Pemkot Bengkulu Pastikan Penilaian Kinerja PNS Transparan, Dorong ASN Lebih Produktif
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus memperkuat tata kelola kepegawaian dengan memastikan proses penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai aturan. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Tim Penilai Kinerja PNS yang digelar oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bengkulu, Jumat (24/10), di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kota Bengkulu.
Rapat penting tersebut dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Tony Elfian, dan dihadiri oleh Asisten III Setda Kota Bengkulu I Made Ardana, Kepala Inspektorat Kota Bengkulu Eka Rika Rino, serta sejumlah pejabat di lingkungan BKPSDM.
||BACA JUGA: Pemerintah Pusat Tinjau Program MBG di Bengkulu, Tony Elfian: Anak-Anak Harus Tumbuh Sehat dan Cerdas
Agenda utama rapat membahas hasil evaluasi kinerja para PNS dan penetapan nilai kinerja untuk periode penilaian tahun berjalan. Hasil penilaian ini nantinya akan menjadi dasar dalam pembinaan karier, pemberian tunjangan kinerja, serta promosi jabatan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bengkulu.
Dalam arahannya, Pj Sekda Tony Elfian menegaskan bahwa penilaian kinerja tidak boleh dilakukan secara subjektif, melainkan harus berdasarkan capaian kinerja dan kontribusi nyata pegawai terhadap instansi. Ia menekankan pentingnya sistem penilaian yang adil dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja PNS.
||BACA JUGA: Kadis Perindag Kota Bengkulu Resmi Ditahan Kejari, Diduga Terlibat Korupsi Aset Pasar Panorama
“Penilaian kinerja bukan sekadar formalitas atau angka di atas kertas. Ini adalah instrumen penting untuk mengukur sejauh mana kinerja dan dedikasi setiap pegawai dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik,” ujar Tony dalam sambutannya.
Menurutnya, sistem penilaian yang baik akan menghasilkan sumber daya aparatur yang berkualitas dan memiliki etos kerja tinggi. Oleh karena itu, setiap pimpinan perangkat daerah diminta untuk melakukan evaluasi kinerja bawahannya secara terukur, transparan, dan akuntabel.
Lebih lanjut, Tony menjelaskan bahwa penilaian kinerja yang objektif akan berdampak langsung pada peningkatan profesionalisme ASN. Hasil evaluasi bukan hanya menjadi dasar pemberian penghargaan atau tunjangan, tetapi juga menjadi acuan dalam pembinaan, mutasi, hingga promosi jabatan.
||BACA JUGA: Kota Bengkulu Siap Pertahankan Gelar Kota Paling Inovatif di Ajang IGA 2025
“Kinerja yang baik harus diberikan apresiasi, sementara yang kurang harus mendapat pembinaan. Dengan begitu, setiap ASN akan terdorong untuk bekerja lebih produktif dan disiplin,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemkot Bengkulu terus berkomitmen membangun sistem birokrasi yang efektif dan berorientasi pada hasil. Salah satu langkah strategisnya adalah dengan memperkuat sistem manajemen kinerja berbasis digital, agar seluruh proses evaluasi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh pegawai.
Penilaian kinerja yang objektif dan transparan menjadi pondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan akuntabel. Dengan adanya sistem penilaian berbasis capaian, setiap ASN dituntut memiliki target yang jelas serta tanggung jawab terhadap hasil kerja.
||BACA JUGA: BPOM Evaluasi KKPA, Kota Bengkulu Berpeluang Raih Predikat Kota Pangan Aman
Langkah ini juga sejalan dengan semangat reformasi birokrasi nasional yang menekankan pentingnya kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan publik yang prima. Pemkot Bengkulu berharap, penerapan sistem penilaian yang baik dapat memperkuat budaya kerja yang kompetitif, profesional, dan berintegritas tinggi di lingkungan ASN.
Tony Elfian menegaskan, Pemkot Bengkulu akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap sistem kinerja ASN dan memastikan seluruh hasil penilaian digunakan secara tepat.
“Kami tidak ingin ada pegawai yang merasa dirugikan atau dinilai tidak adil. Semua harus berdasarkan data dan capaian kerja yang terukur,” tegasnya.
||BACA JUGA: Realisasi PBB Kota Bengkulu Meningkat Berkat Aplikasi PADEK dan Insentif RT
Melalui Rapat Tim Penilai Kinerja ini, Pemkot Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas aparatur dan memperkuat budaya kinerja di seluruh lini pemerintahan.
“Kita ingin menciptakan ASN yang tidak hanya disiplin, tetapi juga inovatif dan berorientasi hasil. Evaluasi kinerja adalah cara kita memastikan setiap pegawai bekerja dengan tujuan yang jelas untuk kemajuan Kota Bengkulu,” tutup Tony Elfian. (**)
Editor:(KB1) Share
Pewarta: QQ











