PT Jambi Resource Lanjutkan Pengangkutan Batu Bara di Lebong Meski Protes Warga Belum Terselesaikan

PT Jambi Resource coal hauling
Foto: Surat keputusan Gubernur Bengkulu 2024 dan Surat PT Jambi Resource coal hauling, (ist).

PT Jambi Resource Lanjutkan Pengangkutan Batu Bara di Lebong Meski Protes Warga Belum Terselesaikan

KANTOR-BERITA.COM, LEBONG|| Setelah sempat terhenti, aktivitas pengangkutan batu bara atau coal hauling oleh PT Jambi Resource (JR) di Desa Ketenong II, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, kembali beroperasi mulai 12 Juni 2024. Keputusan ini didasarkan pada surat keputusan Gubernur Bengkulu Nomor: E.310.DISHUB.TAHUN 2024, yang menyetujui hasil analisis dampak lalu lintas dengan tingkat lalu lintas rendah terkait kegiatan pertambangan batu bara di jalan provinsi di Provinsi Bengkulu. Surat tersebut diterbitkan pada 31 Mei 2024.

Namun, kelanjutan operasi ini tidak serta-merta menyelesaikan permasalahan terkait dampak jalan yang akan timbul, seperti yang sudah terjadi sebelumnya dan memicu protes dari masyarakat.

BACA JUGA: Festival Ekonomi Syariah Bengkulu: Gubernur Sampaikan Sebagai Platform Edukatif

Puncak dari permasalahan ini adalah ketika Bupati Lebong, Kopli Ansori, secara resmi meminta PT Jambi Resource menghentikan aktivitasnya beberapa waktu lalu, Permintaan ini dipatuhi oleh PT JR, namun belum ada solusi konkret untuk mengatasi dampak dari aktivitas pertambangan batu bara tersebut.

Menyikapi belum adanya solusi yang konkrit, Mhitra Naibaho mengundurkan diri dari posisinya sebagai Humas PT Jambi Resource. “Sebagai putra daerah, saya tidak ingin menzalimi Lebong dengan kegiatan pengrusakan demi kepentingan pribadi,” ujarnya pada Kamis, (13/6/24).

Mhitra menambahkan, dalam pertemuan koordinasi sebelumnya, dirinya telah menyampaikan komitmennya kepada Bupati Lebong untuk mendahulukan kepentingan Lebong.

BACA JUGA: Penambahan Kuota BBM Subsidi di Bengkulu 8%: Regulasi Ketat Diterapkan

“Diskusi saya dengan Bupati Lebong Bapak Kopli Ansori, dihadiri oleh Pak Wisnu dari PT Shonari dan KTT Togu Sihite, bahwa Bapak Bupati hanya meminta kontribusi perusahaan yang beroperasi di Lebong benar-benar sampai ke masyarakat Kabupaten Lebong, Maka dari itu, Bapak Bupati Lebong berusaha semaksimal mungkin demi kepentingan masyarakat, terutama Pinang Belapis,” jelas Mhitra.

Keputusan Mhitra untuk mundur juga dipicu oleh dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT JR terkait dana kompensasi. Menurutnya, dana kompensasi yang seharusnya diberikan kepada masyarakat Pinang Belapis, hanya diberikan sebagai insentif kepada kepala desa di Kecamatan Pinang Belapis.

“Saya ini adalah putra daerah Lebong yang menjunjung tinggi norma dan etika, Bagaimana kepentingan daerah ini lebih prioritas buat saya, Investasi yang masuk tidak boleh asal-asalan apalagi terkait PNPB yang terserap oleh negara,” tegas Mhitra.

BACA JUGA: Pemkot Pasang Rambu di Jalan Hibrida, Truk Tonase Besar Dilarang Melintas

Mhitra juga menyoroti masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh PT JR, termasuk perbaikan kondisi jalan yang rusak akibat bencana longsor.

“Sampai dengan saat ini, Bupati Lebong masih mempertanyakan bagaimana solusi atas kondisi jalan yang telah rusak, terutama karena bencana longsor, Belum lagi masih ada setumpuk PR yang mesti ditunaikan PT JR, termasuk kondisi tenaga kerja yang diduga tanpa Jamsostek,” lanjut Mhitra.

Mhitra juga menekankan pentingnya perlindungan tenaga kerja yang bekerja di perusahaan tersebut, “PT Shonari Penta Abadi yang menampung karyawan sebanyak itu, belum punya Jamsostek buat karyawannya Kalau ada apa-apa?, siapa yang bertanggung jawab? K3 ada, tapi Jamsostek tidak ada,” ungkapnya.

BACA JUGA: Inspirasi Kepemimpinan: Kopli Ansori Bupati Lebong Terbaik di IFLA 2023

Dalam Keterangannya Beberapa Waktu lalu, Bupati Kopli Ansori berusaha keras memastikan bahwa kontribusi perusahaan yang beroperasi di wilayah Lebong benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat.

“Dalam pertemuan koordinasi, saya sudah menyampaikan bahwa kontribusi perusahaan harus sampai ke daerah Kabupaten Lebong, Saya berharap PT JR dapat memenuhi tanggung jawabnya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar,” tegas Bupati Kopli Ansori. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Rio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *