Bengkulu Targetkan Seluruh Jalan Provinsi Mulus 2028, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Jalan Provinsi Bengkulu
Foto: Wakil Gubernur Mian saat memimpin rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Jumat (24/10), (Ft/Ist).

Bengkulu Targetkan Seluruh Jalan Provinsi Mulus 2028, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menargetkan seluruh jalan provinsi dalam kondisi mulus dan fungsional pada tahun 2028. Target ambisius ini menjadi salah satu program prioritas kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Bumi Rafflesia.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menegaskan bahwa program pembangunan jalan provinsi bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

||BACA JUGA: Kejagung Lantik 17 Kajati Baru, Emilwan Ridwan Pimpin Kejati Kalbar

“Program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur adalah memastikan seluruh jalan provinsi dalam kondisi mulus dan berfungsi dengan baik pada tahun 2028. Pekerjaan sudah dimulai sejak 2025, dan kami pastikan semuanya tepat guna dan berkelanjutan,” ujar Mian saat memimpin rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Jumat (24/10).

Menurut Mian, kebijakan ini lahir dari banyaknya keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan provinsi yang rusak parah di beberapa titik. Kondisi tersebut bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga menurunkan daya saing ekonomi daerah karena terganggunya distribusi barang dan jasa.

||BACA JUGA: Pelantikan PPPK, Bupati Mukomuko Ingatkan: Jabatan Adalah Amanah untuk Melayani

“Kami ingin menjawab langsung keluhan masyarakat. Jalan provinsi yang rusak bertahun-tahun harus segera dibenahi. Kalau infrastruktur dasar seperti jalan sudah bagus, ekonomi daerah otomatis ikut bergerak,” tegas Mian.

Dalam rapat itu, Mian menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar proses pembangunan berjalan cepat, efisien, dan tepat sasaran. Ia meminta setiap daerah aktif melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan mutu pekerjaan dan ketahanan jalan sesuai standar.

Salah satu penyebab utama kerusakan jalan provinsi, lanjut Mian, adalah kendaraan angkutan barang yang melebihi kapasitas muatan. Karena itu, pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang melintas di jalur provinsi.

||BACA JUGA: Pemkab Seluma Libatkan Publik Bahas Masa Depan Investasi Tambang Emas

“Agar jalan bisa bertahan lama, kendaraan harus disesuaikan dengan kelas jalan. Berdasarkan regulasi, jalan provinsi hanya mampu menampung kendaraan kelas tiga. Kalau kendaraan overload terus dibiarkan, jalan yang baru dibangun pun cepat rusak,” jelasnya.

Pemprov Bengkulu juga mendorong pemerintah kabupaten untuk membentuk tim pengawasan terpadu bersama aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka pelanggaran muatan berlebih yang kerap menjadi biang kerok kerusakan jalan di berbagai wilayah.

“Kami tidak ingin anggaran besar yang digelontorkan untuk pembangunan jalan justru sia-sia karena kurangnya pengawasan. Oleh sebab itu, kami minta komitmen semua pihak,” ujar Mian.

||BACA JUGA: Korupsi Gas PGN, KPK Jerat Komisaris Utama PT IAE

Usai rapat dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Pemprov Bengkulu berencana menggelar rapat serupa dengan kabupaten lainnya di seluruh wilayah provinsi. Tujuannya untuk menyamakan langkah, memperkuat koordinasi, dan memastikan komitmen setiap daerah dalam menjaga infrastruktur yang sudah dibangun.

“Kami akan roadshow ke semua kabupaten. Kami ingatkan agar jalan yang sudah bagus jangan dibiarkan rusak lagi karena kendaraan over kapasitas. Pemerintah daerah harus ikut menjaga hasil pembangunan,” kata Mian.

Dalam kesempatan tersebut, Mian mengungkapkan bahwa Kabupaten Bengkulu Utara mendapat alokasi anggaran sebesar Rp161 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan pada tahun ini. Anggaran tersebut sebagian besar digunakan untuk peningkatan ruas jalan strategis yang menghubungkan Bengkulu Utara dengan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dan wilayah lainnya.

||BACA JUGA: Ketua DPD RI: Desa Adalah Ujung Tombak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

“Tahun ini kita fokuskan Rp161 miliar untuk Bengkulu Utara, termasuk proyek yang beririsan dengan Benteng. Tahun depan, kita akan tambah lagi sesuai kebutuhan dan kemampuan fiskal daerah,” ungkap Mian.

Program pembangunan jalan ini diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan dan membuka akses ekonomi baru di wilayah pedesaan. Dengan tersambungnya jalan antar kabupaten secara mulus, hasil pertanian, perkebunan, dan produk UMKM lokal akan lebih mudah masuk ke pasar regional maupun nasional.

Pemerintah provinsi menilai, infrastruktur jalan yang baik menjadi pondasi penting dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, target 2028 menjadi komitmen bersama seluruh elemen pemerintah di Bengkulu.

“Kalau jalan bagus, semua sektor ikut bergerak. Pertanian lebih lancar, pariwisata meningkat, dan logistik lebih efisien. Itulah kenapa target 2028 ini harus kita kawal bersama,” ujar Mian. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *