Mahasiswa Antusias Dukung Wacana Ganjar Pranowo Tahan Napi Korupsi di Nusakambangan

Ganjar Pranowo
Foto: Capres Nomor 3 Ganjar Pranowo (Kiri) saat di Convention Hall Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (8/12/2023). (Liputan6.com).

Mahasiswa Antusias Dukung Wacana Ganjar Pranowo Tahan Napi Korupsi di Nusakambangan

KANTOR-BERITA.COM, JAKARTA – Ganjar Pranowo, calon presiden nomor urut 3, menyampaikan rencananya untuk menahan narapidana (napi) kasus tindak pidana korupsi di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, jika terpilih menjadi presiden. Pernyataan ini disampaikan oleh Ganjar dalam dialognya dengan ribuan mahasiswa dalam kuliah kebangsaan di Convention Hall Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (8/12/2023).

Awalnya, Ganjar Pranowo memaparkan data dari Transparency International tahun 2022 yang menunjukkan bahwa Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia berada di urutan 110 dari 180 negara dengan skor 34. Merujuk pada data tersebut, Ganjar menggarisbawahi perlunya pemberantasan korupsi dengan tindakan tegas dari pemimpin negara. Salah satu caranya adalah dengan menahan para koruptor di Lapas Pulau Nusakambangan.

BACA JUGA: Optimisme Ganjar-Mahfud Menangkan 54% Suara Pilpres 2024,Arsjad Rasjid Ketua TPN: Jangan Percaya Angka Survei

“Maka teman-teman kalau kita melihat kondisi saat ini, setuju tidak kalau Nusakambangan itu tempat terbaik yang kita pilihkan untuk pejabat yang korupsi? Setuju tidak?” ujar Ganjar.

Ganjar menambahkan bahwa Nusakambangan adalah pulau kecil di Kabupaten Cilacap yang terletak di tepi Samudera Hindia dan sangat terpencil. Dia menjelaskan bahwa pulau tersebut memiliki banyak ular dan sering dihuni oleh penjahat berat.

Lebih lanjut, Ganjar menyatakan bahwa ketika masyarakat sudah merasa jengah dengan tindakan koruptif pejabat, pemimpin negara harus turun tangan agar pejabat tersebut tidak lagi melakukan perbuatan serupa. Oleh karena itu, Ganjar memiliki misi untuk memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna menciptakan pemerintahan yang bersih, bebas korupsi, dan berintegritas.

BACA JUGA: Ganjar Pranowo: Kampanye Bersejarah di IKN, Komitmen Penuh untuk Pembangunan dan Pemindahan Ibu Kota Negara

“kita bawa pejabat yang koruptor ke Nusakambangan agar kemudian dia bisa memahami, mengerti untuk tidak melakukan, dan kita perkuat KPK agar KPK makin independen.” ungkapnya.

Ganjar berharap dapat terus menekan kasus korupsi dan membuat Indonesia semakin unggul di mata dunia. Dengan mewujudkan pemerintahan bersih, Ganjar meyakini pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat.

“Rakyat marah betul dan pasti situasi ekonomi akan memburuk kalau korupsi, Saya kira itu (menahan napi korupsi ke Nusakambangan) yang bisa kita dorong agar orang bisa tobat untuk tidak melakukan itu. ” katanya.

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Berikan Kuliah Umum di Universitas San Pedro: 1.500an Mahasiswa Kupang Antusias Angkat Tiga Jari

Di sisi lain, salah satu mahasiswi Fakultas Hukum UMC, Novita, mendukung gagasan Ganjar. Dia menyatakan setuju dengan langkah tegas tersebut, mengingat hukum dianggap tumpul ke atas tapi tajam ke bawah.

“Apalagi Pak Ganjar itu mencalonkan sebagai calon presiden, sebenarnya kalau untuk sikap tegas seperti itu masyarakat membutuhkan,Setuju ya (napi korupsi ditahan di Nusakambangan) otomatis itu kan termasuk perlakuan tegas Pak Ganjar.” ujar Novita.

Novita menyoroti bahwa masih banyak napi korupsi yang mendapatkan fasilitas mewah di dalam penjara. Oleh karena itu, ia mendukung rencana Ganjar untuk menahan koruptor di Nusakambangan sebagai upaya memberikan efek jera kepada mereka.

“Semangat Pak Ganjar, Insya Allah yakin ketika Pak Ganjar menjadi presiden (bisa berantas korupsi).” pungkasnya dengan optimisme. (**)

Editor: (KB1) Share
Mangcek
Dikutif dari Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *