Foto: Pemerintah Desa Bajak 3, Kecamatan Merigi Sakti, menggelar Musyawarah desa Pra-Pembangunan sekaligus melaksanakan seremonial Titik Nol sebagai tanda dimulainya sejumlah proyek pembangunan strategis di wilayah desa. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Bajak 3 pada Selasa, (26/3/25), (ft/Ist).
Pemerintah Desa Bajak 3 Gelar Musdes dan Titik Nol Proyek Pembangunan Prioritas Tahun 2025
Kantor-Berita.Com, Bengkulu Tengah|| Pemerintah Desa Bajak 3, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Pra-Pembangunan sekaligus melaksanakan seremonial Titik Nol sebagai tanda dimulainya sejumlah proyek pembangunan strategis di wilayah desa. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Bajak 3 pada Selasa, (26/3/25), dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan serta tokoh masyarakat setempat.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Bajak 3, Arman Anandi, didampingi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Supandi, serta dihadiri unsur Muspika Kecamatan Merigi Sakti, pendamping desa, Babinsa, perwakilan dari Polsek Pagar Jati, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.
Foto: Pemerintah desa Bajak 3 Menggelar Titik Nol Pembangunan Rabat Beton, dihadiri oleh Bhabinkantibmas, Pendamping Desa serta Masyarakat Pada hari Selasa, (26/3/25), (Ft/Ist).
Pelaksanaan Musdes Desa Bajak 3 2025 ini menjadi tonggak awal bagi Pemerintah Desa dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kepala Desa Arman Anandi menyampaikan bahwa titik nol pembangunan ini menandai dimulainya beberapa program prioritas tahun anggaran 2025 yang telah disepakati bersama masyarakat dalam Musyawarah Desa sebelumnya. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan warga agar seluruh program berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.
“Musdes ini bukan hanya formalitas, tapi bentuk komitmen kita semua untuk membangun desa secara bersama-sama, dan semangat gotong royong,” ujar Arman, Rabu, (16/4/25).
Ia juga menegaskan bahwa program pembangunan yang dimulai tahun ini mencakup berbagai sektor penting seperti ketahanan pangan, penyediaan air bersih, peningkatan akses jalan permukiman, dan jalan usaha tani.
Salah satu fokus utama pembangunan tahun ini adalah ketahanan pangan, Arman menyampaikan bahwa Pemerintah Desa akan memulai program ketahanan pangan dengan titik nol sebagai bentuk kesiapan infrastruktur pendukung.
Program ini akan diarahkan pada pemanfaatan lahan desa yang belum produktif untuk kegiatan pertanian terpadu, pemberdayaan petani lokal, serta pengembangan hortikultura dan ternak sebagai sumber pangan dan ekonomi warga.
“Kita Mendukung Penuh Program Pemerintah Pusat untuk urusan pangan, Maka dari itu, kita harus mandiri dan produktif, Desa harus kuat dalam urusan Pangan,” kata Arman.
Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat Desa Bajak 3. Untuk itu, pemerintah desa akan membangun dua unit sarana air bersih guna meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan warga.
Proyek ini dimulai dengan pelaksanaan titik nol yang menandai lokasi pembangunan. Fasilitas air bersih tersebut dirancang untuk menjangkau daerah yang sebelumnya kesulitan akses air, terutama di musim kemarau.
“Insya Allah, dua unit sarana air bersih ini akan selesai dalam waktu yang telah direncanakan, Kami ingin semua warga bisa menikmati air bersih tanpa harus berjalan jauh,” ujar Arman.
Desa Bajak 3 juga mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalan permukiman, yang meliputi dua jenis pengerjaan: Rehabilitasi jalan rabat beton sepanjang 65 meter, dan Pengaspalan jalan sepanjang 360 meter.
Peningkatan ini dilakukan untuk mempermudah mobilitas warga, khususnya anak-anak yang berangkat ke sekolah serta masyarakat yang melakukan aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Kondisi jalan yang baik akan berdampak langsung pada roda ekonomi warga, Jalan yang bagus memudahkan distribusi barang dan jasa. Ini bukan soal kenyamanan semata, tapi soal produktivitas,” jelas Arman.
Selain akses jalan permukiman, pemerintah desa juga mengalokasikan dana untuk peningkatan jalan usaha tani, sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian lokal. Jalan tersebut akan diperkeras menggunakan teknik jurtel (jalan urukan telpord) dengan ukuran 3 meter x 500 meter.
“Jalan usaha tani ini sangat penting agar petani bisa membawa hasil panennya dengan lebih mudah dan cepat, Ini bagian dari upaya kami meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Arman.
Ketua BPD Supandi juga menyampaikan bahwa seluruh program pembangunan yang digagas tahun ini telah melalui proses musyawarah dan disetujui bersama, Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.
“Pembangunan desa tidak bisa berjalan sendiri, Harus melibatkan semua elemen masyarakat. Kita harus jaga transparan dan akuntabilitas agar hasilnya bisa dirasakan semua pihak,” ujar Supandi. (**)
Bedah Buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat’ Warnai Diskursus Nasional Kantor-Berita.Com|| Diskursus politik nasional kembali mendapat warna baru melalui peluncuran dan bedah buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” yang digelar…
Tradisi Narik Pukek Masuk Kalender Event Tahunan Wajib di Kota Bengkulu Kantor-Berita.Com|| Pesisir pantai Kota Bengkulu berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (8/2/2026). Sejak pagi hari, ratusan warga dari berbagai…
Pemkot Bengkulu Menargetkan Festival Yo Botoi-Botoi Masuk Kalender Agenda Nasional Kantor-Berita.Com|| Semangat kebersamaan masyarakat pesisir Bengkulu bergelora dalam gelaran Festival Yo Botoi-Botoi yang berlangsung meriah di kawasan Pasar Bengkulu, Minggu…
Ribuan Warga Ramaikan Yo Botoi-Botoi Festival di Pesisir Bengkulu Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu resmi membuka Yo Botoi-Botoi Festival di kawasan pesisir pantai Kota Bengkulu atau dikenal sebagai Kota Tuo, Minggu…