Kolaborasi TPID dan Bank Indonesia: Tanam Perdana dan Peluncuran Toko Pangan “Ado Galo”

TPID Kota Bengkulu
Foto: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bengkulu bersama Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung dalam acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) sekaligus peluncuran toko pangan "Ado Galo", (18/11/23).

Kolaborasi TPID dan Bank Indonesia: Tanam Perdana dan Peluncuran Toko Pangan “Ado Galo”  Dalam Wujudkan Ketahanan Pangan di Kota Bengkulu

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bengkulu bersama Bank Indonesia BI melakukan kolaborasi strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui program tanam perdana cabai merah dan peluncuran toko pangan “Ado Galo.” Acara tersebut diselenggarakan di halaman kantor Bapenda pada Sabtu (18/11) dengan gelaran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Kegiatan ini diawali dengan penekanan tombol dan penanaman cabai merah oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, bersama Pj Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Darjana, Forkopimda Kota Bengkulu, Bulog, dan beberapa stakeholder terkait.

TPID Kota Bengkulu
Foto: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bengkulu di bawah Naungan PJ Walikota Bengkulu Arif Gunadi bersama Bank Indonesia (BI) saat Tanam Perdana Cabai dan Peluncuran Toko Pangan “Ado Galo”, acara berlangsung di halaman kantor Bapenda pada Sabtu (18/11/23).

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, menjelaskan bahwa kegiatan tanam cabai merah dengan penanaman 20 ribu bibit dan peluncuran toko pangan “Ado Galo” merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi di Kota Bengkulu.

“Seringnya Cabai menjadi sumber inflasi di setiap daerah, oleh sebab itu kita harus fokus pada cabai terlebih dahulu. Dalam situasi inflasi global yang sangat tinggi, kita harus tetap waspada dan menjaga ketersediaan pangan,” ungkap Juda.

BACA JUGA: Program Ketahanan Pangan: Upaya Pemerintah Pulihkan Ekonomi dan Membantu Masyarakat

Ia menambahkan, “Toko pangan ‘Ado Galo’ hadir sebagai upaya bersama antara Bulog, BI, dan pemerintah daerah untuk menyediakan bahan kebutuhan pokok. Kami berharap gerakan ini dapat diikuti oleh seluruh masyarakat, dimanfaatkan untuk tanaman di perkarangan rumah sehingga tidak selalu bergantung pada pembelian.”

Pj Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) bersama stakeholder telah melaksanakan berbagai gerakan untuk menekan angka inflasi di Kota Bengkulu. Salah satunya adalah melalui operasi pangan murah di berbagai kelurahan dan mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk menanam cabai, sayuran, dan tanaman lainnya.

BACA JUGA: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Seluma Study Tiru Budidaya “Melon Golden Alisa Cahaya Mulia”

“TPID Kota Bengkulu juga telah meluncurkan pasar pangan ‘Ado Galo,’ yang berpusat di pasar Minggu dan Panorama, menawarkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” tambah Arif.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot bersama seluruh stakeholder menunjukkan komitmen untuk bersinergi dalam memerangi inflasi di Kota Bengkulu. Ke depannya, diharapkan kerjasama solid ini dapat terus terjalin sehingga angka inflasi di Kota Bengkulu dapat terkendali.

BACA JUGA: Pemkab Bengkulu Utara Bersama Danrem 041 Bengkulu Ikuti Gerakan Nasional Ketahanan Pangan Bersama Wakil Presiden RI

Menariknya, tekanan inflasi di Kota Bengkulu pada Oktober 2023 mencapai 2,83%. Oleh karena itu, pemerintah bersama stakeholder memfokuskan upaya untuk menekan angka inflasi tersebut, dengan memanfaatkan berbagai strategi seperti tanam perdana cabai merah dan peluncuran toko pangan “Ado Galo.”

Dengan sinergi yang kuat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya, diharapkan Kota Bengkulu dapat mencapai ketahanan pangan yang lebih baik dan mengatasi tantangan inflasi. Keberhasilan program ini menjadi cermin komitmen semua pihak dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Bengkulu. (**)

Editor: (KB1) Share

Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *