Toko Pangan “Ado Galo” Segera Hadir di Mukomuko untuk Stabilkan Harga
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu memiliki rencana untuk mengimplementasikan model Toko Pangan “Ado Galo” di Kota Bengkulu ke Kabupaten Mukomuko, lebih tepatnya di Pasar Ipuh. Tujuan utama dari rencana ini adalah untuk mengontrol stabilitas harga dan mengatasi penyimpangan distribusi yang dilakukan oleh Bulog.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Darjana, bersama dengan para deputi, mengungkapkan rencana ini setelah menyampaikan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Asesmen Regional yang baru-baru ini diadakan di Bengkulu.
BACA JUGA: Toko Sembako Murah “Ado Galo” di Bengkulu, Permanen untuk Stabilitas Harga
“Ini adalah langkah konkret dari hasil pertemuan TPID Provinsi Bengkulu yang berlangsung pada 6 Maret 2024,” ungkap Darjana.
Dalam rencana pengembangan Toko Pangan “Ado Galo”, TPID telah mengidentifikasi sejumlah kendala dan tantangan yang mungkin akan dihadapi. Salah satu masalah utama adalah jarak yang cukup jauh antara sentra produksi ke Mukomuko, yang ditempuh dengan perjalanan sekitar 7 jam atau sejauh 400 km.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu dan BI Siap Buka Toko Pangan “Ado Galo” Atasi Inflasi
Selain itu, hanya terdapat lima mitra Bulog yang tersedia, sehingga memerlukan perjalanan kembali ke sentra produksi secara lebih frekuent; efisiensi pengangkutan beras SPHP (Sistem Pengadaan dan Pemasaran Hasil Pertanian) terkendala oleh pembatasan kapasitas angkutan 2-4 ton per pedagang, yang menyebabkan biaya pengangkutan menjadi mahal. Darjana juga menambahkan bahwa mayoritas permintaan di Mukomuko didorong oleh dominasi industri perkebunan sawit, dan dari 185 komoditas, beras dan cabai memiliki bobot signifikan di daerah tersebut.
BACA JUGA: Kolaborasi TPID dan Bank Indonesia: Tanam Perdana dan Peluncuran Toko Pangan “Ado Galo”
Inisiatif untuk menghadirkan Toko Pangan “Ado Galo” di Kabupaten Mukomuko ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan efisiensi distribusi komoditas penting untuk masyarakat. Dengan adanya toko pangan ini, diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan akses ke bahan pangan dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau, sekaligus mengatasi tantangan logistik dan distribusi yang ada. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











