Pemkot Bengkulu Intensifkan Upaya Atasi Banjir: Pembangunan Kolam Retensi dan Normalisasi Drainase

Pembangunan Kolam Retensi Bengkulu
Foto: Pj Sekda Bengkulu Eko Agusrianto, (Ft/Ist/Dok).

Pemkot Bengkulu Intensifkan Upaya Atasi Banjir: Pembangunan Kolam Retensi dan Normalisasi Drainase

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Permasalahan banjir yang kerap melanda Kota Bengkulu menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai langkah telah diambil untuk mengatasi banjir dan dampaknya, termasuk pembangunan kolam retensi, sumur resapan, dan normalisasi drainase. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang untuk masalah banjir di kota ini.

Pemkot Bengkulu telah melakukan berbagai intervensi guna mengurangi risiko dan dampak banjir. Beberapa langkah yang telah diambil antara lain:

  1. Pembangunan Kolam Retensi: Kolam retensi dirancang untuk menampung air hujan dan mencegah banjir.
  2. Pembuatan Sumur Resapan: Sumur resapan membantu menambah volume air yang meresap ke dalam tanah, mengurangi limpasan air permukaan.
  3. Normalisasi Drainase: Normalisasi dan pembersihan saluran drainase dilakukan secara rutin untuk memastikan aliran air tidak terhambat.

Pj Sekda Kota Bengkulu, Eko Agusrianto, menyatakan bahwa persiapan untuk pembangunan kolam retensi oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) Wilayah VII terus dimatangkan pada tahun 2024.

BACA JUGA: Kolaborasi Pemprov Bengkulu dan BWS Sumatera VII Tata Pantai Panjang dan Pengendalian Banjir

”Sudah dilakukan beberapa kali pertemuan dan juga koordinasi, mudah-mudahan nanti di tahun 2025 ini sudah bisa dibangun,” jelas Eko.

Eko menambahkan bahwa lahan untuk pembangunan kolam retensi sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku. Semua pihak yang terlibat, termasuk Balai Sungai, telah mencapai kesepakatan. Kini, percepatan realisasi pembangunan bergantung pada koordinasi lebih lanjut.

Sekda Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, menyebutkan bahwa kolam retensi akan dibangun di atas lahan seluas 114.720 meter persegi yang tersebar di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Ratu Agung dan Kecamatan Sungai Serut. Rincian lokasi pembangunan kolam retensi adalah sebagai berikut:

  1. Kelurahan Sawah Lebar: 23.701 meter persegi
  2. Kelurahan Tanjung Jaya: 37.200 meter persegi
  3. Kelurahan Tanjung Agung: 40.828 meter persegi
  4. Kelurahan Sukamerindu: 12.991 meter persegi

Proyek ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2025 dengan persiapan pengadaan lahan yang telah berjalan sejak tahun 2024.

Selain pembangunan kolam retensi, Pemkot Bengkulu juga terus melakukan normalisasi drainase dan pembuatan sumur resapan. Langkah ini penting untuk memastikan aliran air berjalan lancar dan meresap ke dalam tanah, mengurangi risiko banjir.

BACA JUGA: Infrastruktur Indonesia 2024: Anggaran Kementerian PUPR Rp146,98 Triliun Disetujui

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemkot Bengkulu berharap dapat mengurangi frekuensi dan dampak banjir di kota ini. Pembangunan kolam retensi, sumur resapan, dan normalisasi drainase diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang.

“Pada intinya, permasalahan banjir di Kota Bengkulu tetap menjadi skala prioritas Pemkot Bengkulu melalui berbagai intervensi,” ujar Eko.

Pemkot Bengkulu berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyelesaikan masalah banjir. Dukungan dari Balai Sungai, masyarakat, dan berbagai instansi terkait sangat penting dalam merealisasikan proyek ini. Kerjasama yang baik diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan dan memberikan hasil yang maksimal. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *