Pemkot Bengkulu Dorong Hunian Layak bagi Warga Miskin
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu terus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui berbagai program intervensi langsung yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu langkah yang kini mendapat perhatian serius adalah program perbaikan hunian atau bedah rumah bagi warga yang tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa program bedah rumah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah kota dalam memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak. Menurutnya, hunian yang layak merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu: Pembangunan Harus Terarah dan Berkelanjutan
“Pengentasan kemiskinan ekstrem tidak bisa ditunda dan tidak cukup hanya dengan program bantuan sesaat. Kita harus menyentuh akar persoalan, salah satunya kondisi tempat tinggal warga,” ujar Dedy Wahyudi saat memberikan arahan kepada jajaran pemerintah kota, Rabu (17/12/25).
Untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran, Dedy menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah, mulai dari tingkat rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, agar segera memperbarui dan menyetorkan data warga yang benar-benar membutuhkan bantuan perbaikan rumah.
||BACA JUGA: Pemkot Hidupkan Kota Lama, Kantor Wali Kota Segera Dipindah
Menurut Dedy, data yang akurat menjadi kunci utama keberhasilan program bedah rumah. Ia tidak ingin bantuan hanya berhenti pada wacana atau salah sasaran, sementara warga yang paling membutuhkan justru terlewatkan.
“Kita ingin memastikan setiap bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan. Karena itu, pendataan harus dilakukan secara jujur, terbuka, dan bertanggung jawab,” kata Dedy.
Langkah pendataan ulang ini juga bertujuan untuk memetakan kondisi RTLH secara menyeluruh di Kota Bengkulu. Dengan data yang valid, pemerintah kota dapat menyusun perencanaan intervensi yang lebih terukur dan berkelanjutan dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem.
||BACA JUGA: Program GEMPALA Mulai Berbuah, Wali Kota: 2 Tahun Lagi Sudah Menghasilkan
Salah satu kekuatan utama program bedah rumah di Kota Bengkulu adalah kolaborasi lintas sektor. Pemerintah kota menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu sebagai mitra strategis dalam penyediaan pendanaan. Dedy menetapkan target anggaran sebesar Rp100 juta setiap bulan yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung program ini.
Dana tersebut akan dialokasikan khusus untuk membantu perbaikan rumah warga kurang mampu agar memenuhi standar kelayakan huni. Dengan skema tersebut, pemerintah kota menargetkan sedikitnya lima unit rumah dapat diperbaiki setiap bulan.
“Setiap bulan minimal ada lima rumah yang kita bedah. Jika program ini berjalan konsisten, maka dalam setahun ada sekitar 60 keluarga yang bisa tinggal di rumah yang layak, sehat, dan aman,” ujar Dedy.
||BACA JUGA: Wali Kota Dedy Tegaskan OPD Harus Jadi Teladan Kebersihan
Selain menggandeng Baznas, Pemerintah Kota Bengkulu juga melibatkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) sebagai penopang teknis pelaksanaan program. Dinas Perkim berperan dalam memastikan kualitas bangunan, perencanaan teknis, serta kesesuaian perbaikan rumah dengan standar kesehatan dan keselamatan.
Dedy juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak lain, termasuk Polda Bengkulu, para pemangku kepentingan, serta sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Ia menyebut pendekatan “keroyokan” atau gotong royong menjadi kunci utama keberhasilan program pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua lini harus bergerak bersama, mulai dari anggaran pemerintah, zakat masyarakat, hingga kontribusi dunia usaha. Dengan kolaborasi, dampaknya akan jauh lebih besar,” ujarnya.
||BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Tegas Awasi Program MBG: Pastikan Aman, Higienis, dan Sesuai SOP
Program bedah rumah ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah untuk melakukan intervensi langsung yang menyasar kebutuhan dasar, seperti tempat tinggal, sanitasi, dan akses air bersih.
Dedy menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen mendukung agenda nasional tersebut melalui langkah-langkah konkret di tingkat daerah. Ia berharap, program bedah rumah dapat menjadi salah satu instrumen efektif dalam memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin tidak ada lagi warga Kota Bengkulu yang harus tidur di rumah bocor, dinding rapuh, atau lantai tanah. Semua warga berhak hidup layak dan bermartabat,” tandas Dedy. (**)
Editor: (KB1)
Pewarta: QQ











