Pertumbuhan Industri Keuangan di Bengkulu: Kredit Bank Meningkat hingga Rp28,21 Triliun pada April 2024

Industri Keuangan Bengkulu
Foto: Ilustrasi, Pertumbuhan Industri Keuangan di Bengkulu: Kredit Bank Meningkat hingga Rp28,21 Triliun pada April 2024, (Ft/Ist).

Pertumbuhan Industri Keuangan di Bengkulu: Kredit Bank Meningkat hingga Rp28,21 Triliun pada April 2024

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, menyatakan bahwa industri keuangan di Provinsi Bengkulu menunjukkan pertumbuhan yang positif, khususnya di sektor perbankan. Hingga April 2024, penyaluran kredit perbankan di Bengkulu mencapai angka Rp28,21 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan sebesar 21,71 persen secara year-on-year (yoy) untuk kredit bank umum, sementara pertumbuhan kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) mencapai 20,08 persen (yoy).

Pertumbuhan kredit ini didorong oleh peningkatan di berbagai jenis kredit, yaitu kredit investasi yang tumbuh sebesar 20,71 persen, kredit konsumsi meningkat sebesar 4,95 persen, dan kredit modal kerja naik sebesar 3,05 persen (yoy). Berdasarkan sektor, pertumbuhan signifikan terjadi di tiga sektor utama: pemilikan peralatan rumah tangga yang tumbuh sebesar 6,12 persen; sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan yang meningkat sebesar 11,95 persen; serta sektor pemilikan rumah tinggal yang tumbuh sebesar 8,32 persen (yoy).

BACA JUGA: BPS Provinsi Bengkulu Rilis Data Inflasi, NTP, Ekspor-Impor, dan TPK Hotel Berbintang Mei 2024

Selain itu, kinerja perbankan lainnya di Provinsi Bengkulu juga menunjukkan tren yang positif. Aset bank umum di wilayah ini meningkat sebesar 5,44 persen. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) oleh BPR dan BPRS di Bengkulu juga mengalami peningkatan sebesar 6,54 persen (yoy), mencapai angka Rp12,27 miliar. Meskipun penghimpunan DPK bank umum pada April 2024 mengalami penurunan sebesar 3,45 persen, jumlah totalnya masih mencapai Rp16,71 triliun.

Sepanjang Mei 2024, OJK Bengkulu telah melakukan beberapa langkah pengawasan dan regulasi untuk menjaga stabilitas dan kinerja industri keuangan. OJK telah melakukan pemeriksaan on-site terhadap dua BPR dan menerbitkan dua persetujuan untuk dewan pengawas syariah BPRS serta satu persetujuan untuk pemegang saham pengendali BPRS, Selain itu, OJK Provinsi Bengkulu telah menerbitkan satu Laporan Hasil Pemeriksaan(LHP) BPR.

BACA JUGA: Inflasi Kota Bengkulu 0,61 Persen Februari 2024: Berikut Analisis dan Faktor Pemicu dari BPS

Pertumbuhan sektor keuangan di Bengkulu ini mencerminkan upaya bersama antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri untuk mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Kredit perbankan yang meningkat signifikan diharapkan dapat menggerakkan sektor-sektor ekonomi lainnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan kredit investasi, misalnya, diharapkan dapat mendorong pembangunan infrastruktur dan pengembangan bisnis di Bengkulu.

Kredit konsumsi yang tumbuh menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Bengkulu meningkat, yang juga berdampak positif pada sektor perdagangan dan jasa. Sementara itu, peningkatan kredit modal kerja mengindikasikan bahwa pelaku usaha semakin aktif dalam mengembangkan bisnis mereka, yang pada gilirannya dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA: BPS Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu 2023: Provinsi Bengkulu Catat Pertumbuhan 4,26 Persen

Peningkatan aset bank umum sebesar 5,44 persen menunjukkan bahwa perbankan di Bengkulu terus berkembang dan mampu mengelola aset dengan baik. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan nasabah dan stabilitas keuangan daerah. Meski penghimpunan DPK bank umum mengalami penurunan, peningkatan DPK oleh BPR dan BPRS menunjukkan bahwa masyarakat masih mempercayai institusi keuangan lokal untuk menyimpan dan mengelola dana mereka.

Langkah-langkah pengawasan yang dilakukan oleh OJK Bengkulu menunjukkan komitmen regulator dalam memastikan bahwa institusi keuangan beroperasi sesuai dengan regulasi yang berlaku dan menjaga integritas sistem keuangan. Pemeriksaan on-site dan penerbitan laporan hasil pemeriksaan adalah bagian dari upaya OJK untuk memastikan bahwa bank-bank di Bengkulu beroperasi dengan sehat dan transparan.

BACA JUGA: Inflasi dan Nilai Tukar Petani: Refleksi Tren Ekonomi di Bengkulu Menurut BPS

Selain itu, persetujuan untuk dewan pengawas syariah dan pemegang saham pengendali BPRS menunjukkan bahwa OJK juga memperhatikan aspek syariah dalam industri perbankan. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang memilih layanan keuangan berbasis syariah dan memastikan bahwa BPRS beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Kinerja positif industri keuangan di Bengkulu juga tidak terlepas dari sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, OJK, dan pelaku industri. Ke depan, diharapkan sinergi ini dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di Bengkulu. Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong investasi dan pengembangan infrastruktur yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan daya saing daerah.

Masyarakat juga diharapkan dapat terus mendukung dan memanfaatkan layanan keuangan yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan adanya program-program yang mendukung inklusi keuangan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses layanan keuangan formal dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. (**)

Editor: (KB1) Share
pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *