Pemkot Bengkulu Siapkan Pelajar Hadapi Era Digital, Hingga Peluang Cuan
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu terus berupaya mempersiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi dan berdaya saing di era digital. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui Diklat Pelajar Inovasi bertajuk “Menulis dan Membuat Video Kreatif Bisa Menghasilkan Cuan” yang resmi dibuka oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, pada Senin (8/12/25). Kegiatan ini digelar di Pendopo Merah Putih Kota Bengkulu dan diikuti oleh 110 pelajar tingkat SMP dari seluruh wilayah Kota Bengkulu.
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bengkulu dan Lembaga Edukasi dan Kajian Daerah (LEKAD). Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi pelajar untuk memahami literasi digital secara utuh, sekaligus mengasah kemampuan menulis dan membuat konten video kreatif yang produktif serta berpotensi menghasilkan nilai ekonomi.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Serukan Hapus Ego Sektoral di HUT Korpri ke-54
Dalam sambutannya, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa literasi digital saat ini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan utama bagi pelajar di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemajuan teknologi ibarat pisau bermata dua yang dapat membawa manfaat besar jika digunakan dengan bijak, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif jika disalahgunakan.
“Di era digitalisasi seperti sekarang, kalau kita tidak melek teknologi, maka kita akan tertinggal. Smartphone, media sosial, konten digital, bahkan komentar yang kita tulis bisa membawa dampak luas. Semua itu harus kita gunakan dengan hati-hati dan bertanggung jawab,” ujar Dedy.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Resmikan SI-Pukek, Aplikasi Monitoring Kinerja Berbasis Digital
Ia menilai bahwa generasi muda saat ini memiliki peluang besar untuk berkembang melalui dunia digital, mulai dari menulis, membuat video, hingga membangun personal branding positif. Namun peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan jika diiringi dengan pemahaman etika, kreativitas, dan kedisiplinan.
Wali Kota Dedy Wahyudi juga menyoroti fenomena maraknya penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Menurutnya, anak-anak muda tidak cukup hanya menjadi konsumen konten, tetapi harus mampu naik kelas menjadi kreator yang menghasilkan karya bermanfaat.
“Media sosial jangan hanya dipakai untuk hiburan semata. Gunakan untuk belajar, berkarya, dan bahkan menghasilkan cuan secara positif. Tapi ingat, semua harus dilakukan dengan etika digital yang baik,” tegasnya.
||BACA JUGA: Pemkot Hidupkan Kota Lama, Kantor Wali Kota Segera Dipindah
Melalui diklat ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap pelajar dapat memahami bahwa menulis dan membuat video bukan sekadar aktivitas kreatif, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi di masa depan jika ditekuni secara serius.
Selain aspek kreativitas dan ekonomi, diklat ini juga memberi penekanan kuat pada etika digital. Peserta diajak memahami batasan dalam bermedia sosial, termasuk cara berkomunikasi yang santun, menghindari ujaran kebencian, serta bijak dalam menyebarkan informasi.
Wali Kota Dedy Wahyudi mengingatkan bahwa jejak digital bersifat permanen dan dapat berdampak pada masa depan seseorang.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Akan Adopsi Model Pendidikan di Singapura
“Apa yang kita tulis dan unggah hari ini bisa kita sesali di masa depan jika tidak dipikirkan dengan baik. Maka, gunakan media digital untuk hal-hal positif dan membangun,” pesannya.
Wali Kota Dedy Wahyudi berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat, serta mampu menularkan semangat literasi digital positif kepada teman sebaya.
“Gunakan ilmu yang didapat hari ini untuk hal-hal baik. Kalian adalah masa depan Kota Bengkulu,” pungkas Walikota Dedy Wahyudi. (**)
Redaksi : (KB1) Bagikan
Pewarta : QQ











