Pj Gubernur Kalbar Salurkan Bantuan dan Prioritaskan Perbaikan Jembatan Penghubung Peniti Besar
KBRN1 NASIONAL, KALIMANTAN BARAT|| Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Harisson, melakukan kunjungan kerja ke Desa Peniti Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, pada Jumat (20/12/24), Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah tanggap darurat terhadap bencana banjir yang melanda wilayah tersebut, yang telah berdampak pada ratusan keluarga.
Dalam kunjungan ini, Harisson bersama rombongan meninjau langsung kondisi banjir yang telah menggenangi rumah-rumah warga selama beberapa waktu, Dengan menggunakan perahu karet, mereka menjangkau area yang paling parah terdampak untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan tepat.
BACA JUGA: Diskominfo Kalimantan Barat dan KPID Rumuskan Strategi Penyiaran Media lokal 2025
Sebanyak 576 kepala keluarga menerima bantuan yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok seperti: Beras, Mi instan, Gula pasir, Minyak goreng, Air minum dan Perlengkapan dasar lainnya.
Harisson memastikan bahwa setiap bantuan didistribusikan secara merata kepada warga yang membutuhka, “Kita ingin memastikan tidak ada yang terlewatkan, Semua warga terdampak harus mendapatkan bantuan yang layak untuk meringankan beban mereka,” ujarnya.
BACA JUGA: Penghargaan TSBLP Kalimantan Barat 2024: Wujud Komitmen Perusahaan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Selain memantau kondisi banjir, Harisson juga meninjau Jembatan Desa Peniti Besar yang ambruk akibat bencana tersebut, Jembatan ini merupakan penghubung vital antara Desa Peniti Besar dan Desa Peniti Dalam II.
“Kondisi jembatan yang putus ini sangat mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak yang harus berjuang untuk pergi ke sekolah,” kata Harisson, Ia menegaskan bahwa perbaikan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah.
BACA JUGA: Kalimantan Barat Tetapkan 7 Desa Antikorupsi di Hakordia 2024
Dana Bantuan Tak Terduga (BTT) dari Pemerintah Provinsi akan segera dialokasikan untuk menangani kerusakan infrastruktur ini. Harisson telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Bappeda untuk menyusun rencana perbaikan secepat mungkin.
“Kami tidak akan menunda-nunda, Perbaikan jembatan ini akan segera dimulai agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” tambah Harisson dengan tegas.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Harisson juga menyempatkan diri untuk menyerahkan 300 paket bantuan penanganan stunting di Puskesmas Sungai Pinyuh, Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan asupan gizi lebih baik.
BACA JUGA: Kementan Gandeng TNI AD Optimalkan Lahan, Kawal Program Swasembada Pangan di 12 provinsi
Stunting menjadi salah satu isu prioritas di Kalimantan Barat. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan gizi penting seperti susu, makanan tambahan, serta vitamin yang diharapkan dapat membantu memperbaiki status gizi anak-anak di wilayah tersebut.
“Kesehatan adalah fondasi utama untuk masa depan generasi kita, Dengan memberikan dukungan gizi yang tepat, kita membantu anak-anak kita tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Harisson.
Harisson juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana, baik melalui bantuan langsung maupun perbaikan infrastruktur yang rusak. (**)
Editor: (KB10) Share
Pewarta: Yan’s











