Pemkot Bengkulu Perkuat Mitigasi, Walikota Tinjau Pusdalops dan Sistem Peringatan Dini Tsunami
Kantor-Berita.Com, Kota Bengkulu|| Pemerintah Kota Bengkulu menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Hal itu terlihat dari kunjungan kerja Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama jajaran terkait untuk meninjau Gedung dan Peralatan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Bengkulu serta memantau sistem peringatan dini tsunami yang sudah dipasang di dua titik lokasi rawan, yaitu Kelurahan Berkas dan Kelurahan Beringin Raya, Pada hari Jumat, (12/9/25).
Dalam kunjungan tersebut, Walikota didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Bengkulu yang juga Ex-Officio Kepala BPBD, Tony Elfian, serta Kepala BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi. Hadir pula Direktur Peringatan Dini BNPB, Berton S.P. Panjaitan, S.K.M., M.H.M., Ph.D., yang secara langsung memberikan arahan teknis dan pengawasan atas kesiapan perangkat peringatan dini di wilayah Bengkulu.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Pastikan Hak Pekerja Terlindungi, Wawali: Demi Kebahagiaan Warga
Di hadapan rombongan dan perwakilan masyarakat yang hadir, Walikota Dedy Wahyudi menegaskan bahwa kesiapan sarana dan prasarana kebencanaan adalah hal mutlak, mengingat posisi Kota Bengkulu yang berada di pesisir barat Pulau Sumatra dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.
“Kita ingin masyarakat benar-benar terlindungi dengan sistem peringatan dini yang berfungsi optimal. Dengan begitu, potensi risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin,” ujar Dedy.
BACA JUGA: 3 Kandidat Sekda Mukomuko Lolos Seleksi, Tunggu Putusan Bupati
Ia menambahkan, bencana datang tanpa bisa diprediksi, sehingga ketersediaan sistem peringatan dini menjadi benteng pertama untuk menyelamatkan masyarakat dari potensi korban jiwa maupun kerugian material.
Kunjungan Walikota bersama jajaran BNPB ini sekaligus menegaskan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam memperkuat kapasitas mitigasi bencana. Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen tidak hanya membangun infrastruktur kebencanaan, tetapi juga memastikan seluruh peralatan berjalan sesuai standar operasional.
Direktur Peringatan Dini BNPB, Berton Panjaitan, menekankan bahwa Bengkulu merupakan salah satu wilayah rawan gempa dan tsunami di Indonesia. Oleh karena itu, sistem peringatan dini harus selalu dipastikan dalam kondisi siap pakai.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Ground Breaking Jembatan Merapi Raya, Target Selesai 2 Bulan
“Kami mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Bengkulu yang menaruh perhatian besar terhadap kesiapsiagaan bencana. BNPB akan terus mendukung, baik dari sisi penguatan kapasitas SDM, penyediaan teknologi peringatan dini, hingga peningkatan koordinasi lintas lembaga,” jelas Berton.
Dalam kesempatan itu, Walikota juga meninjau langsung operasional Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Bengkulu. Pusdalops berfungsi sebagai pusat kendali utama dalam manajemen bencana, dengan tanggung jawab mulai dari pengumpulan data, koordinasi lintas sektor, hingga pendistribusian informasi peringatan dini ke masyarakat.
Beberapa fungsi utama Pusdalops yang ditegaskan dalam sosialisasi kunjungan ini antara lain:
- Mengelola informasi kebencanaan secara real-time, baik sebelum, saat, maupun setelah bencana.
- Memfasilitasi koordinasi lintas sektor, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan instansi pemerintah lainnya.
- Mengerahkan sumber daya dan logistik, sehingga penanganan bencana dapat dilakukan cepat dan tepat.
- Mendistribusikan peringatan dini secara cepat ke masyarakat, agar warga dapat segera melakukan evakuasi.
- Meningkatkan akurasi data bencana, sehingga pemerintah bisa merancang kebijakan penanggulangan yang lebih efektif.
Dengan peran ini, Pusdalops bukan sekadar pusat informasi, melainkan jantung utama pengendalian operasi kebencanaan di Kota Bengkulu.
Selain menegaskan fungsi teknis, Walikota Dedy Wahyudi juga menjelaskan manfaat nyata keberadaan Pusdalops bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan pusat kendali ini akan:
- Mempercepat respon pemerintah ketika bencana terjadi.
- Meningkatkan koordinasi antarlembaga sehingga tidak ada tumpang tindih penanganan.
- Menjamin akurasi data yang digunakan dalam proses evakuasi dan rehabilitasi.
- Mengoptimalkan pengelolaan logistik bantuan, sehingga distribusi ke masyarakat terdampak lebih cepat.
- Meminimalkan risiko korban dan kerugian dengan sistem peringatan dini yang efektif.
“Dengan berfungsinya Pusdalops secara maksimal, masyarakat tidak hanya lebih terlindungi, tetapi juga semakin percaya pada kinerja pemerintah,” tegas Dedy. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











