Cuaca Ekstrem Landa Bengkulu, BMKG dan BPBD Keluarkan Peringatan Dini
Kantor-Berita.Com|| Kota Bengkulu kembali dilanda cuaca ekstrem. Hujan deras yang disertai badai melanda sejumlah wilayah sejak awal November, menyebabkan genangan air di beberapa titik dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu pun mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan.
Menurut laporan BMKG, fenomena ini merupakan bagian dari transisi musim kemarau menuju musim penghujan di wilayah pesisir barat Sumatra. Pergeseran massa udara dan peningkatan aktivitas konvektif di Samudra Hindia menyebabkan pembentukan awan-awan cumulonimbus yang berpotensi memicu hujan lebat, kilat, hingga angin kencang.
||BACA JUGA: Bengkulu Segera Miliki Kodam Baru, Pemprov Siapkan Lahan Eks HGU
Cuaca ekstrem ini bukan sekadar ancaman bagi aktivitas harian warga, tetapi juga dapat menimbulkan dampak serius berupa banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Wilayah dengan topografi perbukitan seperti Kecamatan Muara Bangkahulu, Ratu Agung, dan Teluk Segara disebut memiliki risiko lebih tinggi terhadap potensi longsor dan genangan air.
Menanggapi hal ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap siaga dan memprioritaskan keselamatan.
||BACA JUGA: Kerja Sama Strategis Indonesia–Rusia Jadi Tonggak Transformasi Energi Nasional
“Cuaca ekstrem bisa datang tiba-tiba, jadi kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Hindari berteduh di bawah pohon, billboard, atau bangunan yang rapuh saat hujan deras dan angin kencang,” kata Made dalam keterangannya, Kamis (6/11).
Ia juga meminta warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dan lereng tebing agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan air atau longsor. BPBD Bengkulu sendiri telah menyiagakan personel di beberapa titik rawan serta menyiapkan perlengkapan evakuasi cepat, termasuk perahu karet dan alat pemotong pohon tumbang.
Untuk menghadapi dampak cuaca ekstrem, BPBD bersama Dinas PUPR, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan PLN Bengkulu telah memperkuat sistem koordinasi lintas sektor. Setiap laporan masyarakat akan segera ditangani melalui jalur cepat.
||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Perkuat Mitigasi, Walikota Tinjau Pusdalops dan Sistem Peringatan Dini Tsunami
“Kami sudah aktif memantau dan merespons laporan warga, termasuk evakuasi pohon tumbang di beberapa lokasi. Petugas siaga 24 jam untuk memastikan setiap kejadian darurat bisa ditangani dengan cepat,” ungkap Made.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika terjadi bencana atau situasi berbahaya melalui nomor darurat Call Center 112 Kota Bengkulu atau melalui kontak admin BPBD di nomor 0822-8912-3723.
“Kecepatan laporan warga sangat membantu kami dalam melakukan tindakan penyelamatan dan penanganan. Jangan menunggu situasi semakin parah baru melapor,” tambahnya.
BMKG: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
Menurut data prakiraan cuaca, curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Kota Bengkulu hingga beberapa hari ke depan. Kondisi angin permukaan yang cukup kuat juga meningkatkan risiko gelombang tinggi di perairan sekitar Bengkulu, yang dapat mencapai ketinggian hingga 3 meter.
Selain itu, BMKG Bengkulu menegaskan pentingnya masyarakat untuk memantau informasi cuaca resmi dari kanal BMKG, baik melalui media sosial, aplikasi Info BMKG, maupun situs web resmi. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi tidak valid atau hoaks yang beredar di media sosial terkait prediksi bencana. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











