Langkah Preventif DBD: Dinkes Mukomuko Distribusikan Ratusan Kilogram Bubuk Abate ke Warga
KANTOR-BERITA.COM, MUKOMUKO|| Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko membagikan bubuk abate kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan dan pemberantasan nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD). Program ini bertujuan mengurangi risiko penularan DBD yang sering menjadi masalah kesehatan serius di daerah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, melalui Sekretaris Dinas, Jajat Sudrajat, menjelaskan pada Selasa (11/6/24) bahwa mereka telah mendistribusikan ratusan kilogram bubuk abate kepada masyarakat di berbagai desa dan kelurahan.
BACA JUGA: Intervensi Serentak Posyandu di Mukomuko: Langkah Proaktif Cegah Stunting tahun 2024
“Kami membagikan ratusan bubuk abate kepada masyarakat di daerah ini untuk mencegah DBD,” kata Jajat.
Bubuk abate yang dibagikan ini merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, dengan total sekitar 120 kilogram. Bubuk tersebut didistribusikan ke seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Mukomuko. Jajat menjelaskan bahwa pembagian bubuk abate ini dilakukan oleh petugas Puskesmas saat mereka berkunjung ke desa-desa.
Selain membagikan bubuk abate, petugas kesehatan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara penggunaan abate tersebut. Jajat menerangkan,
BACA JUGA: Pemkab Mukomuko Alokasikan Dana untuk Mesin PLTD RS Pratama
“Kami mensosialisasikan cara pemakaian bubuk abate ini. Abate mengandung bahan kimia, namun tidak berbahaya jika dicampur dalam air. Bubuk ini ditabur ke wadah air untuk membunuh jentik nyamuk yang tidak mati saat pengasapan.”
Lebih lanjut, Jajat menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai langkah penting dalam mencegah nyamuk DBD. “Meskipun sudah diberikan bubuk abate, masyarakat juga harus selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah,” pungkasnya.
Bantuan bubuk abate dari Pemerintah Provinsi Bengkulu menunjukkan dukungan yang kuat terhadap program pencegahan DBD di Kabupaten Mukomuko. Kerjasama antara pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program ini.
BACA JUGA: Pemdes Dusun Baru Pelokan dan UPTD Puskesmas Lubuk Sanai Laksanakan Fogging
Gubernur Bengkulu, dalam sebuah pernyataan, menyampaikan komitmennya untuk mendukung upaya pencegahan DBD di seluruh wilayah Bengkulu.
“Kami akan terus mendukung program-program kesehatan yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari penyakit berbahaya seperti DBD, Bantuan bubuk abate ini adalah salah satu bentuk komitmen kami,” ujar Gubernur.
Program distribusi bubuk abate ini tidak hanya berfokus pada pembagian fisik bubuk abate, tetapi juga pada edukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan DBD. Petugas kesehatan melakukan kunjungan rutin ke desa-desa dan kelurahan untuk memberikan bubuk abate sekaligus memberikan penjelasan cara penggunaannya.
BACA JUGA: Penurunan Kasus DBD di Kota Bengkulu, Dinkes: Hasil Kerja Sama Semua Pihak
Salah satu petugas Puskesmas yang terlibat, Rina, menyampaikan bahwa sosialisasi dilakukan secara menyeluruh. “Kami mengunjungi rumah-rumah warga, memberikan bubuk abate, dan langsung menunjukkan bagaimana cara penggunaannya, Kami juga menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” ujar Rina.
Selain kunjungan rumah, sosialisasi juga dilakukan melalui pertemuan warga yang diadakan di balai desa atau tempat-tempat umum lainnya. Dalam pertemuan tersebut, petugas kesehatan memberikan penjelasan detail tentang bahaya DBD dan langkah-langkah pencegahannya.
Menurut Rina, “Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa pencegahan DBD tidak hanya dengan menggunakan abate, tetapi juga dengan menjaga kebersihan lingkungan, menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.” (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: Budi Utoyo











