Kawasan KZ Abidin Ditata, Pedagang Dipindah ke Pasar Minggu (PTM)

Relokasi Pedagang
Foto: Pemkot merelokasi para pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan KZ Abidin menuju lokasi baru yang lebih tertata dan layak, yakni di dalam Pasar Minggu (PTM), (Ft/Ist).

Kawasan KZ Abidin Ditata, Pedagang Dipindah ke Pasar Minggu (PTM)

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam menata kawasan ekonomi kota dengan cara yang humanis dan berpihak pada masyarakat kecil. Kali ini, langkah tegas namun bijak diambil dengan merelokasi para pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan KZ Abidin menuju lokasi baru yang lebih tertata dan layak, yakni di dalam Pasar Minggu (PTM).

Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Asisten II Setda Kota Bengkulu, Sehmi Alnur, pada Rabu (12/11/25). Dalam keterangannya, Sehmi menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar penertiban pedagang kaki lima, tetapi merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kota Bengkulu untuk menciptakan kawasan perdagangan yang rapi, aman, dan nyaman, baik bagi pedagang maupun masyarakat.

||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Siap Tertibkan Pasar Minggu: Pedagang Diharapkan Penuh Kesadaran

“Relokasi ini bukan bentuk pengusiran, melainkan penataan. Kami ingin menghadirkan ekosistem pasar yang lebih sehat dan teratur. Pedagang akan kami tempatkan di lokasi baru yang telah disiapkan dengan baik di kawasan PTM,” ujar Sehmi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bengkulu untuk menata wajah pusat kota agar lebih teratur tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi masyarakat kecil. Pemerintah melihat bahwa selama ini kawasan Jalan KZ Abidin kerap mengalami kepadatan lalu lintas, terutama karena banyak pedagang berjualan di bahu jalan, yang berdampak pada kenyamanan pengguna jalan dan ketertiban umum.

||BACA JUGA: Pasca Penertiban: Satpol PP Kota Bengkulu Awasi Ketat Area Pasar Minggu

Melalui relokasi ini, Pemkot Bengkulu ingin memastikan bahwa kegiatan ekonomi tetap berjalan, tetapi di tempat yang lebih tertata. Pasar Minggu (PTM) dipilih karena memiliki infrastruktur yang memadai, lokasi yang strategis, dan daya tarik tinggi bagi warga.

“PTM ini akan menjadi pusat perbelanjaan rakyat yang bersih, nyaman, dan ramai. Kita tidak ingin pedagang kehilangan mata pencaharian, justru kita ingin mereka tumbuh di lingkungan yang lebih baik,” lanjut Sehmi.

Dalam waktu dekat, tim gabungan dari berbagai instansi akan diterjunkan untuk mempersiapkan lokasi baru. Tim ini terdiri dari unsur Satpol PP, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

||BACA JUGA: Penertiban PKL di Bengkulu, Dishub Sebut: Optimalkan Fungsi Jalan dan Trotoar untuk Kelancaran Lalu Lintas

Mereka akan melaksanakan kegiatan gotong royong massal untuk membersihkan, menata, dan menyiapkan area Pasar Minggu agar siap menampung para pedagang yang akan dipindahkan.

“Penataan ini dilakukan secara kolektif. Kami ingin sebelum pedagang pindah, area sudah bersih, aman, dan tertata. Jadi, ketika mereka masuk, semuanya sudah siap,” jelas Sehmi.

Selain kebersihan dan kerapian, pemerintah juga memperhatikan aspek keselamatan. Area pasar akan dilengkapi dengan jalur evakuasi, instalasi listrik yang aman, dan fasilitas pendukung lainnya untuk mencegah potensi kebakaran atau kecelakaan kerja.

||BACA JUGA: Pasar Minggu Bengkulu Kini Tertata Rapi Setelah Penertiban Satpol PP

Dalam konsep penataan baru ini, pemerintah akan menerapkan sistem pengelompokan pedagang berdasarkan jenis dagangannya. Langkah ini bertujuan agar pembeli mudah menemukan barang yang dibutuhkan dan pasar terlihat lebih terorganisasi.

“Misalnya, pedagang pakaian akan kita tempatkan di satu area, pedagang makanan di area lain, dan begitu juga dengan pedagang bahan pokok. Ini bukan hanya membuat pasar terlihat rapi, tapi juga meningkatkan potensi penjualan,” terang Sehmi.

Sistem zonasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali suasana Pasar Minggu yang sempat lesu dan menjadikannya magnet ekonomi baru di pusat kota Bengkulu.

||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Apresiasi Peran Kepolisian dalam Penertiban Pasar Panorama

Relokasi ini dipandang sebagai langkah strategis dalam membangkitkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Minggu (PTM). Dengan lokasi yang tertata rapi dan fasilitas memadai, daya tarik pembeli diyakini akan meningkat, sehingga omzet pedagang ikut terdongkrak.

Sehmi menegaskan, Pemkot Bengkulu ingin menciptakan efek domino positif dari penataan kawasan perdagangan ini. “Ketika pasar tertib dan nyaman, pembeli akan datang lebih banyak. Aktivitas ekonomi meningkat, PAD naik, dan kesejahteraan pedagang juga ikut naik,” Tutupnya. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *