Ratusan Mahasiswa HMI Bengkulu Gelar Demonstrasi di Depan Kantor DPRD Provinsi

Demonstrasi HMI Bengkulu
Foto: Demonstrasi HMI Bengkulu di depan kantor DPRD Provinsi bengkulu, Pada hari selasa, (25/6/24), (Ft/Ist/qq).

Ratusan Mahasiswa HMI Bengkulu Gelar Demonstrasi di Depan Kantor DPRD Provinsi

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Pada Selasa, 25 Juni 2024, Ratusan Mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu. Mereka datang untuk menyampaikan tujuh poin tuntutan yang dianggap mewakili aspirasi masyarakat terkait berbagai kebijakan yang dinilai merugikan.

HMI menyuarakan tujuh tuntutan utama selama demonstrasi ini Tuntutannya:

  1. Hentikan Kriminalisasi Aktivis: HMI menuntut pemerintah untuk menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap aktivis yang memperjuangkan hak-hak masyarakat.
  2. Hentikan Tindakan Represif oleh Aparat: Mereka juga mendesak aparat penegak hukum untuk berhenti melakukan tindakan represif terhadap aktivis, yang sering kali menghambat kebebasan berpendapat.
  3. Pencabutan Perkemendikbud Nomor 2 Tahun 2024: HMI mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek untuk mencabut Perkemendikbud Nomor 2 Tahun 2024. Mereka berargumen bahwa peraturan ini membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk menerapkan komersialisasi pendidikan yang merugikan mahasiswa.
  4. Revisi Undang-Undang ITE: Mereka juga meminta pemerintah untuk merevisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang menurut mereka sering digunakan sebagai alat untuk mengkriminalisasi aktivis dan masyarakat.
  5. Pencabutan PP Nomor 25 Tahun 2020 dan PP Nomor 21 Tahun 2024: HMI mendesak pemerintah untuk mencabut PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat dan PP Nomor 21 Tahun 2024 yang merupakan perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 Mereka berpendapat bahwa peraturan ini tidak adil dan merugikan masyarakat.
  6. Penolakan Revisi UU TNI/POLRI: HMI juga menolak revisi Undang-Undang TNI/POLRI dan mendesak DPR RI melalui DPRD Provinsi Bengkulu untuk menolak RUU tersebut.
  7. Penghentian Pembahasan RUU Penyiaran: Mereka mendesak agar segera menghentikan pembahasan RUU Penyiaran yang mereka nilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.

Demonstrasi HMI Bengkulu ini diwarnai dengan orasi-orasi dari para mahasiswa yang menyampaikan kekecewaan mereka terhadap kebijakan-kebijakan tersebut. Salah satu orator dengan tegas mengatakan,

BACA JUGA: Demonstrasi Massa di Depan DPRD Bengkulu Selatan: Tuntut Tapal Batas

“Kami meminta DPRD Provinsi Bengkulu untuk bersama kami dalam menyuarakan aspirasi ini, karena kebijakan-kebijakan tersebut meresahkan dan merampas hak-hak masyarakat, Mengkriminalisasi masyarakat harus dilawan,” ujarnya.

Para demonstran juga menuntut agar seluruh anggota DPRD Provinsi Bengkulu menemui mereka, tidak hanya perwakilan.

Dalam aksi ini, para demonstran juga membakar ban mobil di jalan raya sebagai bentuk protes mereka. Pembakaran ban ini dilakukan untuk menarik perhatian dan menunjukkan keseriusan mereka dalam menyuarakan tuntutan.

BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Tangani Demonstrasi Wali Murid SDN 01

Beberapa anggota DPRD Provinsi Bengkulu, termasuk Edwar Samsi, Zainal, Zulasmi Octarina, dan Sekretaris DPRD Erlangga, sempat menemui para pengunjuk rasa untuk mendengarkan aspirasi mereka. Namun, demonstran menuntut untuk ditemui oleh seluruh anggota DPRD.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Zainal, menyatakan bahwa lembaga secara kelembagaan mendukung tuntutan yang diajukan oleh para demonstran, “Kami berusaha menemui mereka untuk mendengarkan langsung aspirasi yang mereka sampaikan, Namun setelah kami mendengarkan orasi mereka, kami kembali ke dalam karena kami juga sedang membahas laporan pertanggungjawaban APBD 2023, yang juga sangat penting,” jelas Zainal.

Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian memberikan pengawalan ketat untuk menjaga ketertiban. Meskipun sempat terjadi aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan aparat, situasi tetap terkendali dan tidak berujung pada kericuhan. Aksi demonstrasi berakhir dengan damai tanpa insiden besar. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *