Foto: Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan Rapat pembahasan teknis DDTS yang dipimpin Oleh Sekretaris Daerah Bengkulu Isnan Fajri, Acara Berlangsung di Ruang Rapat Rafflesia Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis (13/6/2024), (Ft/Ist).
Pengelolaan kawasan wisata DDTS, Sekda Bengkulu Isnan: Mulai Awal 2025
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Pengelolaan kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di Kota Bengkulu dijadwalkan akan dimulai pada awal tahun 2025. Sekretaris Daerah Bengkulu, Isnan Fajri, mengungkapkan hal ini dalam Rapat Pembahasan Teknis Pengelolaan Kawasan Wisata DDTS yang digelar di Ruang Rapat Rafflesia Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis (13/6/2024).
Rapat ini merupakan kelanjutan dari Focus Group Discussion (FGD) pertama yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR RI pada 7 Juni lalu. Dalam FGD pertama tersebut, berbagai aspek teknis pengelolaan kawasan wisata DDTS telah dibahas.
“Setelah FGD pertama, kami akan melaksanakan FGD kedua sekitar bulan Juli, Target lelang pengelolaan ini paling lambat akhir tahun 2024, sehingga pekerjaan dapat dimulai pada awal tahun 2025,” jelas Isnan Fajri.
Foto: Detail Engineering Design (DED) Kawasan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) Bengkulu.
Isnan Fajri Menambahkan, Pengelolaan teknis kawasan DDTS akan dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu, bekerja sama dengan dinas-dinas teknis lainnya. Dinas-dinas tersebut meliputi Dinas Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
“Pengelolaan kawasan wisata DDTS bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata daerah serta memperkuat ekonomi lokal, Dengan pengelolaan yang lebih baik, diharapkan DDTS dapat menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, Ini akan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” Terang Isnan Fajri.
Lanjut Isnan Fajri, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mengundang partisipasi aktif dari masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) dalam proses pengelolaan ini. Melalui partisipasi tersebut, diharapkan ada masukan yang konstruktif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Selain itu, partisipasi masyarakat juga penting dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar danau.
“Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta dalam pengelolaan kawasan wisata DDTS, Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa investasi baru dan inovasi dalam pengembangan fasilitas dan pelayanan wisata, Dengan keterlibatan pihak swasta, pengelolaan kawasan wisata dapat dilakukan dengan lebih efisien dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar,” Tutur Isnan Fajri.
Untuk memastikan bahwa pengelolaan kawasan DDTS berjalan sesuai rencana, pemerintah akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala. Setiap tahap pengelolaan akan dievaluasi untuk menilai keberhasilan dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Dengan pemantauan yang ketat, pemerintah dapat memastikan bahwa tujuan pengelolaan kawasan wisata tercapai. (**)
Sukses Jadi Tuan Rumah Event Voli Asia, FPPI Kalbar Minta Transparansi Anggaran Kantor-Berita.Com, Pontianak|| Keberhasilan Kalimantan Barat menjadi tuan rumah sejumlah kejuaraan bola voli berskala nasional hingga internasional dalam dua…
Sering Dilanda Genangan, Desa Sukaraja Usulkan Pembangunan Saluran Irigasi Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Sukaraja, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan saluran…
Budaya Gotong Royong Tetap Hidup, Warga Sukaraja Bersihkan Lingkungan Masjid Kantor-Berita.Com|| Semangat gotong royong masih menjadi budaya yang terus dijaga masyarakat Desa Sukaraja, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan. Hal itu…
LPHB Bongkar Dugaan Kejanggalan SPMB SMPN 2 Kota Bengkulu, Minta Audit Menyeluruh Kantor-Berita. Com|| Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu menuai sorotan. Direktur Eksekutif…