Foto: Seminar Kepemiluan 2024 Tampak Ketua MD KAHMI Medan, Dr.dr. Delyuzar Juga Wakil Rektor I UINSU, Prof. Akmal Tarigan serta Prof. Dr. H. Fachruddin Azmi, Guru Besar dan Prof. M. Syukri Albani Nasution. (S.HP).
UINSU dan MD KAHMI Medan Gelar Seminar Kepemiluan: Peran Kaum Muda dalam Mensukseskan Pemilu 2024
KANTOR-BERITA.COM, SUMATERA UTARA – Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Majelis Daerah (MD) KAHMI Medan telah bergandengan tangan untuk menggelar sebuah seminar yang menginspirasi, bertajuk “Peran Kaum Muda dalam Mensukseskan Pemilu 2024”. Acara ini berlangsung meriah di Aula Perpustakaan Kampus IV UINSU, Jl. Lapangan Golf 120, Medan Tuntungan.
Ketua MD KAHMI Medan, Dr.dr. Delyuzar, tampak penuh semangat saat berbicara tentang pentingnya pendidikan pemilu bagi adik-adik pelajar. Ia menyadari bahwa pemilu yang akan digelar pada 14 Februari 2024 akan menjadi penentu nasib bangsa Indonesia. Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab besar untuk tidak bersikap apatis terhadap proses pemilihan umum ini.
Foto: UINSU dan MD KAHMI Medan mengadakan Seminar Kepemiluan 2024 dengan mengusung tema “Peran Kaum Muda dalam Mensukseskan Pemilu 2024” acara berlangsung di Aula Perpustakaan Kampus IV UINSU, Jl. Lapangan Golf 120, Medan, (S.HP)
Delyuzar menegaskan bahwa masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan negara di Republik Indonesia, dan tugas kita, terutama para mahasiswa, adalah untuk memperbaikinya. Salah satu langkah penting adalah memastikan pemilu berlangsung jujur dan adil. Visi Indonesia Emas 2045 adalah gagasan cita-cita bagi Indonesia, dan untuk mewujudkannya, generasi muda harus siap mengambil alih kepemimpinan negara.
Seminar ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor I UINSU, Prof. Akmal Tarigan, para dekan, dan dosen. Pemateri pertama, Majda El Muhtaj, SH, MH, memberikan penjelasan tentang “Bagaimana Mengukur Demokrasi”. Majda menjelaskan bahwa demokrasi memiliki tiga pilar prinsip yang sangat penting, yaitu kebebasan atau kesetaraan, kesetaraan rakyat, dan pemerintahan yang terbuka dan bertanggung jawab.
Demokrasi, menurut Majda, bukan hanya tentang proses pemilu, tetapi juga mengenai nilai-nilai kehidupan yang baik dalam masyarakat. Demokrasi memerlukan inklusivitas, partisipasi masyarakat dalam pemilu, serta kritik konstruktif. Dalam konteks ini, Majda membahas Putusan Mahkamah Konstitusi terkait UU pemilu, yang mempengaruhi persyaratan usia calon presiden dan wakil presiden.
Dalam menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi yang kontroversial, Majda memberikan pesan positif kepada mahasiswa. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut bukan akhir dari segalanya, tetapi justru membuka peluang bagi generasi muda. Generasi sekarang akan menjadi pemimpin masa depan, dan pemilu 2024 adalah kesempatan emas untuk belajar dan terlibat dalam proses politik.
Prof. Dr. H. Fachruddin Azmi, seorang Guru Besar, mengambil inisiatif untuk berdiskusi pandangan mahasiswa tentang penyelenggaraan pemilu. Hasilnya menunjukkan variasi pemahaman dari kelompok siswa. Sebagian besar merasa bahwa pemilu tidak mengalami perubahan yang signifikan, sementara yang lain memandang pemilu sebagai peluang untuk perubahan. Ada juga yang merasa tidak tahu atau merasa tidak memiliki arti.
Prof Fachruddin menekankan pentingnya literasi politik bagi rakyat Indonesia. Karena produk undang-undang, regulasi, dan kebijakan yang lahir dari DPR, pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, serta DPRD kabupaten dan kota memiliki dampak besar terhadap penyelenggaraan negara. Oleh karena itu, ia mendorong semua orang untuk menggunakan hak pilih mereka dalam pemilu mendatang.
Pembicara terakhir, Prof. M. Syukri Albani Nasution, berbicara tentang pentingnya kesadaran kaum milenial dalam pemilu 2024. Ia menggarisbawahi bahwa pemilu ini sangat sensitif dan mahasiswa tidak boleh melakukan tindakan apatis. Keputusan MK No. 90/2023 yang mengubah persyaratan usia calon presiden dan wakil presiden memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam politik.
Albani mengakhiri seminar dengan pesan positif, bahwa generasi muda harus memanfaatkan peluang ini dengan berpikir positif dan siap menangkap setiap kesempatan yang muncul. Pemilu 2024 bukan sekedar acara politik biasa, namun langkah awal menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.(**)
Sukses Jadi Tuan Rumah Event Voli Asia, FPPI Kalbar Minta Transparansi Anggaran Kantor-Berita.Com, Pontianak|| Keberhasilan Kalimantan Barat menjadi tuan rumah sejumlah kejuaraan bola voli berskala nasional hingga internasional dalam dua…
Sering Dilanda Genangan, Desa Sukaraja Usulkan Pembangunan Saluran Irigasi Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Sukaraja, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan saluran…
Budaya Gotong Royong Tetap Hidup, Warga Sukaraja Bersihkan Lingkungan Masjid Kantor-Berita.Com|| Semangat gotong royong masih menjadi budaya yang terus dijaga masyarakat Desa Sukaraja, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan. Hal itu…
LPHB Bongkar Dugaan Kejanggalan SPMB SMPN 2 Kota Bengkulu, Minta Audit Menyeluruh Kantor-Berita. Com|| Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu menuai sorotan. Direktur Eksekutif…