Peran Ibu di Era Digital: Pemimpin Bijak dalam Mengarahkan Penggunaan Teknologi Anak
KANTOR-BERITA.COM, JAKARTA|| Kemajuan teknologi yang pesat menghadirkan tantangan baru bagi para ibu sebagai pemimpin bijak di rumah, Dalam era digital, peran ibu menjadi sangat penting dalam mengelola dan mengarahkan anak-anak untuk memanfaatkan teknologi secara positif, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menekankan bahwa ibu memiliki tanggung jawab besar sebagai pendidik utama bagi anak-anak dalam penggunaan teknologi.
“Ibu adalah pemimpin di rumah, Seperti yang ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto, kemajuan teknologi membutuhkan pemimpin yang bijak,” ujar Meutya Hafid dalam acara Talk Show Hari Ibu di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (19/12/24).
BACA JUGA: 139 Kelompok Pembudidaya Ikan di Mukomuko Diusulkan Terima Bantuan Teknologi Bioflok
Meutya menyampaikan bahwa di tengah arus teknologi yang luar biasa, Peran seorang ibu memiliki posisi strategis untuk memoderasi penggunaan teknologi di lingkungan keluarga, Kemampuan seorang ibu untuk mendidik, membimbing dan mengarahkan anak-anaknya menjadi sangat penting untuk memastikan teknologi digunakan secara produktif dan tidak memberikan dampak negatif di era digital ini.
Selain peran ibu, pemerintah juga tengah mencari formula terbaik untuk mengatur penggunaan teknologi di kalangan anak-anak, Meutya Hafid menjelaskan bahwa beberapa negara telah menerapkan pembatasan penggunaan internet berdasarkan kategori usia tertentu, Di Indonesia pendekatan serupa sedang dalam proses eksperimen untuk menemukan model yang paling tepat.
“Kita sedang mencoba-coba untuk mencari model regulasi terbaik, Tentunya masukan dari para ibu menjadi sangat penting dalam proses ini,” ungkap Meutya Hafid.
Ia juga menggarisbawahi bahwa regulasi pemerintah hanya akan efektif jika diimbangi dengan keterlibatan aktif dari keluarga, terutama ibu, dalam mengelola aktivitas anak-anak di dunia digital.
BACA JUGA: Kemenkomdigi dan OJK Perkuat Pengawasan dan Blokir Rekening Judi Online
Meutya Hafid mengingatkan bahwa ibu memiliki peran utama dalam menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan aktivitas tradisional seperti membaca buku, bermain di luar, atau melakukan kegiatan yang melibatkan interaksi sosial langsung.
“Jika tidak dikelola dengan bijak, teknologi bisa menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak, Ibu harus bisa mengatur waktu dan membatasi akses internet anak-anak di rumah,” jelas Meutya Hafid.
Ia juga mendorong para ibu untuk berdiskusi dengan anak-anak mereka mengenai aturan penggunaan internet di rumah. Dengan komunikasi yang baik, anak-anak akan lebih memahami pentingnya pengelolaan waktu dalam menggunakan teknologi.
BACA JUGA: Transformasi Digital: Senjata Ampuh Pemerintah Indonesia dalam Pemberantasan Korupsi
Mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto dalam forum APEC, Menkomdigi menyampaikan bahwa kemajuan teknologi memerlukan pemimpin yang bijaksana, sabar, dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Hal ini tidak hanya berlaku di tingkat nasional, tetapi juga dalam lingkup keluarga.
“Ibu-ibu di rumah adalah pemimpin yang harus mampu mengarahkan anak-anak untuk menggunakan teknologi dengan bijaksana, Dengan begitu teknologi menjadi alat yang mendukung, bukan menghambat, pertumbuhan mereka,” Tegas Meutya Hafid. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











