Walikota Dukung Satpol PP Kota Bengkulu Tegakkan Perda

Satpol PP Kota Bengkulu
Foto: Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi pada saat menghadiri syukuran pengangkatan PPPK Satpol PP, (Ft/Ist).

Walikota Dukung Satpol PP Kota Bengkulu Tegakkan Perda

Kantor-Berita.Com, Kota Bengkulu|| Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menaruh harapan tinggi kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu sebagai ujung tombak penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan penataan kerapiannya. Bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing, ia ingin wajah Kota Bengkulu tampil bersih, tertib, dan menarik—terutama pada pasar tradisional dan kawasan wisata seperti Pantai Panjang.

Dedy menegaskan fokus utama Satpol PP adalah penegakan Perda tentang kebersihan, “Saya tak ingin melihat sampah berserakan di kota ini,” tegasnya saat menghadiri syukuran pengangkatan PPPK Satpol PP Kota Bengkulu, Ia menyoroti perilaku masyarakat yang disengaja atau cuek, dan menegaskan bahwa sudah ada sanksi yg tegas bagi pelanggarnya, baik UU maupun Perda.

BACA JUGA: Walikota Dedy Wahyudi Tegas Revitalisasi Pantai Panjang: Bongkar Lapak Liar, Wujudkan Wisata Tertib dan Indah

Penegasan ini menunjukkan fokus konkret pada penataan kota. Belum lama ini, Pemkot bekerja sama dengan Satpol PP menindak bangunan liar dan warung remang-remang di Pantai Panjang, setelah Walikota menginstruksikan pembongkaran bangunan ilegal tersebut.

Walikota juga memandang pasar tradisional harus ditata. Ia ingin pasar-pasar di kota tampil bersih, rapi, dan terorganisir—karena pasar adalah pusat interaksi sosial dan ekonomi warga. Dedy menyatakan tugas berat Satpol PP adalah menyulap pasar menjadi tempat yang menarik dan nyaman bagi pedagang serta pengunjung. Satpol dialah yang berada di garis depan penyelenggaraan protokol ini.

BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Targetkan WTP Lagi, Walikota Dedy Lakukan Silaturahmi ke BPK RI

Pantai Panjang telah dipuji sebagai salah satu pantai terbaik di Indonesia, bahkan mendekati kualitas Pantai Kuta di Bali. Namun, penataan diperlukan. Walikota menceritakan kondisi riil: banyak payung dan pondok komersial berdiri di jalur jogging tidak resmi, dengan tarif hingga Rp200.000/jam, “Itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Selain itu, sejumlah fasilitas mencurigakan seperti pentas disco dan minuman beralkohol sempat berlangsung, disertai indikasi prostitusi .

Dedy menekankan Satpol PP harus proaktif: menertibkan lapak ilegal, membubarkan kegiatan yang melanggar, dan menegakkan Perda demi terciptanya pariwisata yang baik, aman, dan bebas maksiat.

BACA JUGA: Walikota Bengkulu Gaungkan Gerakan Bersih Pantai Panjang untuk Dongkrak Wisata dan Ekonomi Lokal

Selaku pemimpin, Dedy menyemangati anggota Satpol PP untuk bangga terhadap seragam mereka. Ia mengacungkan seragam Satpol PP—menegaskan bahwa semua anggota harus percaya diri pada peran dan kewibawaannya.

“Pak–bu semua harus bangga, pede mengenakan baju ini, Kalau Satpol PP kuat, insya Allah tidak akan ada lagi yang melanggar Perda,” tambahnya.

Dorongan ini menekankan profesionalisme, moralitas, dan komitmen Satpol PP sebagai pilar utama dalam pelaksanaan tata kelola pemerintah daerah.

Walikota Bengkulu menegaskan, kota tidak akan bersih dan indah dengan sendirinya. Satpol PP menjadi garda terdepan dalam mendorong implementasi perda—dari kebersihan jalan hingga tatanan pasar dan pariwisata.

Dengan kolaborasi, penegakan hukum, dan semangat melayani masyarakat, Walikota meyakini satpol akan mewujudkan visi tersebut: “Kota Bengkulu indah, bersih, rapi, dan nyaman—untuk kita semua.” (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *