Penambahan Titik VSAT: Bakti Kominfo Tingkatkan Akses Internet di Kabupaten Mukomuko
KANTOR-BERITA.COM, MUKOMUKO|| Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo terus meningkatkan upayanya untuk menyediakan layanan telekomunikasi dan internet di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dengan menambah penerima bantuan perangkat VSAT. Penerima bantuan ini kini bertambah dari 29 menjadi 34 titik, yang terdiri dari sekolah, desa, dan Pos Angkatan Laut (Posal).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mukomuko, Agus Harpinda, menyampaikan bahwa penambahan jumlah penerima bantuan ini bertujuan untuk memperluas akses internet, khususnya di wilayah-wilayah yang masih mengalami kesulitan sinyal atau yang disebut dengan “blank spot”. Penambahan lima titik baru ini mencakup lima desa di daerah yang kesulitan mendapatkan sinyal internet.
BACA JUGA: BAKTI Kominfo, Dorong Peningkatan Akses Internet Seluma
“Sebelumnya, ada 29 titik penerima bantuan, yang terdiri dari 14 sekolah, 14 desa dan satu Posal di wilayah Mukomuko, Sekarang jumlahnya bertambah menjadi 34 titik dengan adanya lima desa tambahan yang sulit mendapatkan akses internet,” kata Agus Harpinda di Mukomuko, Sabtu (14/9/24).
Agus menjelaskan bahwa program bantuan perangkat VSAT dari Bakti Kominfo ini diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui beberapa instansi, yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kantor Kementerian Agama (Kemenag), serta Danposal. Bantuan ini sangat membantu untuk memperkuat infrastruktur telekomunikasi dan internet di wilayah-wilayah terpencil dan sulit diakses.
BACA JUGA: Kadis Kominfo Sebut: Program perluasan Akses internet gratis Mukomuko Berlanjut
“Pihak Bakti Kominfo mulai memasang perangkat VSAT di desa-desa dan Posal sejak Agustus 2024, Pemasangan perangkat ini bertujuan untuk menyediakan layanan telekomunikasi dan internet yang memadai bagi daerah-daerah yang masih mengalami kendala akses jaringan,” jelas Agus.
Mengenai proses pemasangan perangkat, Agus menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memastikan jadwal pemasangan perangkat VSAT tersebut. Dengan demikian, desa-desa dan pos yang menjadi sasaran bantuan dapat segera menikmati layanan internet.
BACA JUGA: Dinas Kominfo Mukomuko Kerjasama PMD Atasi Blank Spot Internet
Selain itu, kapasitas layanan telekomunikasi dan internet yang diberikan melalui perangkat VSAT cukup besar, yakni mencapai 2 Mbps. Ini akan memberikan akses yang lebih stabil dan cepat bagi masyarakat setempat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan internet untuk pendidikan, komunikasi, dan kegiatan sehari-hari lainnya.
”Sebagai daerah yang sebelumnya pernah menerima bantuan akses internet dari Bakti Kominfo pada tahun 2021, dengan 10 desa penerima bantuan, kami sangat berharap bantuan serupa dapat terus berlanjut, Dengan adanya penambahan lima titik baru ini, kami optimis bahwa lebih banyak daerah akan terjangkau oleh layanan internet,” lanjut Agus.
BACA JUGA: Diskominfo Bengkulu Utara Verifikasi Titik Penerima Bantuan Internet Bhakti di Enggano
Terkait hal ini, Agus juga berharap agar pada tahun 2025, desa-desa lain yang masih berada di area “blank spot” juga bisa mendapatkan bantuan perangkat VSAT dari Bakti Kominfo. Menurutnya, kebutuhan akses internet di desa-desa tersebut sangat penting, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, komunikasi, dan ekonomi masyarakat setempat.
”Masih ada beberapa desa di Kabupaten Mukomuko yang belum mendapatkan akses internet yang memadai, Oleh karena itu kami berharap program ini dapat terus dilanjutkan, sehingga seluruh masyarakat di Mukomuko, khususnya yang tinggal di daerah terpencil, bisa mendapatkan akses telekomunikasi yang layak,” terang Agus.
BACA JUGA: Tuntaskan Area Blank Spot, Bupati Audiensi dengan Menteri Kominfo RI
Agus juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mukomuko akan terus berupaya mengajukan usulan ke Bakti Kominfo untuk mendapatkan lebih banyak bantuan perangkat VSAT, guna menjangkau seluruh wilayah yang masih terisolasi dari akses telekomunikasi. Menurutnya, keberadaan internet di desa-desa yang sulit terjangkau akan berdampak signifikan terhadap kemajuan desa, terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
“Internet saat ini menjadi kebutuhan pokok, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, Dengan adanya akses internet, mereka bisa lebih mudah mendapatkan informasi, berkomunikasi dan memanfaatkan peluang ekonomi melalui platform digital,” Pungkas Agus. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: Budi Utoyo











