Unand Sosialisasikan Program Pascasarjana Keinsinyuran di Bengkulu, Dorong Profesionalisme Bidang Teknik

Program Keinsinyuran Unand Bengkulu
Foto: Universitas Andalas (Unand) Padang setelah Sosialisasi dan promosi Sekolah Pascasarjana Multidisiplin di Bengkulu, khususnya Program Studi Teknik dalam Praktik Keinsinyuran (Ir), hadir juga dari PII Bengkulu dan Bantuan Teknik Bengkulu Acara ini berlangsung di Aula Dinas Pertanian pada Kamis (13/2/25), (Ft/Ist).

Unand Sosialisasikan Program Pascasarjana Keinsinyuran di Bengkulu, Dorong Profesionalisme Bidang Teknik

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Universitas Andalas (Unand) Padang terus berupaya memperluas akses pendidikan pascasarjana di berbagai daerah. Kali ini, Unand menggelar sosialisasi dan promosi Sekolah Pascasarjana Multidisiplin di Bengkulu, khususnya Program Studi Teknik dalam Praktik Keinsinyuran (Ir). Acara ini berlangsung pada Kamis (13/2/25) di Aula Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu dan difasilitasi langsung oleh Dinas Pertanian setempat.

Kegiatan tersebut menghadirkan Koordinator dari Unand, Ir. Benny Dwika Leonanda, MT, IPM, ASEAN Eng, sebagai pemateri utama. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya tenaga profesional di bidang teknik, mengenai pentingnya sertifikasi insinyur dalam dunia kerja.

BACA JUGA: BPJN Bengkulu Siap Gandeng Kantor Bantuan Teknik, Pendampingan Pembangunan Infrastruktur Berkualitas

Dalam pemaparannya, Benny Dwika Leonanda menegaskan bahwa keinsinyuran bukan sekadar pilihan, tetapi merupakan kewajiban yang telah diatur dalam regulasi nasional. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2019 tentang Keinsinyuran, setiap pekerjaan di bidang teknik harus dilakukan oleh seorang insinyur yang memiliki sertifikasi resmi. Jika aturan ini tidak dipatuhi, ada konsekuensi hukum yang dapat dikenakan.

“Undang-Undang telah mengamanatkan bahwa pekerjaan di bidang keinsinyuran harus dikerjakan oleh tenaga profesional bersertifikat, Jika ini tidak diterapkan, maka ada sanksi hukum yang berlaku,” ujar Benny.

BACA JUGA: Kejati Bengkulu dan Perkumpulan Bantuan Teknik Bengkulu Jalin Kerja Sama Dalam Mendukung Penegakan Hukum dan Pembangunan

Ia juga menyebutkan bahwa Unand telah mengadakan kegiatan serupa di Bengkulu pada tahun sebelumnya, tepatnya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu. Sosialisasi tersebut mendapatkan sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), pengusaha, serta tenaga profesional di sektor teknik.

Menurut data yang disampaikan Benny, hingga saat ini Universitas Andalas (Unand) telah meluluskan sekitar 490 insinyur, di mana sepertiga di antaranya berasal dari Bengkulu. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat Bengkulu dalam menempuh pendidikan keinsinyuran.

BACA JUGA: Pelantikan Pengurus PII Bengkulu: Momentum Sinergi Pembangunan Daerah

“Melihat antusiasme yang tinggi ini, kami juga akan memperluas sosialisasi ke sektor pertambangan, Pekerja di industri ini juga harus memiliki kompetensi keinsinyuran yang sesuai dengan standar yang berlaku,” Tutur Benny.

Dalam acara tersebut, Unand juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pembukaan Program Studi Keinsinyuran di Bengkulu, baik melalui kerja sama dengan perguruan tinggi setempat maupun secara mandiri.

Namun, Benny menjelaskan bahwa pembukaan program studi baru bukanlah hal yang mudah. Syarat utama untuk membuka program studi keinsinyuran adalah akreditasi institusi dan program studi yang harus memenuhi standar tertentu.

BACA JUGA: Menteri PUPR Resmikan ISEREC: Pusat Penelitian Energi Surya untuk Masa Depan Hijau Indonesia

“Universitas yang ingin membuka program studi keinsinyuran harus memiliki akreditasi A, baik untuk institusi maupun beberapa program studinya, Jika belum memenuhi syarat, maka harus bekerja sama dengan universitas yang telah memiliki program studi keinsinyuran terakreditasi,” jelasnya.

Sosialisasi ini turut dihadiri oleh berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengembangan keinsinyuran di Bengkulu, termasuk Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Bengkulu, Kantor Bantuan Teknik Bengkulu, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu. (**)

Editor: (One) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *