulu dan Kejaksaan Sinergi Kawal Program Jaksa Garda Desa

Deklarasi Desa Bersinar melibatkan perangkat desa, tokoh adat, pemuda, serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Dengan deklarasi ini, Desa Bukit Peninjauan I menjadi salah satu desa percontohan dalam gerakan besar pencegahan narkoba di Bengkulu. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Rego

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *