Intervensi Serentak Posyandu di Mukomuko: Langkah Proaktif Cegah Stunting tahun 2024

Pencegahan stunting Mukomuko
Foto: Dinkes Mukomuko pada saat melakukan pertemuan dalam rangka peningkatan cakupan E-PPGBM kepada Puskesmas Se-Kabupaten Mukomuko, (Foto/Ist/BU).

Intervensi Serentak Posyandu di Mukomuko: Langkah Proaktif Cegah Stunting tahun 2024

KANTOR-BERITA.COM, MUKOMUKO|| Dalam upaya mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Mukomuko, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengambil langkah proaktif dengan meluncurkan gerakan intervensi serentak pencegahan stunting di seluruh Posyandu. Program yang berlangsung sepanjang bulan Juni 2024 ini bertujuan untuk memberikan intervensi gizi yang komprehensif kepada masyarakat, terutama calon pengantin, ibu hamil, serta bayi dan balita.

Gerakan ini dirancang sebagai tanggapan langsung terhadap data yang menunjukkan tingkat stunting yang mengkhawatirkan di beberapa wilayah. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, kegiatan ini dimulai dari tanggal 3 hingga 29 Juni 2024.

BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Raih Prestasi Tertinggi dalam Penurunan Stunting, TPPS Akan Terima Reward

“Kami melaksanakan gerakan intervensi serentak pencegahan stunting di seluruh Posyandu di daerah ini sepanjang bulan Juni,” ungkap Bustam Bustomo, di Mukomuko pada Selasa, (11/6/24).

Dalam gerakan ini, Posyandu di seluruh Kabupaten Mukomuko menjadi pusat kegiatan. Fokus utamanya adalah memberikan berbagai layanan kesehatan yang dirancang khusus untuk mencegah stunting. Berikut adalah layanan yang diberikan:

  • Pelayanan untuk Calon Pengantin dan Ibu Hamil:
  1. Skrining layak hamil untuk memastikan kondisi kesehatan calon ibu sebelum dan selama kehamilan.
  2. Penimbangan berat badan secara rutin untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan.
  3. Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) yang membantu mendeteksi risiko kekurangan gizi.
  4. Intervensi sesuai tata laksana medis untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi yang dikandung.
  • Pelayanan untuk Bayi dan Balita:
  1. Penimbangan berat badan yang konsisten untuk memantau pertumbuhan bayi dan anak-anak.
  2. Pengukuran Tinggi Badan (TB) atau Panjang Badan (PB) sebagai indikator pertumbuhan fisik.
  3. Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk mendeteksi potensi masalah gizi.
  4. Intervensi gizi dan kesehatan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Bustam Bustomo menegaskan pentingnya layanan ini untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan mencegah terjadinya stunting, “Di Posyandu, kami memberikan pelayanan yang komprehensif untuk calon pengantin, ibu hamil, serta bayi dan balita,” jelasnya.

BACA JUGA: Setelah 2 Tahun Berturut dalam Penururan Stunting, TPPS Berharap Pemerintah Pusat Memberikan Insentif Fiskal

Untuk memanfaatkan layanan ini, masyarakat diimbau untuk membawa beberapa dokumen penting saat berkunjung ke Posyandu. Calon pengantin perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), atau kartu BPJS Kesehatan. Sementara itu, orang tua yang membawa bayi dan balita diharapkan membawa buku Kartu Identitas Anak (KIA) untuk memudahkan pencatatan dan monitoring.

Bustam mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan gerakan ini demi kesehatan dan masa depan anak-anak mereka. “Mari manfaatkan gerakan intervensi serentak ini agar kita bisa terhindar dari stunting,” tambahnya.

Program intervensi serentak ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengurangi prevalensi stunting di Mukomuko. Dinas Kesehatan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan komunitas lokal, untuk memastikan bahwa intervensi yang diberikan efektif dan tepat sasaran. Berikut adalah beberapa langkah yang diambil dalam strategi ini:

  • Pendidikan dan Penyuluhan:
  1. Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik dan cara-cara untuk mencapainya.
  2. Menyebarkan informasi tentang praktik kesehatan yang baik selama kehamilan dan masa pertumbuhan anak.
  • Pelatihan dan Pemberdayaan Kader Posyandu:
  1. Melatih kader Posyandu untuk dapat memberikan layanan yang lebih baik dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
  2. Mendorong partisipasi aktif kader dalam memantau dan mendukung kesehatan ibu dan anak di komunitas mereka.
  • Penguatan Infrastruktur Kesehatan:
  1. Meningkatkan fasilitas dan peralatan di Posyandu untuk mendukung layanan kesehatan yang lebih baik.
  2. Menyediakan akses yang lebih mudah dan luas bagi masyarakat ke layanan kesehatan melalui Posyandu dan puskesmas.
  • Kolaborasi dengan Sektor Lain:
  1. Bekerja sama dengan sektor pendidikan untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup di sekolah.
  2. Melibatkan pemerintah desa dan organisasi masyarakat dalam program-program kesehatan.

Melalui gerakan intervensi serentak ini, Kabupaten Mukomuko berharap dapat melihat penurunan signifikan dalam angka stunting di wilayahnya. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan kerjasama yang baik antara berbagai pihak yang terlibat.

Bustam Bustomo optimis bahwa dengan langkah-langkah yang telah diambil, Mukomuko dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lebih mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, “Dengan kerja sama yang baik, kita dapat mewujudkan masa depan yang lebih cerah untuk anak-anak kita,” pungkasnya. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Budi Utoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *