Wakil Gubernur Bengkulu Dorong Penurunan Stunting dan Bonus Demografi Bengkulu Emas 2045

Wakil Gubernur Bengkulu
Foto: Wakil Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah bersama Pejabat Eselon I BKKBN saat membuka acara Review Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Bengkulu Tahun 2023 pada hari selasa, (17/10/23).

Wakil Gubernur Bengkulu Dorong Penurunan Stunting dan Bonus Demografi Bengkulu Emas 2045

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Wakil Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, membuka acara penting dalam upaya mengatasi permasalahan stunting di Provinsi Bengkulu. Dalam acara “Review Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Bengkulu Tahun 2023,” yang berlangsung di Ballroom Hotel Grage Bengkulu, Selasa (17/10/2023), Rosjonsyah menekankan urgensi upaya bersama untuk mengurangi angka stunting di wilayah tersebut.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Bengkulu, Rosjonsyah, mengungkapkan bahwa stunting merupakan salah satu permasalahan serius yang tengah dihadapi Indonesia. Dampak stunting sangat luas, mencakup masalah kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan budaya. Oleh karena itu, menjadikan tahun 2045 sebagai “Indonesia Emas” dengan memanfaatkan bonus demografi merupakan tantangan besar yang harus dihadapi oleh seluruh bangsa Indonesia.

Wakil Gubernur Bengkulu
Foto: Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di provinsi bengkulu berbincang dengan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Nopian Andusti pada hari selasa, acara berlangsung di Ballroom Hotel Grage Bengkulu (17/10/23).

“Waktunya kita berkolaborasi lebih besar untuk mencapai target provinsi kami, yaitu mengurangi angka stunting menjadi 12,55 persen pada tahun 2024,” ujar Wakil Gubernur Rosjonsyah.

Rosjonsyah juga menyebut bahwa saat ini sedang berlangsung survei kesehatan di seluruh Indonesia, dan harapan besar mereka akan melihat penurunan signifikan dalam angka stunting, menunjukkan perubahan yang positif ke arah yang diinginkan.

BACA JUGA: Wagub Bengkulu Kumpulkan TPPS: Fokus Penurunan Stunting

Dalam situasi sulit ini, Wakil Gubernur Rosjonsyah mendorong kabupaten/kota penerima Dana AA Khusus (DAK) sub bidang Kesehatan Ibu dan Anak (KB) serta biaya operasional Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk memanfaatkannya secara optimal sesuai dengan pedoman dan pedoman yang telah ditetapkan.

“ Dengan Melalui review ini kinerja program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting pada semester pertama tahun 2023 ini, saya berharap kita dapat mencapai target-target yang tersisa di semester kedua dengan semangat dan tekad yang kuat, terutama terkait dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta percepatan penurunan angka stunting yang ada di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

BACA JUGA: PJ Walikota Buat Gebrakan Persoalan Stunting: Bantuan Gizi untuk Kesehatan Generasi Anak

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, populasi Provinsi Bengkulu mencapai 2.032.942 jiwa dengan tingkat pertumbuhan populasi sekitar 1,48 persen. Generasi Z, yang mencakup penduduk yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, merupakan kelompok terbesar dengan persentase sekitar 28,94 persen. Sedangkan generasi milenial yang lahir antara tahun 1981 dan 1996 menyumbang 26,66 persen dari populasi.

Kelompok kedua ini merupakan aset penting yang akan menentukan masa depan Bengkulu. Bonus demografi tahun 2020 hingga 2025 diharapkan akan menjadikan Bengkulu maju dan menuju status “Bengkulu Emas” pada tahun 2045.

Dengan perhatian serius terhadap permasalahan stunting, upaya bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan bonus pengelolaan demografi yang bijak, Provinsi Bengkulu berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan-tujuan besar ini. (**)

Editor: (KB1) Share

Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *