PUPR Dorong Penggunaan Semen Ramah Lingkungan untuk Pembangunan Konstruksi Berkelanjutan
KANTOR-BERITA.COM, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak hanya menjadi penggerak utama dalam pembangunan infrastruktur negara tetapi juga menjadi pelopor dalam mengadopsi konstruksi berkelanjutan yang ramah lingkungan. Dalam sebuah langkah progresif, Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Rachman Arief Dienaputra, mengungkapkan komitmen mereka dalam mengubah paradigma konstruksi menuju masa depan yang lebih hijau.
Dalam webinar yang bertajuk “Optimalisasi Penggunaan Semen Ramah Lingkungan di Kementerian PUPR dalam rangka Mewujudkan Pembangunan Konstruksi Berkelanjutan,” Rachman Arief menjelaskan pentingnya penggunaan material konstruksi yang tepat guna yang tidak hanya memperhatikan aspek teknis tetapi juga dampak lingkungan. Salah satu bahan yang menjadi sorotan adalah Semen Non Ordinary Portland Cement (Non OPC).
BACA JUGA: Infrastruktur Indonesia 2024: Anggaran Kementerian PUPR Rp146,98 Triliun Disetujui
Semen Non OPC menjadi fokus pembahasan karena memiliki dampak positif dalam konstruksi berkelanjutan. Rachman Arief menjelaskan bahwa jenis semen yang digunakan dapat mempengaruhi proses dan hasil konstruksi, dan di Kementerian PUPR telah diterbitkan regulasi yang mengatur penggunaan Semen Non OPC.
“Semen Non OPC memiliki beberapa keunggulan, baik dari segi teknis, ekonomi, maupun lingkungan. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan jenis pekerjaan konstruksi, seperti pembangunan jalan, bendungan, atau bangunan gedung,” terang Rachman Arief.
BACA JUGA: Komisi V DPR RI Apresiasi Capaian Opini WTP atas Laporan Keuangan Kementerian PUPR Tahun 2022
Webinar ini awal dari upaya untuk mengedukasi dan menginformasikan lebih banyak pihak tentang keunggulan dan ketersediaan Semen Non OPC. Rachman Arief menegaskan Kementerian PUPR akan menginisiasi diskusi lebih lanjut dengan unit-unit organisasi internal guna mengoptimalkan penggunaan Semen Non OPC.
Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Lilik Unggul Raharjo, juga memberikan dukungan penuh terhadap penggunaan semen ramah lingkungan. Dia menunjukkan bahwa industri semen Indonesia telah berhasil mengurangi intensitas karbon dari tahun 2010 hingga 2022, sehingga menciptakan dampak positif terhadap lingkungan.
“Ini adalah komitmen penting dalam mengurangi emisi karbon, dan upaya bersama dengan berbagai pihak sangat diperlukan untuk mencapai target emisi karbon net-zero,” ungkap Lilik.
Dengan upaya bersama antara Kementerian PUPR, industri semen, dan pemangku kepentingan terkait, pembangunan konstruksi berkelanjutan yang ramah lingkungan di Indonesia semakin mendekati kenyataan. Keberlanjutan lingkungan tidak hanya menjadi impian tetapi juga komitmen nyata dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik. (**)
Editor: (KB1) Share
Mangcek
Sumber/Foto: Biro KP KemPUPR











